• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
kereta gantung. (Foto: Pexels/Tugu Jatim)

Ilustrasi kereta gantung. (Foto: Pexels)

Kereta Gantung Gunung Rinjani Lombok Digadang-gadang Jadi yang Terpanjang di Dunia, Ini Polemik Pembangunannya!

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
4 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

LOMBOK, Tugujatim.id – Kawasan Gunung Rinjani kabarnya akan mempunyai kereta gantung dan akan segera direalisasikan. Kereta gantung yang akan dibangun di gunung yang terletak di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), tersebut diwacanakan bakal menjadi kereta gantung terpanjang di dunia. Panjangnya mencapai 10 km. Rencananya, pengerjaan pembangunan ini berlokasi di kaki Gunung Rinjani, tepatnya di Desa Lantan, Lombok Tengah.

Melihat wacana pembangunan kereta gantung tersebut, sebuah megaproyek ini bakal menelan biaya yang tidak sedikit, yaitu ratusan hingga triliunan rupiah. Dilansir dari ntb.inews.id, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu NTB (DPMPTSP) Mohammad Rum mengatakan ada investor dari Tiongkok yang bersedia mengucurkan dana untuk proyek ini.

You might also like

Piala Dunia 2026.

Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Ribuan Warga Nobar di Sidoarjo Senang Berhadiah Umrah hingga Sepeda Gunung

20/07/2026 6:05 PM
Pungli.

Kasus Dugaan Pungli Sewa Lahan Pemkot Surabaya, LPMK Kalijudan Janji Kembalikan Uang Pedagang

20/07/2026 5:18 PM

“Anggaran yang akan digelontorkan investor asal Tiongkok mencapai Rp 2,1 triliun. Jumlah itu sudah termasuk pembuatan resort,” ujar Muhammad Rum pada Selasa (21/06/2022).

Meski begitu, pembangunan kereta gantung ini menimbulkan pro kontra karena dinilai akan menimbulkan efek yang tidak baik bagi kelestarian alam dan merusak citra Taman Nasional. Dilansir dari CNNIndonesia.com, juru kampanye senior hutan Greenpeace Indonesia Annisa Rahmawati mengaku keberatan dengan adanya kereta gantung di Gunung Rinjani.

“Saya dengar kereta gantung ini bisa mengangkut 300 penumpang per jam. Tapi, konsep pembangunan wisata massal ini rasanya tidak cocok untuk taman nasional,” ujar Annisa.

Sementara itu, pemerintah setempat mendukung pembangunan kereta gantung dan memberi lampu hijau kepada para investor yang ingin berkontribusi dalam proyek ini. Mereka menilai proyek kereta gantung tersebut dapat mendongkrak sektor pariwisata seperti halnya Kawasan Mandalika dan Sirkuit MotoGP.

Wakil Bupati Lombok Tengah H.M. Nursiah pun mengatakan, investor tidak perlu ragu untuk menanamkan modalnya di Lombok.

“Kami sangat terbuka, teman-teman bisa dengan mudah untuk akses informasi terkait izin maupun proyek-proyek yang bisa ditender melalui website yang telah disiapkan pemerintah kabupaten. Jadi, kami pastikan semua berjalan terbuka, cepat, dan bersih. Para investor jangan ragu untuk menanamkan modal di Kabupaten Lombok Tengah,” ujar Nursiah.

Saat ini proyek tersebut sedang dikaji pemerintah setempat bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengenai dampaknya terhadap lingkungan.

Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Dedy Asriady menegaskan pembangunan kereta gantung tidak melewati Kawasan TNGR, tapi di luar Kawasan TNGR. Dedy juga meyakinkan pembangunan ini tidak akan melintasi Segara Anak maupun Puncak Rinjani, tapi sisi luar dari Taman Nasional, yaitu di kaki Gunung Rinjani.

 

 

—
Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugujatim , Facebook Tugu Jatim , 
Youtube Tugu Jatim ID , dan Twitter @tugujatim

 

 

Tags: Bencana Gunung KeludBerita Lombok hari iniGunung RinjaniGunung Rinjani LombokKereta gantungKereta gantung di Gunung RinjaniWacana kereta gantung di Lombok NTB
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Piala Dunia 2026.

Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Ribuan Warga Nobar di Sidoarjo Senang Berhadiah Umrah hingga Sepeda Gunung

by Dwi Linda
20/07/2026 6:05 PM
0

SIDOARJO, Tugujatim.id – Ribuan warga memadati Jalan Cokronegoro di depan Pendopo Delta Wibawa, Kabupaten Sidoarjo, Senin dini hari (20/07/2026). Mereka...

Pungli.

Kasus Dugaan Pungli Sewa Lahan Pemkot Surabaya, LPMK Kalijudan Janji Kembalikan Uang Pedagang

by Dwi Linda
20/07/2026 5:18 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Kelurahan Kalijudan, Surabaya, menggelar pertemuan bersama LPMK Kalijudan dan para pedagang kali lima (PKL) terkait kasus pungutan...

Jembatan Sonokembang.

Jembatan Sonokembang Kota Malang Mulai Dibuka, Truk Tronton Bakal Dilarang Melintas

by Dwi Linda
20/07/2026 5:01 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Jembatan Sonokembang di Kota Malang, Jatim, kini mulai dibuka untuk masyarakat meski proses pembangunannya masih menyisakan tahap...

Rajut

Produk Rajut Ernawati Lolos Kurasi, Masuk Display Gerai Ritel Fashion Asal Jepang, Kini Tembus Pasar Internasional

by Mochamad Abdurrochim
20/07/2026 3:30 PM
0

SIDOARJO, Tugujatim.id – Produk rajut milik Ernawati, pelaku UMKM asal Desa Candipari, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, berhasil lolos kurasi Dinas...

Next Post
Migor curah. (Foto: Laoh Mahfud/Tugu Jatim)

Beli Migor Curah Pakai PeduliLindungi, Pedagang Kota Pasuruan: Ribet Banget!

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID