• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Flexing. (Foto: Pinterest/Tugu Jatim)

Ilustrasi pamer kekayaan (uang) di media sosial. (Foto: Pinterest)

Kamu Suka Flexing? Awas, Ini 4 Bahayanya

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
4 years ago
in Pendidikan
0
Share on FacebookShare on Twitter

Tugujatim.id – Pernahkan Anda menjumpai konten seseorang di media sosial yang berisi gaya hidup mewah dan pamer kekayaan? Mulai dari postingan produk-produk mahal, pamer uang, memakai barang branded, jalan-jalan ke luar negeri, hingga makan di restoran mewah? Fenomena tersebut kini marak di media sosial. Ya, itulah yang disebut perilaku flexing.

Menurut Cambridge Dictionary, flexing ialah perilaku menunjukkan sesuatu yang dimiliki atau diraih tapi dengan cara yang dianggap tidak menyenangkan oleh orang lain. Sementara kamus Merriam-Webster, mengartikan flexing sebagai perbuatan memamerkan sesuatu yang dimiliki secara menonjol. Bahasa mudahnya, flexing ialah pamer kekayaan.

You might also like

Sekolah terpencil di Sidoarjo.

Sekolah Terpencil di Sidoarjo Viral Disebut Tak Dapat Perhatian, Ini Penjelasan Dispendikbud

20/07/2026 7:42 PM
Polije

Polije Siapkan Kampus 7 di Situbondo, Perluas Akses Pendidikan Vokasi

20/07/2026 3:00 PM

Maraknya fenomena ini mengundang tanggapan dari Prof Renald Kasali. Mengutip dari pikiran-rakyat, Prof Renald menyatakan bahwa orang kaya biasanya diam saja dan lebih mementingkan kenyamanan serta kualitas daripada sekadar merek.

Bahkan, melansir dari kontan.co.id, orang kaya yang sesungguhnya tidak ingin menjadi pusat perhatian. Biasanya semakin kaya seseorang, dia semakin menginginkan privasi dan tidak mau menjadi pusat perhatian. Prof Renald Kasali pun menegaskan pelaku flexing justru bukan orang kaya yang sesungguhnya.

Bahaya Perilaku Flexing

Jika ditelisik lebih lanjut, kebiasaan flexing ternyata bisa menimbulkan dampak buruk bagi pelakunya. Apa sajakah? Simak penjelasan Tugu Jatim ID berikut ini ya!

1. Meningkatkan Sikap Hidup Konsumtif

Kebiasaan pamer kekayaan dan harta yang dimiliki kepada publik bisa meningkatkan sikap hidup konsumtif. Lantaran, mereka (pelaku flexing, red) akan selalu merasa dituntut untuk unjuk diri dengan kemewahan dan kekayaan. Hal ini akan mendorong mereka meningkatkan kegiatan konsumsi yang sebenarnya tidak terlalu perlu.

Contohnya makan di restoran yang mewah dan mahal, berbelanja tas branded termahal dan terbaru, dan seterusnya. Walaupun sebenarnya mereka tahu bahwa barang dan jasa itu tidak terlalu dibutuhkan. Artinya, kegiatan konsumsi mereka lebih dikendalikan oleh keinginan daripada kebutuhan.

2. Bisa Terjerat Utang

Kebiasaan pamer gaya hidup mewah ternyata bisa menjerumuskan seseorang ke jeratan utang. Dilansir dari finance.detik.com, perencana keuangan dari Advisors Alliance Group Indonesia, Andy Nugroho menjelaskan, menggunakan fasilitas utang sebenarnya sah-sah saja jika untuk keperluan mendesak.

Tapi utang menjadi tidak wajar, jika hanya digunakan untuk memenuhi kegiatan konsumsi barang dan jasa dengan standar mewah dengan tujuan agar terlihat kaya. Padahal, mereka tahu bahwa kemampuan finansialnya tidak cukup. Hal ini dapat merugikan pelaku flexing. Sebab, tuntutan gengsi bisa membuat mereka berpikir tidak masuk akal. Akhirnya, terus berutang dan banyak pengeluaran agar terlihat kaya dan mewah.

3. Meningkatkan Risiko Kejahatan

Postingan di media sosial tentu membuka peluang bagi siapa pun untuk mengetahuinya. Termasuk aktivitas para pelaku flexing. Jika tidak berhati-hati, kebiasaan ini bisa meningkatkan risiko kejahatan. Lantaran, dengan menunjukkan kekayaan dan pamer harta di media sosial, publik akan tahu. Termasuk, mereka kawanan yang siap berbuat tindakan kriminal. Mereka seakan diberi kemudahan dan referensi untuk melancarkan aksi jahatnya. Contohnya, seseorang yang mengunggah uang yang dimilikinya di medsos. Jika diketahui kawanan pencopet, bisa mendorong mereka melancarkan tindak kriminal.

4. Minimnya Rasa Empati

Di tengah kondisi ekonomi, sosial, dan kesehatan masyarakat di berbagai tempat yang belum stabil akibat wabah pandemi, rasanya tidak elok jika ada orang-orang yang bersuka ria pamer harta. Sementara, di kanan dan kirinya banyak orang merasa kesusahan selama 2,5 tahun ini.

Sebelum melakukan flexing, perlu juga dipikirkan betapa banyak orang di luar sana yang tidak seberuntung mereka. Tentu saja atas nama kemanusiaan, ada rasa empati dan simpati terhadap kesulitan dan kesusahan orang lain. Maka, perilaku flexing di media sosial secara berlebihan, bisa dipandang kurang etis dan dapat dianggap minim rasa empati kepada sesama.

Nah, itulah beberapa bahaya dari kebiasaan flexing. Sebaiknya perilaku flexing pergi jauh-jauh dari kita ya!

Tags: Bahaya flexingDampak flexingFlexingPelaku flexingPerilaku flexing
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Sekolah terpencil di Sidoarjo.

Sekolah Terpencil di Sidoarjo Viral Disebut Tak Dapat Perhatian, Ini Penjelasan Dispendikbud

by Dwi Linda
20/07/2026 7:42 PM
0

SIDOARJO, Tugujatim.id – Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Kabupaten Sidoarjo Netti Lastiningsih angkat bicara setelah kondisi sekolah terpencil...

Polije

Polije Siapkan Kampus 7 di Situbondo, Perluas Akses Pendidikan Vokasi

by Mochamad Abdurrochim
20/07/2026 3:00 PM
0

SITUBONDO, Tugujatim.id - Politeknik Negeri Jember (Polije) bersama Pemerintah Kabupaten Situbondo bergegas mematangkan persiapan pembukaan Kampus 7 Polije di Kabupaten...

Unesa

Diduga Lakukan Kekerasan Verbal di Grup Whatsapp, Unesa Nonaktifkan Enam Mahasiswa

by Mochamad Abdurrochim
19/07/2026 12:53 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id – Sebanyak 6 mahasiswa vokasi dinonaktifkan sementara selama proses investigasi yang dilakukan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan...

Mahasiswa UM.

Mahasiswa UM Kembangkan GS-PBL, Strategi Pembelajaran Berbasis Game Tingkatkan Kolaborasi Siswa

by Dwi Linda
19/07/2026 12:00 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) kembali menghadirkan inovasi di bidang pendidikan. Yonna Divanka Yuanvanelli, mahasiswa UM Program...

Next Post
Dorce Gamalama. (Foto: IG dg_kcp/Tugu Jatim)

Mengenal Dorce Gamalama, Jadi Selebriti Terkenal hingga Nama Panggung Terinspirasi dari Gunung di Ternate

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID