Tugujatim.id – Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) kini telah mengembangkan inovasi lewat aplikasi Sistem Informasi Manajemen Risiko (SIM-RISK). Tujuan pengembangan aplikasi SIM-RISK untuk mempermudah satuan kerja dalam proses identifikasi dan pengelolaan risiko.
Kemenimipas bekerja sama dengan PT Bengkel Web Indonesia sebagai mitra pengembang aplikasi SIM-RISK ini.
Baca Juga: Pegadaian Genjot Transformasi Digital Lewat Aplikasi Tring! Siapkan ATM Emas di Surabaya
Untuk diketahui, aplikasi SIM-RISK bakal menjadi alat bantu utama dalam menerapkan manajemen risiko di lingkungan Kemenimipas. Melalui aplikasi ini, proses pengisian dan pelaporan manajemen risiko dapat dilakukan lebih cepat, akurat, dan terintegrasi, menggantikan cara manual yang selama ini dipakai.
Sekretaris Inspektorat Jenderal Ika Yusanti mengatakan, kepala satuan kerja mudah mengelola risiko lewat aplikasi SIM-RISK.
“Melalui aplikasi SIM-RISK, akan memudahkan kepala satuan kerja dalam mengelola risiko. Pemantauan nya juga jadi lebih efektif,” kata Ika Yusanti.
Target Digunakan secara Penuh pada Akhir 2025
Ika juga menyampaikan, manajemen risiko berbasis TI adalah inovasi yang diinisiasi Kabag Perencanaan dan Tindak Lanjut Hasil Pengawasan Marhadi. Kemenimipas kini berbasis data analitik, proses lebih cepat, efektif dan akurat.
Kemenimipas menargetkan aplikasi SIM-RISK dapat digunakan secara penuh pada akhir tahun. Yaitu untuk pengelolaan risiko pada kinerja 2026.
“Perjanjian kinerja yang akan ditandatangani pada akhir tahun, akan dilengkapi dengan manajemen risiko yang terintegrasi. Kehadiran aplikasi ini diharapkan mendukung terwujudnya sistem pengawasan yang lebih modern, efisien, dan berbasis data di seluruh satuan kerja,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Editor: Dwi Lindawati








