SURABAYA, Tugujatim.id – Memiliki keterbatasan penglihatan tidak menyurutkan semangat jemaah haji asal Bali, Kasiyo (70) untuk mewujudkan mimpi ke Tanah Suci. Tahun ini, dia tergabung kloter 72 Embarkasi Surabaya.
Kasiyo (70), jemaah haji asal Tabanan ini dulunya merupakan pensiunan PNS Dinas Sosial Tanabanan Bali. Namun, sekarang untuk mencukupi kebutuhannya sehari-hari dia menjadi tukang pijat.
Pria kelahiran Solo ini tidak mengalami kebutaan dari lahir. Tetapi, sejak usianya dua tahun karena panas tinggi.
“Saya sudah bisa memijat mulai tahun 1975 ketika saya lulus sekolah. Dari kemampuan pijat ini, saya bisa menjadi PNS di Dinas Sosial sebagai pelatih pijat,” ucapnya.
Namun, sejak pensiun, dia kembali menjadi tukang pijat untuk warga. Uang dari hasil memijat memang terhitung tak seberapa. Tetapi, Kasiyo mampu mengumpulkan uang-uang tersebut sedikit demi sedikit.
“Jumlah yang saya tabung itu tidak menentu, patokannnya adalah penghasilan pijat dari 1-4 pasien untuk kebutuhan keluarga, lebih dari itu saya sisihkan,” katanya.
“Jadi jika satu hari saya memperoleh 3 pasien, berarti hari itu saya tidak menabung untuk haji. Apabila sehari ada 6 pasien, penghasilan dari 4 pasien saya pakai kebutuhan keluarga, sedangkan penghasilan dari 2 pasien untuk tabungan haji,” imbuhnya.
Untuk menambah tabungan haji, dia juga menggunakan uang pensiunan untuk pertma kali mendaftar pada 2013 silam.
“Pada tahun 2011, setelah pensiun, dalam hati saya munculi keinginan yang kuat untuk berangkat haji. Dari situ saya mulai tergerak untuk rutin menabung supaya bisa mendaftar haji,” ujarnya.
Dia bersyukur, setelah menanti 11 tahun lamanya akhirnya Kasiyo pergi ke Baitullah untuk melaksanakan ibadah haji. Sayangnya, kali ini dia tidak ditemani istri mengingat uang tabungannya hanya mampu mendaftar satu orang.
“Dulu belum bisa mendaftar berdua bersama istri karena saat itu uangnya hanya cukup buat saya mendaftar sendiri. Semoga Allah SWT memberikan kesempatan pada keluarga kami untuk bisa berhaji,” pintanya.
Tetapi dia teteap berdoa agar suatu hari nanti istri dan anaknya bisa mengikuti jejaknya, menginjakkan kaki ke Mekkah dan Madinah.
“Alhamdulillah, akhirnya cita-cita saya untuk berhaji ke tanah suci bisa terwujud,” tandas Kasiyo dengan rasa bahagi
Kini, Kasiyo yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 72 bersama jemaah haji Provinsi Bali lainnya, telah terbang ke tanah suci pada Jum’at siang (31/5/2024).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Izzatun Najibah
Editor: Darmadi Sasongko








