Tugujatim.id – Tidak sedikit orang mengira aroma parfum berubah karena kualitas produknya. Padahal, dalam banyak kasus, perubahan aroma justru dipengaruhi oleh kebiasaan saat memakai maupun menyimpan parfum.
Mulai dari menggosok pergelangan tangan setelah menyemprot parfum hingga meletakkan botol di tempat yang panas, kebiasaan-kebiasaan sederhana ini dapat memengaruhi perkembangan aroma parfum. Lalu, apa saja yang perlu diperhatikan?
1. Menggosok Pergelangan Tangan Setelah Pakai Parfum
Siapa yang masih punya kebiasaan menggosok kedua pergelangan tangan setelah memakai parfum? Cara ini memang terasa alami, tetapi ternyata bisa memengaruhi perkembangan aroma parfum.
Gesekan pada pergelangan tangan dapat mempercepat penguapan lapisan aroma pembuka (top notes), sehingga perkembangan wanginya terasa berbeda. Akibatnya, aroma pembuka parfum bisa hilang lebih cepat dibandingkan yang seharusnya.
Agar karakter parfum berkembang secara optimal, cukup semprotkan parfum dan biarkan mengering dengan sendirinya tanpa perlu digosok.
2. Menyimpan Parfum Di Tempat yang Terlalu Panas
Pernah meninggalkan parfum di atas meja rias yang terkena sinar matahari atau meletakkannya di dekat jendela? Kebiasaan ini terlihat sepele, tetapi bisa memengaruhi kualitas parfum dalam jangka panjang.
Paparan panas yang terus-menerus dapat mempercepat proses oksidasi sehingga warna cairan berubah dan karakter aromanya perlahan tidak lagi sama seperti saat pertama kali dibeli.
Karena itu, parfum sebaiknya disimpan di tempat yang sejuk, kering, serta terhindar dari sinar matahari langsung agar kualitasnya tetap terjaga.
3. Kulit yang Terlalu Kering
Merasa parfum cepat menghilang padahal baru beberapa jam dipakai? Penyebabnya belum tentu berasal dari parfumnya, tetapi bisa dipengaruhi oleh kondisi kulit.
Kulit yang cenderung kering membuat molekul parfum lebih cepat menguap sehingga wanginya terasa kurang bertahan. Kondisi tersebut sering kali membuat seseorang mengira aroma parfum telah berubah, padahal yang berubah adalah cara parfum bereaksi di permukaan kulit.
Menggunakan pelembap tanpa aroma beberapa menit sebelum memakai parfum dapat membantu menjaga karakter wanginya lebih lama.
4. Menyemprot Parfum Pada Bahan Pakaian Tertentu
Sebagian orang lebih suka menyemprotkan parfum ke pakaian agar wanginya terasa lebih awet. Namun, hasil akhirnya belum tentu sama seperti saat digunakan langsung pada kulit.
Setiap bahan kain memiliki karakter yang berbeda dalam menyerap aroma. Bahan seperti katun atau wol dapat mempertahankan wangi lebih lama, sedangkan beberapa serat sintetis bisa memberikan kesan aroma yang sedikit berbeda.
Itulah sebabnya parfum yang sama terkadang menghasilkan karakter wangi yang tidak persis sama ketika disemprotkan ke pakaian dan kulit.
Baca Juga : 7 Kombinasi Aroma Parfum untuk Cuaca Panas, Wanginya Segar dan Tahan Lama
5. Menggunakan Banyak Produk dengan Aroma yang Kuat
Rutinitas memakai body lotion, deodoran, body wash, hingga hair mist memang sudah menjadi bagian dari keseharian banyak orang. Namun, tanpa disadari, perpaduan aroma yang kurang serasi bisa mengubah karakter parfum yang digunakan.
Jika setiap produk memiliki aroma yang kuat dan berbeda, wanginya dapat saling bercampur sehingga karakter asli parfum menjadi kurang terasa.
Karena itu, banyak pencinta parfum memilih produk perawatan tubuh dengan aroma netral agar parfum tetap menjadi aroma yang paling dominan.
6. Membiarkan Botol Parfum Terbuka Terlalu Lama
Sering memindahkan parfum ke botol decant? Jangan lupa segera menutup kembali botol utamanya agar kualitas aroma tetap terjaga.
Paparan udara yang terlalu lama dapat mempercepat proses oksidasi. Jika terjadi secara berulang, kondisi ini berpotensi memengaruhi kualitas aroma parfum sehingga wanginya tidak lagi sama seperti sebelumnya.
Meski terdengar sederhana, membiasakan menutup botol parfum segera setelah digunakan dapat membantu mempertahankan karakter aroma dan kualitasnya dalam jangka waktu yang lebih lama.
7. Menyemprot Parfum Saat Kulit Masih Basah
Selesai mandi lalu langsung memakai parfum mungkin menjadi kebiasaan banyak orang. Namun, kondisi kulit yang masih terlalu basah ternyata dapat memengaruhi cara parfum berkembang.
Air yang masih menempel di permukaan kulit dapat membuat parfum bercampur dengan kelembapan sehingga penyebaran aromanya tidak berlangsung secara optimal. Akibatnya, karakter parfum yang tercium bisa terasa berbeda dibandingkan saat digunakan pada kulit yang sudah benar-benar kering.
Sebaiknya tunggu beberapa saat hingga kulit mengering atau cukup lembap sebelum menyemprotkan parfum agar setiap lapisan aromanya berkembang dengan lebih baik.
Tidak semua perubahan aroma parfum menandakan kualitasnya menurun. Dalam banyak kasus, kebiasaan saat menggunakan dan menyimpan parfum justru menjadi faktor yang memengaruhi bagaimana aroma berkembang di kulit maupun di dalam botol.
Dengan memahami hal-hal sederhana tersebut, parfum dapat mempertahankan karakter aromanya lebih lama sekaligus memberikan pengalaman yang sesuai dengan komposisi yang dirancang oleh pembuatnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer : Dewi Bulan/Magang
Editor: Mochamad Abdurrochim








