Khofifah Beri ‘Warning’ Masyarakat jika Berani Timbun Oksigen dan Obat-obatan

  • Bagikan
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta, dan Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto, dan Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky dalam sesi wawancara dengan awak media, usai meninjau donor plasma dan vaksinasi di kantor PMI Tuban, Selasa (13/7/2021). (Foto: Moch Abdurrochim/Tugu Jatim)
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta, dan Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto, dan Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky dalam sesi wawancara dengan awak media, usai meninjau donor plasma dan vaksinasi di kantor PMI Tuban, Selasa (13/7/2021). (Foto: Moch Abdurrochim/Tugu Jatim)

TUBAN, Tugujatim.id – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa memberi peringatan alias warning untuk masyarakat jika berani coba-coba melakukan penimbunan oksigen maupun obat-obatan di tengah pandemi Covid-19 yang masih terus mewabah.

Hal tersebut disampaikan Khofifah saat melakukan peninjauan donor plasma dan vaksinasi di kantor PMI Tuban, Selasa (13/7/2021) siang. Pada kesempata itu, Khofifah juga tampak didampingi oleh Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta, dan Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto.

Khofifah dalam sambutannya meminta kepada masyarakat maupun toko obat-obatan agar tidak ada yang menfaatkan kesempatan dalam penderitaan.

“Jangan coba-coba menimbun (obat dan oksigen, red) yang menjadi kebutuhan pasien di saat seperti ini,” ujar Khofifah dalam sesi wawancara dengan awak media, Selasa (13/7/2021).

Khofifah juga mengajak kepada seluruh aparatur sipil negara untuk membaktikan diri dan memberikan layanan terbaik kepada masyarakat.

“Ayo bersama-sama kita berikan layanan yang terbaik untuk masyarakat! Yang memungkinkan kita layani, Ayo dilayani!” ungkap mantan Menteri Sosial di era Presiden Joko Widodo (Jokowi) periode pertama ini.

Gayung bersambut juga diungkapkan Kapolda Jatim, Irjen Pol Nico Afinta yang mengatakan ada tiga hal yang menjadi kosentrasi mereka di tengah pandemi. Pertama yakni ketersediaan obat-obatan maupun oksigen, kemudian pendistibusian keduanya sampai ke bawah, dan stabilitas harganya.

“Kita sudah bentuk satgas dan tim untuk mengawal penuh agar tidak terjadi kelangkaan oksigen maupun stabilitas harga obat-obatannya,” ungkap Nico.

Kapolda mengimbau, jika memang membutuhkan keduanya, masyarakat bisa datang ke puskesmas, rumah sakit daerah, maupun toko obat yang ditentukan. Ia juga meminta agar masyarakat membeli untuk kebutuhan pribadi dan bukan untuk dipergunakan untuk mengambil keuntungan di tengah situasi seperti ini.

“Kita berkomitmen. Ketersediaan, distribusi, maupun harga sesuai ketentuan yang ada,” terangnya menjamin.

Untuk diketahui, hingga saat ini, masih kata Nico, sudah ada temuan baik yang menimbun obatan maupun oksigen di beberapa wilayah di Jawa Timur dan kini semuanya sudah ditangani oleh petugas.

  • Bagikan