MOJOKERTO, Tugujatim.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Kelas II Jawa Timur memprediksi musim hujan bakal datang lebih cepat. Kondisi ini mengacu pada prediksi kondisi ENSO (El Nino Southern Oscillation) Netral terus bertahan pada semester dua tahun 2025.
Sementara kondisi IOD (Indian Ocean Dipole) negatif akan bertahan hingga November 2025 lalu beralih kembali ke fase Netral.
“Prediksi awal musim hujan bila dibanding dengan normalnya periode 1991 hingga 2020 diprediksi 70 Zona Musim (ZOM) atau 94,5% maju, 1 ZOM atau 1,4% sama, 1 ZOM atau 1,4% mundur, dan 2 ZOM atau 2,7% musim hujan sepanjang tahun 2025,” kata Kepala Stasiun Klimatologi Anung Suprayitno melalui rilis resmi.
Baca Juga: Hujan Disertai Angin Kencang! Pohon Tumbang Timpa Mobil di Mojokerto
Wilayah Jawa Timur meliputi 74 Zona Musim. Sejumlah 49 Zona Musim atau 66,2% diprediksi masuk musim hujan tahun 2025/2026 pada bulan Oktober 2025. Kemudian 14 Zona Musim atau 18,8% pada bulan November 2025.
Disusul 8 Zona Musim atau 10,9% pada bulan September 2025, 1 Zona Musim atau 1,4% pada bulan Desember 2025, dan 2 Zona Musim atau 2,7% akan mengalami musim hujan sepanjang tahun 2025.
“Untuk Zona Musim ZOM 312, 314, dan 335 yang meliputi Kabupaten Malang bagian selatan, Lumajang bagian barat, dan Banyuwangi bagian barat, diprediksi memasuki musim hujan paling awal pada dasarian I bulan September 2025,” imbuh Anung.
Untuk Zona Musim 328 yang meliputi Situbondo bagian utara, diprediksi paling akhir memasuki musim hujan pada dasarian I bulan Desember 2025.
Lalu, Zona Musim 313 dan 332 yang meliputi Kabupaten Malang bagian tenggara dan Lumajang bagian barat daya serta Bondowoso bagian timur dan sebagian Banyuwangi diprediksi memiliki kriteria musim hujan sepanjang tahun 2025.
Sementara, puncak musim hujan 2025/2026 diprediksi dominan terjadi pada bulan Januari 2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Hanif Nanda Zakaria
Editor: Dwi Lindawati








