Kemenkes Wajibkan Fasyankes Pasang QR Code di Pintu Masuk dan Keluar - Tugujatim.id

Kemenkes Wajibkan Fasyankes Pasang QR Code di Pintu Masuk dan Keluar

  • Bagikan
QR Code PeduliLindungi. (Foto: Kemenkes/Tugu Jatim)
QR Code PeduliLindungi. (Foto: Kemenkes)

Tugujatim.id – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menginstruksikan kepada seluruh fasyankes agar memasang QR Code yang terintegrasi dengan aplikasi PeduliLindungi di setiap akses pintu masuk dan keluar di lingkungan instansinya. Untuk fasyankes yang dimaksud meliputi rumah sakit, puskesmas, klinik, serta laboratorium kesehatan.

Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Prof Abdul Kadir menjelaskan, pemasangan QR Code PeduliLindungi tersebut dimaksudkan untuk mengetahui jumlah pengunjung, mempermudah pelacakan pegawai, maupun pengunjung yang datang ke fasyankes, baik milik pemerintah dan swasta serta pendataan situasi Covid-19 di lokasi tersebut. Dengan demikian, protokol kesehatan (prokes) dapat diterapkan dengan baik.

“Meski kasus mereda, Kemenkes terus memperluas pemasangan QR Code di tempat-tempat publik, termasuk fasyankes. Ini untuk mempermudah pemeriksaan dan pelacakan setiap pengunjung yang datang. Jadi, mobilitas mereka terpantau terus, kalau ada yang positif jadi lebih mudah tracing-nya,” kata Prof Abdul Kadir.

Prof Kadir menginstrusikan kepada seluruh fasyankes agar segera memasang QR Code PeduliLindungi. Cara mendapatkannya adalah dengan mengajukan permohonan kepada pemerintah di laman cmsreg.dto.kemkes.go.id, tunggu hingga akun diverifikasi. Lalu buat password untuk aktivasi akun dan login di alamat https://cms.pedulilindungi.id.

Anda masukkan detail informasi tempat/lokasi, kemudian unduh, selanjutnya cetak poster QR Code dan letakkan di pintu masuk maupun keluar fasyankes. Sistem check-in dilakukan dengan memindai QR Code lewat aplikasi PeduliLindungi di handphone/gawai masing-masing pengunjung

Apabila pengujung tidak memiliki gawai, maka petugas akan membantu proses verifikasi manual berdasarkan NIK dan nama di situs PeduliLindungi memakai gawai/handphone/komputer yang terkoneksi dengan internet.

“Jadi pengujung yang tidak memiliki gawai masih bisa masuk ke fasyankes selama yang bersangkutan memiliki sertifikat vaksinasi Covid-19,” katanya.

Melalui strategi ini, Prof Kadir menambahkan, diharapkan mampu membantu menekan angka penularan Covid-19, terutama di tempat dengan interaksi dan mobilitas tinggi seperti fasyankes.

  • Bagikan