• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
kebun binatang surabaya tugu jatim

Pengunjung KBS melakukan feeding time untuk satwa babi rusa, pada Minggu (13/8/2023). Foto: Izzatun Najibah/Tugu Jatim

Kebun Binatang Surabaya Kenalkan Interaksi Bersama Satwa Dilindungi

Lizya Kristanti by Lizya Kristanti
3 years ago
in Wisata
0
Share on FacebookShare on Twitter

SURABAYA, Tugujatim.id – Melindungi satwa yang terancam menjadi tanggung jawab semua pihak. Gerakan untuk saling menyadarkan tentang pentingnya menjaga hewan dilindungi kian masif dilakukan.

Salah satunya yang sedang digerakkan oleh organisasi Action Indonesia Global Species Management Plan (GSMP). GSMP berfokus pada perlindungan empat satwa yakni anoa, babi rusa, banteng, dan harimau sumatra.

You might also like

Gunung Jawa Timur.

Gunung Jawa Timur Pemula Wajib Daki: View Oke, Track Nggak Nyiksa

13/06/2026 11:41 AM
Bukit Bintang Pacitan.

Sunrise Bukit Bintang Pacitan: Lebih Bagus dari Bromo? Buktiin Sendiri

13/06/2026 10:19 AM

Kali ini, GSMP bersama Kebun Binatang Surabaya (KBS) di Jawa Timur memperkenalkan satwa babi rusa kepada pengunjung. Seluruh pengunjung bisa berinteraksi dengan babi rusa melalui pawang di KBS. “Saya melihat pengunjung cukup antusias untuk bertanya ke pawang tapi sedikit malu-malu,” kata Kepala Humas KBS, Lintang, pada Minggu (13/8/2023).

Memperkenalkan babi rusa melalui interaksi secara langsung, pengunjung juga bisa feeding time sekaligus mengulik lebih jauh soal satwa. “Penontonnya banyak kayaknya pada malu-malu. Kalau setiap minggu feeding time. Untuk merangkul para pecinta satwa supaya mereka tidak pelihara di rumah dan edukasi secara langsung ketika berinteraksi. Kita juga punya aturan untuk kapasitas makanannya,” imbuhnya.

Terdengar, salah seorang pengunjung menanyakan perihal batas umur babi rusa. Selain itu, kepada anak-anak balita, pawang memperkenalkan makanan babi rusa.

“Tujuannya, menimbulkan kepedulian antarpengunjung bahwa satwa-satwa itu tidak selayaknya mereka pelihara, mereka buru, jangan dipelihara secara pribadi,” jelasnya.

Menurut Lintang, penting bagi masyarakat untuk memahami setiap satwa. Terlebih kepada larangan untuk memelihara satwa yang dilindungi. Habitatnya yang mulai menipis membuat satwa semakin terancam. Namun dengan memelihara satwa di rumah juga bukan menjadi solusi yang tepat.

“Nanti ditakutkan gennya tercampur, kemudian kesejahteraannya terpenuhi. Kandang itu kan harus ada ketentuannya, tidak sembarangan,” pungkasnya.

Reporter: Izzatun Najibah
Editor: Lizya Kristanti

Tags: berita Surabayaberita Surabaya hari iniKBSKebun Binatang SurabayaSurabaya
Lizya Kristanti

Lizya Kristanti

Related Stories

Gunung Jawa Timur.

Gunung Jawa Timur Pemula Wajib Daki: View Oke, Track Nggak Nyiksa

by Dwi Linda
13/06/2026 11:41 AM
0

Tugujatim.id - Bagi kamu yang baru ingin mencoba hobi mendaki, ada banyak pilihan gunung Jawa Timur ini menawarkan pemandangan indah...

Bukit Bintang Pacitan.

Sunrise Bukit Bintang Pacitan: Lebih Bagus dari Bromo? Buktiin Sendiri

by Dwi Linda
13/06/2026 10:19 AM
0

PACITAN, Tugujatim.id – Bukit Bintang Pacitan mungkin belum sepopuler destinasi wisata lain yang lebih dulu viral di media sosial. Tapi...

Kuliner Khas Banyuwangi.

Sego Lemeng dan Kopi Uthek Jadi Buruan Wisatawan, Kuliner Khas Banyuwangi Makin Populer

by Dwi Linda
13/06/2026 9:18 AM
0

BANYUWANGI, Tugujatim.id – Banyuwangi selama ini dikenal sebagai daerah yang memiliki beragam destinasi wisata alam menarik, mulai dari Kawah Ijen,...

Lights Wonderland Malang

Lights Wonderland Malang Sulap GOR Ken Arok dengan 5 Juta Lampu, Jadi Wisata Malam Baru

by Mochamad Abdurrochim
12/06/2026 4:32 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Festival cahaya Malang bertajuk Lights Wonderland Malang resmi hadir di kawasan GOR Ken Arok dengan menghadirkan sekitar...

Next Post
Dosen Fakultas Psikologi Universitas Negeri Malang Kurangi Burnout Pendamping PKH Lewat Pelatihan Mindfullness

Dosen Fakultas Psikologi Universitas Negeri Malang Kurangi Burnout Pendamping PKH Lewat Pelatihan Mindfullness

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID