JEMBER, Tugujatim.id – Tes Kompetensi Akademik (TKA) yang berlangsung serentak di seluruh Indonesia, termasuk Kabupaten Jember, memiliki makna lebih dari sekadar penilaian siswa. TKA di Jember ini merupakan instrumen pemerintah untuk mengukur pencapaian akademis secara transparan dan memetakan standar kualitas pendidikan di tingkat nasional.
TKA dirancang untuk melengkapi validasi rapor dalam proses seleksi masuk universitas sambil memberikan gambaran jelas kepada siswa tentang kemampuan dan area yang perlu diperbaiki. Harapannya, institusi pendidikan pun terdorong memperbaiki metode pengajaran mereka.
Baca Juga: Langkah Kemendikdasmen Soal Viral Peserta TKA Live Tiktok Saat Ujian
Tenaga Ahli Manajemen Talenta dari Kemendikdasmen Dr Mariman Darto mengapresiasi jalannya TKA di Jember yang menurutnya tertib dan sistematis. Dari 346 siswa yang mengikuti ujian, semuanya hadir atas kesadaran sendiri tanpa paksaan.
“Atmosfer sekolah sangat kondusif. Persiapan tidak cuma dari sisi teknis, tapi juga kesiapan psikologis. Para siswa telah memahami nilai strategis pendidikan,” tuturnya ketika memantau TKA di SMAN 2 Jember, Selasa (04/11/2025).
SMAN 2 Jember Jadi Rujukan Implementasi CBT
Menurut Mariman, kesuksesan ini berkat kebiasaan ujian digital yang sudah mengakar di sekolah-sekolah setempat. SMAN 2 Jember menjadi rujukan implementasi computer based test (CBT).
Mulai dari tes harian hingga ujian akhir semester, siswa sudah akrab dengan format digital, sehingga saat menghadapi TKA mereka tampil lebih tenang dan fokus pada penguasaan substansi materi.
Kendati ruang kelas terbatas dan jarak antar-meja relatif dekat, pengawasan dilakukan dengan sangat ketat. Para pengawas memverifikasi bahwa tidak ada peserta yang membawa ponsel atau perangkat komunikasi, sesuai regulasi dalam Kepmendikdasmen No. 95/2024.
“Pengawas adalah garda terakhir untuk menjamin integritas ujian. Ini krusial agar TKA berlangsung objektif, berkeadilan, dan bebas dari intimidasi,” tegas Mariman.
Dia menyebut keberhasilan Jember patut menjadi rujukan wilayah lain dalam tiga hal, yaitu kelengkapan infrastruktur, kesiapan mental peserta, dan kedisiplinan pengawasan. Lebih jauh, TKA di Jember diharapkan menjadi tolok ukur valid atas prestasi belajar siswa sekaligus instrumen strategis pemerintah dalam mengangkat kualitas pendidikan di sekolah-sekolah.
“Jika model ini dijalankan secara berkelanjutan, hasilnya bukan hanya angka prestasi akademik, melainkan juga pembentukan karakter siswa yang kompeten bersaing di perguruan tinggi dan kehidupan bermasyarakat,” tutup Mariman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Diki Febrianto
Editor: Dwi Lindawati








