Kasus Covid-19 Naik 100 Persen, Bupati Kediri Minta Terapkan Micro Lockdown

  • Bagikan
Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana ketika ditemui awak media dan menyebut terkait wacana penerapan micro lockdown di Kabupaten Kediri. (Foto: Rino Hayyu/Tugu Jatim)
Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana ketika ditemui awak media dan menyebut terkait wacana penerapan micro lockdown di Kabupaten Kediri. (Foto: Rino Hayyu/Tugu Jatim)

KEDIRI, Tugujatim.id – Lonjakan positif Covid-19 di Kabupaten Kediri terus berjalan. Dalam sebulan terakhir, Kabupaten Kediri mengalami 100 persen, yakni ada 108 pasien aktif Covid-19. Bahkan, presentase angka kematian di Kabupaten Kediri mencapai 9,5 persen.

Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, mewacanakan akan melakukan micro lockdown untuk desa yang mempunyai warga terinfeksi virus Corona ini. Ia meminta seluruh jajaran camat di Kabupaten Kediri agar tidak ragu menutup jalan desa apabila ada warga yang terkonfirmasi positif.

“Bila diperlukan saya minta Camat langsung melakukan micro lockdown,” ungkap Mas Dhito, sapaan Bupati Kediri saat dikonfirmasi di Pendapa Panjalu Jayati, Selasa (22/6) siang.

Ia membenarkan ada 10 warga Kabupaten Kediri yang sekarang diisolasi di rumah sakit. Hal ini diduga setelah ada kunjungan kerabat dari Bangkalan, Madura. Namun, ia belum dapat memastikan apakah varian baru, Covid Delta sudah masuk di Kabupaten Kediri.

“Informasinya klaster Bangkalan sudah masuk ke Kediri, lha ini kalau sampai ditemukan varian Delta maka perlu adanya micro lockdown,” imbuh Dhito.

Langkah ini, kata Dhito, sebagai antisipasi dari persebaran varian Delta yang lebih cepat sehingga penerapan micro lockdown digulirkan kepada 26 Camat di Kabupaten Kediri.

Ia merinci micro lockdown merupakan penutupan jalan desa apabila ada beberapa warga yang terjangkit Corona. Konsekuensinya, Pemkab Kediri akan memberikan subsidi atau bantuan kebutuhan warga selama penutupan jalan tersebut.

“Misal di Desa A, di jalan B, ada tiga orang positif maka tutup jalannya. Tidak boleh ada aktivitas keluar masuk. Masih banyak warga yang abai dengan protokol kesehatan. Kalau full lockdown itu maka yang harus pemerintah kabupaten adalah memberikan apa subsidi untuk kebutuhannya, kalau satu desa itu akan berat. Maka saya minta micro lockdown, per jalan yang di-lockdown. Kalau per jalan kita sanggup melakukannya,” beber anak Sekretaris Kabinet Jokowi Pramono Anung.

Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Kediri, Ahmad Chotib, mengimbau agar masyarakat mau menahan diri untuk mengurangi mobilitas dan mematuhi protokol kesehatan. Ketika ditanya presentase kematian yang diakibatkan Covid-19, Chotib, menyebut jarak antara rata-rata nasional dengan Kabupaten Kediri sangat jauh.

“Sampai hari ini di Kabupaten Kediri, sekitar 9 persen. Rata-rata nasional sekitar 2,3 kalau nggak salah,” kata Chotib. Menurutnya, presentase kematian ini tergolong sangat tinggi. Meskipun masih ada beberapa daerah yang di Jawa Timur yang sudah mencapai 10 persen rata-rata kematian karena Covid-19.

Berdasar data yang dihimpun, kenaikan pasien sebanyak 60 pasien ini dilihat sebulan terakhir sejak 21 Mei 2021 sampai 20 Juni 2021. Sedangkan untuk kasus positif Covid-19 dalam sebulan terakhir mencapai 274 orang dari 4792 orang menjadi 5066 orang.

Untuk angka kematian akibat Covid-19, Kabupaten Kediri juga mengalami kenaikan dari 467 orang menjadi 486 orang. Artinya, ada 19 orang meninggal dunia karena Covid-19 di Kabupaten Kediri dalam sebulan terakhir.

  • Bagikan