Kisah Inspiratif Aiptu Suryono, Polisi Kediri Ikhlas Sisihkan Gaji hingga Rela Lewati Jalur Ekstrem demi Bantu Warga

Polisi Kediri. (Foto: Pipit Syahrodin/Tugu Jatim)
Aiptu Suryono saat memberikan bantuan kepada salah satu warga kurang mampu di Kelurahan/Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri. (Foto: Pipit Syahrodin/Tugu Jatim)

KEDIRI, Tugujatim.id – “Kamu tak butuh banyak uang untuk membantu orang lain. Kamu hanya membutuhkan hati untuk membantu mereka.” Kalimat motivasi ini menjadi salah satu prinsip dari polisi Kediri bernama Aiptu Suryono. Bagaimana tidak, dia selalu menyiapkan sekantong beras di jok motornya ketika menjalankan tugas. Tujuannya hanya karena ingin membantu warga kurang mampu yang ditemui di jalan. Bagaimanakah kisah inspiratif polisi ini?

Saat ditemui ketika menyalurkan bantuan kepada warga, polisi Kediri Aiptu Suryono tampak selalu bersemangat. Bagi dia, membantu sesama tak harus dengan jumlah yang besar maupun menunggu memiliki harta berlimpah. Dia bahkan memulai kegiatan sosialnya hanya dengan sekantong beras yang selalu disediakan di jok motor.

“Beras itu kadang kala disiapkan dari rumahnya maupun membeli di toko ketika perjalanan ke kantor,” ujar Suryono pada Sabtu (16/04/2022).

Polisi Kediri. (Foto: Pipit Syahrodin/Tugu Jatim)
Polisi Kediri Aiptu Suryono juga membantu ODGJ dan difabel dengan kocek pribadinya sendiri. (Foto: Pipit Syahrodin/Tugu Jatim)

Pria berusia 56 tahun itu merupakan polisi berpangkat aiptu yang bertugas di Polres Kediri Kota. Polisi yang tinggal di Desa Doko, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, ini mengungkapkan, kepedulian sosialnya kepada orang kurang mampu sudah lama dia jalani sejak 10 tahun lalu, tepatnya sebelum dirinya masuk menjadi polisi.

Berawal dari rasa prihatin saat melihat orang di sekitar memiliki keterbatasan ekonomi dan kurang mendapat perhatian maupun bantuan, muncullah kepedulian sosial dari Aiptu Suryono untuk mengulurkan tangan membantu sesama. Tak hanya warga kurang mampu, difabel maupun ODGJ juga menjadi sasaran kegiatan sosialnya.

“Maka saya memberikan bantuan kepada mereka, semoga bermanfaat,” kata polisi disapa akrab Bopo itu.

Bopo Suryono mengaku, kegiatan sosial yang dia jalani selama 10 tahun itu bukan dari mengumpulkan dana dari para donatur. Tapi, dana yang dia gunakan yaitu dari gaji yang disisihkan khusus untuk membantu orang yang tidak mampu.

“Saya sangat ikhlas karena dari apa yang kita miliki ini untuk diberikan kepada orang-orang yang membutuhkan,” tambahnya.

Ditemui saat memberikan bantuan berupa satu karung beras kepada salah satu warga kurang mampu di Kelurahan/Kecamatan Mojoroto Kota Kediri, Aiptu Suryono mengatakan, kegiatan itu dilakukan ketika dirinya sedang dinas maupun di luar dinas. Saat dinas, dia tetap melihat situasi terlebih dulu yang tidak mengganggu tugasnya seperti tidak ada kegiatan. Sedangkan untuk informasi tentang warga yang membutuhkan bantuan, selain menemukan sendiri juga didapatkan dari teman-temannya.

Tak hanya menyasar di wilayah perkotaan saja, di Kabupaten Kediri seperti di pegunungan, yakni di Desa Kalipang, Kecamatan Grogol, Tarokan, Ngancar, Plosoklaten. Bahkan, Nganjuk, Mojokerto, Tulungagung, Jombang, Blitar, dan Surabaya juga menjadi lokasi kegiatan sosialnya.

Aiptu Suryono mengatakan, dia merasa tertantang dan tidak takut dengan jalur ekstrem atau bahaya di pegunungan karena demi memberikan bantuan kepada orang yang kurang mampu.

“Beberapa waktu lalu saya sempat naik bukit di jalur berbahaya di rumah Mbah Udin di Krampyang, Desa Kalipang Grogol,” ujarnya.

Pria yang selalu mengenakan peci itu berharap akan semakin banyak orang yang peduli dengan sesama. Sebab, sekecil apa pun bantuannya akan bermanfaat bagi orang yang membutuhkan.

“Dengan melihat orang yang kita bantu bahagia, itu menambah semangat dan rasa syukur saya,” ujarnya.

 

 


Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugujatim , Facebook Tugu Jatim
Youtube Tugu Jatim ID , dan Twitter @tugujatim