Ketua Fatwa MUI Bojonegoro: Vaksinasi saat Ramadhan Tidak Membatalkan Puasa!

  • Bagikan
Ketua Bidang Fatwa MUI Bojonegoro Muh. Shofiyullah saat menjelaskan vaksinasi saat Ramadhan tidak membatalkan puasa. (Foto: Dok MUI Bojonegoro/Tugu Jatim)

BOJONEGORO, Tugujatim.id – Jelang bulan suci Ramadhan yang tinggal menghitung hari, pelaksanaan vaksinasi di Bojonegoro akan terus dilakukan. Meski begitu, vaksinasi saat Ramadhan dianggap tidak membatalkan puasa. Hal tersebut disampaikan Ketua Bidang Fatwa MUI Bojonegoro Muh. Shofiyullah pada Rabu (31/03/2021).

Menurut dia, hukum fikih pelaksanaan vaksinasi dapat dilakukan saat Ramadhan dan tidak membatalkan puasa. Sebab, vaksinasi dilaksanakan dengan cara menyuntikkan vaksin ke otot dan tidak langsung mengalir ke dalam perut.

Sumbangan Kemanusiaan Gempa Malang

“Memasukkan ke dalam, tapi tidak sampai kepada maidah atau perut dan juga tidak sampai melewati rongga yang terbuka. Maka secara fikih, hukum pelaksanaan vaksinasi itu tidak membatalkan puasa,” ungkapnya.

Dalam acara kajian Fatwa MUI tentang Covid-19 yang juga dihadiri oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Bojonegoro dr Whenny Dyah Prajanti dan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bojonegoro Alamul Huda Masyhur, Shofiyullah mengungkapkan pelaksanaan vaksinasi saat Ramadhan harus tetap diperhatikan.

“Diperbolehkan seseorang yang sedang puasa mendapatkan vaksin, tapi tentu saja harus diperhatikan,” jelasnya.

Acara kajian Fatwa MUI tentang Covid-19 yang dihadiri oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Bojonegoro dr Whenny Dyah Prajanti, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bojonegoro Alamul Huda Masyhur, dan Ketua Bidang Fatwa MUI Bojonegoro Muh. Shofiyullah. (Foto: Mila Arinda/Tugu Jatim)
Acara kajian Fatwa MUI tentang Covid-19 yang dihadiri oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Bojonegoro dr Whenny Dyah Prajanti, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bojonegoro Alamul Huda Masyhur, dan Ketua Bidang Fatwa MUI Bojonegoro Muh. Shofiyullah. (Foto: Mila Arinda/Tugu Jatim)

Shofiyullah melanjutkan, jika pelaksanaan vaksin akan menimbulkan mudarat yang lain semisal kesehatannya terganggu sehingga membatalkan puasa, maka hal tersebut harus dihindari.

Selain itu, dia menyarankan agar pelaksanaan vaksinasi ini bisa dilakukan pada waktu malam hari sehingga tidak mengganggu puasa.

“Jika bisa nanti pelaksanaannya dilakukan malam hari sehingga tidak mengganggu puasa,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua MUI Bojonegoro Alamul Huda Masyhur berharap semua masyarakat saat Ramadhan kali ini melaksanakannya sebaik-baiknya dengan keadaan sehat walafiat karena masih dalam kondisi pandemi, tentunya masyarakat tetap harus menerapkan protokol kesehatan (prokes).

“Tidak bisa kami menyampingkan atau meremehkan prokes karena ini menyangkut kesehatan dan kesehatan menyangkut kehidupan,” katanya. (Mila Arinda/ln)

  • Bagikan