• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Komunitas Preman Mengajar ketika memberikan edukasi tarian seni budaya kepada anak anak. (Foto: Dokumen/Komunitas Preman Mengajar)

Komunitas Preman Mengajar ketika memberikan edukasi tarian seni budaya kepada anak anak. (Foto: Dokumen/Komunitas Preman Mengajar)

Kisah Komunitas Preman Mengajar di Malang: Sempat Dicap Penculik dan Pengedar Narkoba

Gigih Mazda by Gigih Mazda
5 years ago
in News, Pilihan Redaksi
0
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG, Tugujatim.id – Label preman tak selalu identik dengan kejahatan, kekerasan, dan hal negatif lainnya. Nyatanya, Komunitas Preman Mengajar yang berada di bawah naungan Republik Gubug di Kabupaten Malang mampu memberikan warna dalam dunia kelompok masyarakat termarjinalkan ini.

Komunitas Preman Mengajar yang mayoritas beranggotakan mantan preman ini telah membuktikan bahwa latar belakang preman tak selalu meresahkan masyarakat. Mereka berhasil menepis stigma itu dengan menebar hal positif dan bermanfaat bagi generasi penerus bangsa.

You might also like

Surabaya

Dishub Surabaya Pasang Foto Jukir di Rambu Parkir Digital

04/06/2026 8:52 PM
Bayi Laki-laki

Penemuan Bayi Laki-laki Dalam Tas Gegerkan Warga Rengel Tuban

04/06/2026 3:30 PM

Beberapa kegiatan Komunitas Preman Mengajar di antaranya, mendirikan taman baca, bimbingan belajar, edukasi kreasi seni budaya dan ruang diskusi. Semua itu mereka didedikasikan untuk anak anak mulai jenjang TK hingga SMA di Kabupaten Malang.

Sering Dianggap Penculik dan Pengedar Narkoba

Komunitas Preman Mengajar memberi edukasi pengenalan topeng malangan. (Foto: Dokumen/Komunitas Preman Mengajar)
Komunitas Preman Mengajar memberi edukasi pengenalan topeng malangan. (Foto: Dokumen/Komunitas Preman Mengajar)

Namun dalam perjalanannya, Komunitas Preman Mengajar tak selalu mendapat jalan mulus. Lantaran beranggotakan mantan preman, mereka sering mendapati penolakan warga kampung saat memulai pergerakannya.

“Dulu kami sering ditolak saat masuk ke beberapa kampung-kampung. Kita disebut penculiklah, pengedar narkoba, dan sebutan lain berlabel preman,” ujar Wondo, Koordinator Komunitas Preman Mengajar.

Lantaran ingin berbuat kebaikan, lantas penolakan masyarakat tersebut tak membuat mereka putus asa. Justru penolakan itu telah mengobarkan bara semangat mereka untuk melebur stigma negatif tentang mantan preman ini.

Perjuangan mereka untuk menebar kemanfaatan terus dilakukan tanpa kenal menyerah meski terus mendapat penolakan warga. Hingga akhirnya sedikit demi sedikit, masyarakat mulai melirik ketulusan hati mantan preman ini.

Beberapa warga mulai membukakan pintu dan mengizinkan Komunitas Preman Mengajar ini memasuki kampung kampung. Kala itu mereka hanya berbekal perpustakaan keliling dengan buku buku seadanya.

Berjalannya waktu, antusias anak anak mulai tampak ramai dan menunjukkan dampak positif. Hal itu lantas mendapat perhatian warga yang kemudian didirikanlah gubug baca atau taman baca disetiap kampung.

Komunitas Preman Mengajar Sudah Dirikan 45 Gubuk Baca

Komunitas Preman Mengajar memberikan bimbingan belajar di gubug baca. (Foto: Dokumen/Komunitas Preman Mengajar)
Komunitas Preman Mengajar memberikan bimbingan belajar di gubug baca. (Foto: Dokumen/Komunitas Preman Mengajar)

Kini sudah ada 45 gubuk baca yang tersebar di 3 kecamatan di Kabupaten Malang. Diantaranya di Kecamatan Jabung, Kecamatan Pakis dan Kecamatan Tumpang.

“Sebenarnya pada awalnya kita memang beranggotakan mantan preman. Mungkin karena dipandang tampak positif, temen temen bukan kalangan mantan preman juga banyak yang bergabung. Bahkan ada juga dari mahasiswa,” kata Wondo.

Wondo tidak menyangka pergerakan para mantan preman benar benar menunjukkan dampak positif bagi masyarakat sekitar. Dia mengaku sangat bersyukur bisa bergabung dalam komunitas tersebut.

Dulunya Wondo mengaku juga merupakan seorang anak kampung yang hari harinya diisi dengan mabuk mabukan dan hal hal negatif lainnya. Hingga akhirnya dia merasa jenuh dan ingin berubah dengan mencoba melakukan hal yang bermanfaat sebagai penebusan dosa.

“Hidupkan cuma sekali, apa yang terjadi nantinya kalau kita tidak pernah bermanfaat. Walaupun latar belakang saya agak negatif, setidaknya ada perubahan yang bisa saya lakukan untuk masyarakat,” ucapnya.

Namun sayang partisipasi Komunitas Preman Mengajar di dunia pendidikan Kabupaten Malang tak pernah mendapat perhatian pemerintah. Padahal gerakan positif seperti ini akan berkembang lebih pesat dan dapat memberikan manfaat lebih luas kepada masyarakat jika ada perhatian pemerintah.

“Sejauh ini belum ada dukungan dari pemerintah, justru penolakan yang paling sering. Sampai kita dikira anti pemerintah,” ujarnya.

Tags: Kabupaten MalangKomunitasKota BatuKota MalangMalangMalang Raya
Gigih Mazda

Gigih Mazda

Related Stories

Surabaya

Dishub Surabaya Pasang Foto Jukir di Rambu Parkir Digital

by Mochamad Abdurrochim
04/06/2026 8:52 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id- Sebagai upaya meningkatkan transparansi Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, memasang foto juru parkir (jukir) pada rambu parkir digital di...

Bayi Laki-laki

Penemuan Bayi Laki-laki Dalam Tas Gegerkan Warga Rengel Tuban

by Mochamad Abdurrochim
04/06/2026 3:30 PM
0

TUBAN, Tugujatim.id – Warga Desa Rengel, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban digegerkan dengan penemuan bayi laki-laki dalam kondisi meninggal dunia di...

Event tahunan di Banyuwangi.

Alasan Tak Pernah Sepi Wisatawan, 7 Event Tahunan di Banyuwangi Ini Selalu Jadi Magnet Pengunjung

by Dwi Linda
04/06/2026 1:57 PM
0

BANYUWANGI, Tugujatim.id – Event tahunan di Banyuwangi, Jatim, jadi salah satu magnet wisata yang selalu ramai dikunjungi wisatawan. Selain memiliki...

Jemaah haji Kabupaten Malang.

Update 2 Jemaah Haji Kabupaten Malang Wafat di Makkah, Sakit Sempat Dirawat di RS

by Dwi Linda
04/06/2026 1:00 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Kabar duka datang dari dua jemaah haji Kabupaten Malang yang meninggal dunia di Makkah, Arab Saudi. Mereka...

Next Post
Mustajab Saja Tour 2021, Musisi Fajar Merah Berlabuh di Ekologie Malang

Mustajab Saja Tour 2021, Musisi Fajar Merah Berlabuh di Ekologie Malang

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID