JEMBER, Tugujatim.id – Politeknik Negeri Jember (Polije) terus memperkuat pengembangan pendidikan vokasi di wilayah timur Indonesia. Salah satunya melalui rencana pembukaan Program Studi Sarjana Terapan Manajemen Agribisnis di Kampus 6 Polije yang berada di Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Rencana tersebut disampaikan saat jajaran Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua melakukan kunjungan ke Kampus Utama Polije, Kamis (21/05/2026).
Pertemuan tersebut membahas penguatan kualitas pendidikan tinggi sekaligus pengembangan kampus vokasi di wilayah kepulauan.
Direktur Polije Saiful Anwar mengatakan, pihaknya optimistis pengembangan Kampus 6 Polije di NTT dapat menjadi pusat pendidikan vokasi unggulan di wilayah timur Indonesia. Terlebih, dukungan pemerintah daerah dinilai menjadi modal penting dalam pengembangan kampus.
“Kehadiran tersebut memperkuat optimisme pengembangan Kampus 6 di Nusa Tenggara Timur sebagai kampus unggulan di wilayah timur,” ujarnya.
Menurut Saiful, Polije saat ini juga tengah menyiapkan pembukaan Program Studi Sarjana Terapan Manajemen Agribisnis untuk memperluas pilihan kompetensi mahasiswa sekaligus menjawab kebutuhan daerah.
Baca Juga : Polije Jadi Koordinator Nasional Pendidikan Vokasi, Raih Penghargaan Internasional CITIEA di Yogyakarta
“Polije juga berencana membuka Program Studi Sarjana Terapan Manajemen Agribisnis pada tahun depan,” tambahnya.
Program studi tersebut diproyeksikan mendukung pengelolaan potensi sumber daya alam lokal di Sabu Raijua yang memiliki sektor pertanian dan agribisnis cukup besar. Dengan pendekatan vokasi, mahasiswa diharapkan memiliki keterampilan teknis yang sesuai kebutuhan dunia kerja dan pengembangan daerah.
Sementara itu, Bupati Sabu Raijua Krisman Bernard Riwu Kore menyebut kolaborasi antara pemerintah daerah dan Polije menjadi langkah strategis untuk mempercepat pembangunan sumber daya manusia di daerah kepulauan.
“Kunjungan ke Politeknik Negeri Jember menjadi langkah awal untuk mempererat hubungan dan kerja sama,” katanya.

Menurut Krisman, pihaknya membutuhkan dukungan akademik dari Polije untuk membantu mengelola potensi daerah secara maksimal, termasuk di sektor agribisnis dan pengembangan ekonomi masyarakat.
“Kolaborasi diharapkan semakin berkembang, termasuk melalui penambahan program studi baru yang mampu menjembatani kebutuhan daerah,” lanjutnya.
Dukungan juga datang dari Ketua DPRD Sabu Raijua Rae Edin Saputra Manoe Lado. Dia menilai keberadaan Kampus 6 Polije di wilayahnya telah memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Kehadiran kampus Polije di Sabu Raijua mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia masyarakat setempat,” ungkapnya.
Dia berharap keberadaan kampus vokasi tersebut dapat membuka peluang lebih besar bagi generasi muda NTT untuk memperoleh pendidikan tinggi berbasis keterampilan tanpa harus keluar daerah.
“Kehadiran kampus ini diharapkan dapat mendorong kemajuan daerah serta membantu generasi muda agar mampu bersaing,” pungkasnya. (Adv)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer : Feni Yusnia
Editor: Mochamad Abdurrochim








