SURABAYA, Tugujatim.id – Gelombang kerusuhan yang melanda sejumlah daerah di Jawa Timur meninggalkan kerugian maupun luka mendalam tidak hanya secara sosial, tetapi juga dari sisi ekonomi. Polda mencatat, total kerugian akibat aksi kerusuhan di Jatim yang disertai pembakaran hingga penjarahan fasilitas publik mencapai Rp256 miliar.
Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto menegaskan, angka itu bukan nominal kecil. Dari jumlah tersebut, Rp42 miliar ditanggung Polri, sementara lebih dari Rp214 miliar menjadi beban pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota.
Baca Juga: DPRD Surabaya Desak Pemkot Evaluasi Rutin Sopir Suroboyo Bus
“Angka ini sangat disayangkan. Dana sebesar itu seharusnya bisa dialokasikan untuk pembangunan, pendidikan, atau kesehatan masyarakat, bukan malah hangus akibat kerusuhan,” ucap Nanang, Jumat (19/09/2025).
Dia menambahkan, fenomena kerusuhan di Jatim kali ini tidak lepas dari pengaruh media sosial yang kerap dijadikan ruang provokasi.
“Bijaklah menggunakan teknologi. Medsos bisa jadi sarana edukasi, tapi juga bisa memicu perpecahan jika tidak disaring dengan baik,” tutur Nanang.
Polda Buru Aktor di Balik Kerusuhan
Saat ini, Polda Jatim tengah memburu aktor intelektual di balik kerusuhan. Jejak digital diyakini akan mengarah pada sosok-sosok yang menjadi otak penggerak.
“Tim sudah bekerja. Bukti elektronik akan mengerucut pada siapa pelaku utama yang mengatur kerusuhan ini,” paparnya.
Nanang pun mengajak seluruh masyarakat Jawa Timur untuk menjaga kondusivitas dan tidak mudah termakan isu liar.
“Kerugian ratusan miliar rupiah ini pada akhirnya dirasakan kembali oleh masyarakat. Mari bergandeng tangan agar Jatim tidak lagi menjadi korban segelintir pihak yang ingin mengambil keuntungan dari kekacauan,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Layla Aini
Editor: Dwi Lindawati








