Tugujatim.id – Pernah melihat tulisan label S/S 2025 atau F/W 2025 saat membuka katalog atau situs brand fashion internasional? Sekilas, kode tersebut mungkin hanya terlihat sebagai nama koleksi terbaru. Padahal, dua singkatan itu merupakan bagian dari kalender industri fashion dunia yang telah digunakan selama puluhan tahun.
Bukan hanya menjadi penanda waktu peluncuran koleksi, istilah S/S dan F/W juga memengaruhi pemilihan bahan, warna, hingga model pakaian yang kemudian menjadi tren di berbagai negara, termasuk Indonesia. Tak heran jika kedua label tersebut hampir selalu muncul setiap kali brand fashion internasional merilis koleksi baru.
Lantas, apa sebenarnya arti S/S dan F/W? Mengapa hampir semua brand fashion menggunakan istilah tersebut?
S/S dan F/W Bukan Sekadar Singkatan
S/S merupakan singkatan dari Spring/Summer atau musim semi dan musim panas, sedangkan F/W berarti Fall/Winter atau musim gugur dan musim dingin. Dalam industri fashion dunia, kedua istilah tersebut digunakan untuk menandai koleksi pakaian yang dirancang mengikuti karakter setiap musim.
Meski terdengar sederhana, S/S dan F/W bukan hanya menunjukkan kapan sebuah koleksi dirilis. Di balik dua singkatan tersebut terdapat konsep yang menjadi acuan para desainer dalam menentukan bahan, warna, hingga siluet pakaian agar sesuai dengan karakter musim yang akan datang.
Karena itu, koleksi Spring/Summer umumnya menghadirkan pakaian berbahan ringan seperti katun atau linen dengan warna-warna cerah yang memberikan kesan segar. Sementara itu, koleksi Fall/Winter identik dengan penggunaan bahan yang memberikan rasa hangat, seperti wol, rajut, dan kulit, yang dipadukan dengan palet warna cenderung gelap dan earthy.
Mengapa Hampir Semua Brand Fashion Menggunakannya?
Berbeda dengan banyak industri lainnya, dunia fashion memiliki kalender koleksi yang telah menjadi standar internasional. Kalender inilah yang menjadi acuan berbagai brand untuk menentukan kapan koleksi baru diperkenalkan kepada publik.
Koleksi Spring/Summer biasanya diluncurkan beberapa bulan sebelum musim semi dimulai, sedangkan koleksi Fall/Winter diperkenalkan menjelang musim gugur. Tujuannya agar konsumen memiliki waktu mengenal tren terbaru sekaligus mempersiapkan pakaian sebelum pergantian musim benar-benar terjadi.
Menariknya, koleksi tersebut tidak diluncurkan tepat saat musim dimulai. Dalam industri fashion, brand umumnya mulai memperkenalkan koleksi Spring/Summer ketika cuaca di beberapa negara masih terasa dingin. Sementara itu, koleksi Fall/Winter identik dengan penggunaan bahan yang memberikan rasa hangat, seperti wol, rajut, dan kulit, yang dipadukan dengan palet warna cenderung gelap dan earthy.
Kalender tersebut juga menjadi acuan dalam berbagai ajang bergengsi, seperti Paris Fashion Week, Milan Fashion Week, London Fashion Week, dan New York Fashion Week. Setiap musim, berbagai desainer memperkenalkan koleksi terbaru yang kemudian menjadi inspirasi tren fashion di berbagai belahan dunia.
Mengapa Indonesia Juga Mengenal S/S dan F/W?
Indonesia memang hanya memiliki musim hujan dan musim kemarau. Namun, bukan berarti masyarakat asing dengan istilah S/S dan F/W.
Saat mengunjungi gerai fashion internasional atau melihat katalog koleksi terbaru secara daring, label tersebut hampir selalu muncul pada setiap pergantian koleksi. Hal ini karena S/S dan F/W bukan hanya menunjukkan kondisi cuaca, melainkan juga menjadi identitas koleksi yang dirilis secara global.
Ketika sebuah brand memperkenalkan koleksi terbarunya di panggung fashion dunia, koleksi yang sama umumnya juga dipasarkan ke berbagai negara, termasuk Indonesia. Meski begitu, bukan berarti masyarakat Indonesia harus mengenakan pakaian yang sama persis seperti di negara empat musim.
Yang lebih banyak diadopsi justru unsur desainnya, mulai dari pilihan warna, potongan pakaian, hingga gaya berpakaian yang sedang menjadi tren. Tak sedikit pula orang yang mengira S/S dan F/W merupakan nama seri atau kode produk. Padahal, dua singkatan tersebut telah lama digunakan sebagai penanda musim dalam kalender fashion internasional dan menjadi acuan bagi desainer, pembeli, hingga pelaku industri fashion di berbagai negara.
Lalu, Haruskah Mengikuti Tren S/S dan F/W?
Memahami arti S/S dan F/W bukan berarti harus selalu mengikuti setiap tren yang hadir setiap musim. Namun, mengetahui makna kedua istilah tersebut dapat membantu saat membaca katalog brand internasional, mencari inspirasi gaya berpakaian, atau berbelanja secara daring.
Di Indonesia, tren S/S dan F/W lebih cocok dimanfaatkan sebagai sumber inspirasi dalam berpakaian sesuai selera dan kebutuhan masing-masing.
Jadi, lain kali ketika melihat tulisan S/S 2026 atau F/W 2026 di etalase toko maupun katalog brand favorit, Anda sudah tahu bahwa kode tersebut bukan sekadar nama koleksi. Di balik dua huruf itu tersimpan kalender industri fashion dunia yang selama puluhan tahun menjadi acuan lahirnya berbagai tren baru setiap musim.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer : Dewi Bulan/Magang
Editor: Mochamad Abdurrochim








