JEMBER, Tugujatim.id – Ketua DPRD Jember Ahmad Halim melaporkan kondisi terkini distribusi bahan bakar minyak (BBM) mulai menunjukkan perbaikan signifikan. Stok BBM di Jember diperkuat dari Solo dan Semarang.
Berdasarkan pantauan langsung yang dilakukan pada Rabu (30/07/2025), Ahmad Halim mengatakan bahwa antrean panjang yang sebelumnya terjadi di berbagai SPBU mulai terurai dan situasi kembali normal.
Dia menyebutkan telah memantau langsung ke sejumlah SPBU di wilayah Jember bagian barat dan pusat kota.
Baca Juga: Tak Terkelola, 197 Ton Limbah Sampah TPA Pakusari Terdampak Krisis BBM di Jember
“Dari beberapa pantauan mulai dari SPBU Ahmad Yani pada pukul 13.00, kemudian ke Gajah Mada, Mangli depan Mitra Tani, Tawang Alun, hingga Bangsal, sudah tidak ada antrean lagi. Artinya, kondisi sudah kembali normal,” ungkap Halim saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon.
Politikus Partai Gerindra tersebut juga menyampaikan bahwa selama peninjauan, dirinya berpapasan dengan beberapa truk tangki BBM yang sedang memasuki wilayah Jember, menandakan pasokannya mulai lancar kembali.
Normalisasi kondisi BBM di Jember ini tidak terlepas dari strategi penambahan suplai yang dilakukan Pertamina. Menurut pria yang akrab dipanggil Halim tersebut, kondisi itu sesuai prediksi general manager Area Jawa Timur dan Bali, terdapat penambahan suplai untuk kelancaran distribusi BBM yang tidak hanya berasal dari Surabaya dan Malang, tetapi juga mendapat tambahan dari Solo dan Semarang.
Langkah ini diambil untuk memenuhi kebutuhan BBM di Jember yang sempat terhambat akibat kemacetan di jalur Ketapang. Pengalihan jalur distribusi ini akan berlangsung hingga jalur Gumitir kembali normal dan tidak ada gangguan lalu lintas.
Kendala distribusi BBM yang terjadi sebelumnya disebabkan oleh penutupan jalur di Gumitir yang berdampak pada Pelabuhan Ketapang sampai jalur Pantura. Kondisi ini menyebabkan pasokan dari Depo Banyuwangi terhambat sehingga Pertamina mengalihkan distribusi melalui jalur alternatif.
“Sementara pengiriman dialihkan lewat Surabaya dan Malang karena di Depo Banyuwangi sudah tersendat akibat penutupan di Gumitir,” jelas Halim.
Dalam pantauannya, Ahmad Halim juga mencatat munculnya kembali penjual bensin eceran di kios-kios pinggir jalan. Hal ini menunjukkan bahwa para pedagang eceran sudah mulai mendapatkan stok dengan cara mereka masing-masing.
Baca Juga: Eks Wabup Puji Pertamina dan Pemkab Atasi Krisis BBM di Jember, Ingatkan Bahaya Spekulan
Namun, untuk harga di tingkat eceran tercatat masih lebih tinggi dari harga resmi SPBU, yaitu mencapai Rp20.000 per liter. Halim menjelaskan bahwa pihaknya tidak dapat memantau harga di tingkat eceran karena berada di luar kewenangan SPBU yang wajib menjual sesuai harga eceran tertinggi (HET) yang telah ditetapkan.
Dengan kondisi yang mulai membaik ini, Ahmad Halim berharap distribusi BBM di Jember dapat terus berjalan normal. Pantauan akan terus dilakukan di wilayah lain, termasuk Jember bagian timur dan selatan, untuk memastikan seluruh wilayah mendapat pasokan BBM yang memadai.
“Insyaa Allah, dengan adanya penambahan suplai dan normalisasi antrean di 8 SPBU wilayah kota ke barat, kondisi akan terus membaik. Mohon doa dan dukungan dari masyarakat,” tutup Halim.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Diki Febrianto
Editor: Dwi Lindawati








