Ketua Umum I4: Penelitian Harus Memberikan Dampak pada Kehidupan Manusia

Ketua Umum I4: Penelitian Harus Memberikan Dampak pada Kehidupan Manusia

  • Bagikan
Pelatihan jurnalistik dan Fellowship Jurnalisme
Nurcholis MA Basyari (kiri), Direktur Pelaksana GWPP dan Muhammad Aziz (kanan), Ketua Umum Ikatana Ilmuwan Indonesia Internasional saat menyampaikan materi pelatihan jurnalistik dan Fellowship Jurnalisme Pendidikan (FJP) 2021 Batch III, Selasa (23/11/2021) siang. (Foto: Tangkapan layar/Rochim)

TUBAN, Tugujatim.id Penelitian yang dilakukan mahasiswa, dosen maupun peneliti lainnya harus memiliki manfaat pada masyarakat. Fungsi dan tujuan penelitian adalah menunjukkan kebenaran yang manfaatnya untuk masyarakat.

“Kalau saya boleh menyebutkan, ada dua fungsi penelitian yang pertama sebagai tugas akhir dalam menempuh Pendidikan Tinggi, dan selanjutnya untuk kemaslahatan masyarakat,” ujar Muhammad Aziz, Ketua Umum Ikatana Ilmuwan Indonesia Internasional (I4) saat menyampaikan materi pelatihan jurnalistik dan Fellowship Jurnalisme Pendidikan (FJP) 2021 Batch III, Selasa (23/11/2021) siang.

Dalam acara yang diselenggarakan oleh Gerakan Wartawan Peduli Pendidikan (GWPP) bekerja sama dengan PT Paragon Technology and Innovation tersebut, Aziz menambahkan bahwa selama dia membimbing mahasiswa baik S1, S2 maupun S3, dia menempatkan dirinya sebagai partner dalam diskusi.

Menurutnya, kita jangan berharap banyak kepada pembimbing untuk menemukan jawaban dari yang sedang diteliti. Karena memang penelitian itu selalu terbuka untuk jawaban berikutnya.

“Kalau bisa dijawab berarti bukan penelitian lagi,” ungkapnya.

Hal demikian, bukan hanya terjadi di Indonesia. Namun, di sejumlah negara maju lainnya hampir merasakan hal yang sama. Banyak karya ilmiah maupun riset yang dihasilkan, tapi tidak berimbas pada kehidupan manusia. Padahal peradaban manusia terus berkembang.

“Yang terpenting dari awal, diniatkan dari diri dalam penelitian harus memberi imbas,” katanya.

Aziz menambahkan, ada banyak program riset yang sudah dikerjakan oleh diaspora peneliti dengan peneliti Indonesia.

“Dulu kita pernah match making dengan peneliti dalam negeri di era Kemenristek (Bambang Brodjonegoro),” tandasnya.

Untuk diketahui, dalam pelatihan ini juga hadir Direktur Pelaksana GWPP, Nurcholis MA Basyari, dan para mentor FJP GWPP yaitu Haryo Prasetyo dan Frans Surdiasis. Selain itu di hadiri juga oleh Ceo PT Paragon Technology and Innovation, Salman Subakat, dan Hendro Fujiono Konslutasn menagemen, pendiri Fuji Sepherd dan Associate, Perth Australia.

Adapun peserta berasal dari Tugujatim.id, Tugumalang.id serta 15 wartawan media lainnya sebagai peserta FJP 2021 Batch III.

  • Bagikan