YUNANI, Tugujatim.id – Keindahan Santorini yang terkenal dengan bangunan putih berundak di tepi Laut Aegea selama ini menjadi simbol surga wisata Eropa. Pulau kecil di Yunani ini selalu masuk dalam daftar destinasi impian wisatawan dunia karena panorama matahari terbenam di Oia, laut biru yang memukau, serta suasana romantis yang sulit ditemukan di tempat lain.
Namun, di balik pesona tersebut, Santorini kini menghadapi ancaman serius: overtourism atau lonjakan wisatawan berlebihan yang mulai mengganggu keseimbangan lingkungan dan kehidupan masyarakat lokal.
Selama bertahun-tahun, Santorini menikmati popularitas global sebagai destinasi wisata kelas dunia. Setiap musim panas, ribuan wisatawan datang melalui kapal pesiar, pesawat, maupun jalur laut untuk menikmati pemandangan yang terkenal di Instagram.
Baca Juga: The Nice Playland Probolinggo, Destinasi Wisata Baru Langsung Diserbu Pengunjung
Namun, tingginya jumlah kunjungan justru menjadi tantangan besar bagi pulau yang memiliki luas wilayah terbatas dan infrastruktur yang tidak dirancang untuk menampung jutaan wisatawan setiap tahun.
Menurut laporan riset pariwisata Santorini, Pemerintah Yunani mulai menerapkan kebijakan tegas sejak 2025 dengan membatasi jumlah penumpang kapal pesiar yang dapat turun setiap hari. Batas harian ditetapkan sekitar 8.000 penumpang kapal pesiar per hari, jauh lebih rendah dibandingkan sebelumnya yang bisa mencapai lebih dari 17.000 wisatawan dalam satu waktu pada musim puncak. Kebijakan ini bertujuan mengurangi kepadatan dan menjaga kualitas lingkungan serta pengalaman wisata.
Langkah Tegas Pemerintah
Pembatasan jumlah wisatawan menjadi salah satu langkah konkret Pemerintah Yunani untuk menjaga Santorini dari kerusakan akibat pariwisata massal. Selain pembatasan kapal pesiar, pemerintah juga menerapkan pajak wisata bagi penumpang kapal pesiar yang datang ke pulau tersebut, terutama pada musim liburan.
Kebijakan pajak ini berkisar hingga 20 Euro per wisatawan pada musim puncak yang digunakan untuk memperbaiki infrastruktur, pengelolaan limbah, serta mendukung pariwisata berkelanjutan. Langkah ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak ingin menutup Santorini bagi wisatawan, tetapi berusaha menjaga keseimbangan antara ekonomi dan kelestarian lingkungan.
Selain itu, pemerintah juga mempertimbangkan pembatasan akses ke kawasan populer seperti Oia saat musim puncak, pengaturan sewa jangka pendek seperti Airbnb, serta peningkatan sistem pengelolaan sampah dan tata ruang kota. Kebijakan ini dirancang untuk memastikan Santorini tetap menjadi destinasi wisata yang nyaman bagi pengunjung sekaligus layak huni bagi masyarakat lokal.
Kekhawatiran Warga dan Peneliti
Kekhawatiran terhadap overtourism bukan tanpa alasan. Penelitian akademik tentang Santorini menunjukkan bahwa lonjakan wisatawan telah memengaruhi identitas wilayah, pola ekonomi, serta kondisi lingkungan pulau. Overtourism bahkan dinilai berpotensi mengancam kekayaan alam dan budaya yang menjadi daya tarik utama Santorini.
Beberapa analis pariwisata juga menilai bahwa kebijakan pembatasan wisatawan merupakan langkah strategis untuk menjaga keberlanjutan destinasi. Yunani dianggap mulai menerapkan pendekatan berbasis data untuk melindungi lanskap alam dan identitas budaya Santorini, sekaligus memastikan pariwisata tetap berjalan secara sehat dalam jangka panjang.
Ulasan Wisatawan: Indah, tapi Terlalu Ramai
Pengalaman wisatawan yang berkunjung ke Santorini juga mencerminkan kondisi overtourism yang terjadi. Banyak pengunjung mengakui bahwa pulau ini sangat indah, tetapi keramaian sering kali mengurangi kenyamanan.
Ulasan wisatawan di platform perjalanan ZigZag On Earth menyebutkan bahwa Santorini tetap menjadi destinasi luar biasa, tetapi pembatasan wisatawan justru memberikan pengalaman yang lebih nyaman karena keramaian mulai berkurang dan kunjungan menjadi lebih tertata. Wisatawan juga menyarankan datang pada bulan Mei atau September agar bisa menikmati suasana yang lebih tenang.
Baca Juga: 5 Deretan Wisata di Surabaya Ramai Pengunjung, Mana Paling Favorit Anak Muda?
Sementara itu, laporan riset pariwisata Greek Trip Planner Research menilai bahwa kebijakan pembatasan kapal pesiar telah menciptakan “perubahan besar dalam pola kunjungan wisata,” dengan distribusi wisatawan yang lebih merata dan tekanan terhadap pulau yang mulai berkurang. Hal ini menunjukkan bahwa kebijakan pemerintah mulai memberikan dampak positif terhadap kualitas pariwisata di Santorini.
Menjaga Surga Wisata Dunia
Santorini merupakan contoh nyata bagaimana destinasi wisata terkenal harus berjuang menjaga keseimbangan antara popularitas dan kelestarian. Keindahan yang selama ini menjadi daya tarik utama justru terancam oleh jumlah wisatawan yang terlalu banyak. Karena itu, pembatasan pengunjung bukanlah bentuk penolakan terhadap wisatawan, melainkan upaya menjaga pulau ini agar tetap indah untuk generasi mendatang.
Kebijakan pembatasan wisatawan, pajak kapal pesiar, serta pengaturan pembangunan menjadi langkah penting agar Santorini tidak kehilangan identitasnya sebagai pulau romantis yang tenang dan eksotis. Pemerintah Yunani berusaha memastikan bahwa pariwisata tetap menjadi sumber ekonomi tanpa merusak alam dan budaya lokal.
Pada akhirnya, Santorini mengajarkan bahwa keindahan alam memiliki batas daya tampung. Jika tidak dikelola dengan baik, surga wisata bisa berubah menjadi korban popularitasnya sendiri. Dengan kebijakan yang lebih ketat, Santorini kini mencoba menjaga keseimbangan antara keindahan, kenyamanan, dan keberlanjutan agar pesonanya tetap hidup di mata dunia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Nurul Asmalia/Magang
Editor: Dwi Lindawati








