MALANG, Tugujatim.id – Insiden kereta kelinci maut viral di media sosial (medsos) lewat video rekaman CCTV hingga membuat bocah bernama Aidan Syam Julian, 7, warga Desa Sengguruh, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, tewas diduga terlindas roda belakang. Peristiwa ini terjadi di Jalan Sekolahan, Desa Sengguruh, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Rabu (22/02/2023), sekitar pukul 12.00.
Pasca insiden kereta kelinci maut itu, korban terlindas langsung dilarikan ke RSUD Kanjuruhan oleh sopir kereta kelinci. Sayang, nyawanya tidak tertolong saat perjalanan ke RS.
Budi Santoso, paman Aidan, mengatakan, keponakannya diduga terjatuh dari kereta kelinci karena akan membetulkan sandalnya yang hampir lepas. Saat membungkuk, dia tersungkur dan terjatuh.
“Menurut keterangan teman-temannya, saat kereta melaju, korban menunduk untuk membenahi sandalnya yang hampir terlepas. Dia langsung tersungkur dan terguling ke jalan,” ujar Budi Santoso.
Menurut dia, kereta kelinci maut itu dalam perjalanan pulang setelah berkeliling di wilayah Kecamatan Kepanjen dan Desa Kanigoro, Kecamatan Pagelaran.
“Nah, saat itu odong-odong itu sudah berkeliling dan menuju pulang,” kata Budi.
Dia melanjutkan, keluarga sudah mengikhlaskan kepergian korban dan menganggap peristiwa ini sebagai musibah. Sopir odong-odong pun telah bertemu dengan keluarga korban dan meminta maaf.
“Sopir odong-odong sudah bertemu dengan kami dan siap bertanggung jawab,” kata Budi.
Dia menambahkan, ini kali pertama korban naik kereta kelinci. Sebelumnya, orang tua korban selalu melarang dan korban patuh.
“Sebenarnya orang tua ananda ini selalu melarang untuk naik kereta kelinci. Biasanya dia selalu patuh. Namun, kemarin ibunya tidak tega karena selalu dilarang. Akhirnya dia diizinkan,” ujarnya.
Meski keluarga korban dan sopir kereta kelinci maut sudah berdamai, pihak kepolisian tetap menyelidiki kasus ini.
Sementara itu, Kasatlantas Polres Malang AKP Agnis Juwita Manurung mengatakan, pihaknya kini tengah memeriksa keluarga korban dan sopir kereta kelinci.
“Kendaraan yang digunakan sudah kami amankan di Satlantas Polres Malang dan sekarang sedang diperiksa,” ujar Agnis.








