Mustajab Saja Tour 2021, Musisi Fajar Merah Berlabuh di Ekologie Malang

  • Bagikan
Musisi asal Solo, Fajar Merah ketika menggelar pertunjukan musik di kafe Ekologie Kota Malang, Minggu (20/6/2021). (Foto: Dokumen/Fajar Merah)

MALANG, Tugujatim.id – Musisi yang identik dengan lagu kritis asal Solo dan sekaligus putra Widji Thukul, Fajar Merah, menggelar serangkaian tur bertajuk Mustajab Saja Tour 2021. Bersama dua musisi lokal yaitu Ismam Saurus, dan TK Nol Kecil (Afif) ia berlabuh di kafe Ekologie Kota Malang, Minggu (20/6/2021).

Acara yang dibuka dengan penampilan puisi dari Dani Alifian tersebut merupakan inisiasi Fajar Merah guna kembali berkarya meski di pandemi belum juga berakhir. Fajar Merah menerangkan jika nama tur Mustajab Saja terinspirasi dari buku Bumi Manusia, karangan Pramoedya Ananta Toer.

“Filosofis nama Mustajab Saja Tour yaitu bagaimana aku secara personal menerjemahkan keadaan saat pandemi ini. Akarnya dari apa yang ditulis oleh Pramoedya Ananta Toer, ia mengungkap dalam buku Bumi Manusia bahwa tidak ada yang baru di bawah sinar matahari. Akhirnya hal tersebut menjadi pemicu untuk dijadikan judul Mustajab Saja, yang bisa dikatakan berarti kita baik baik saja, atau kita normal saja,” terang putra dari Widji Thukul tersebut (20/06/2021).

Fajar Merah Gelar Pertunjukan Musik di 8 Kota

Acara Mustajab Saja Tour 2021 Fajar Merah di Ekologie Malang, Minggu (20/6/2021) dibuka dengan pertunjukan membaca puisi oleh Dani Alifian. (Foto: Dokumen/Fajar Merah)
Acara Mustajab Saja Tour 2021 Fajar Merah di Ekologie Malang, Minggu (20/6/2021) dibuka dengan penampilan puisi oleh Dani Alifian. (Foto: Dokumen/Fajar Merah)

Mustajab Saja Tour ini akan melakukan perjalanan pada pada 8 kota yaitu Gresik, Sidoarjo, Malang, Surabaya, Blora, Solo, Klaten, dan berakhir di Yogyakarta. Meski sebelumnya sempat terjadi beberapa perubahan akibat zonasi pandemi Covid-19, seperti yang di Bangkalan harus geser ke Surabaya. Tapi tour ini tetap berjalan sesuai rencana.

“Ide tur Mustajab Saja berawal dari Jogja, saat seorang teman memiliki wacana untuk menawarkan aku menyanyi di Warung Kopi yang baru dibangunnya. Dia bilang, kalau di situ ada space untuk aku melakukan privat kick jar. Di hari sebelum dia menawarkan diri, sudah ada rencana dari Mas Dani tim dari Pit-Stop Kopi di Gresik, Sidoarjo, pada 4 titik di daerah tersebut,” imbuhnya.

Lebih lanjut pihak manajer Fajar Merah menerangkan alur Mustajab Saja Tour ini sehingga dapat terlaksana. Sebelum Ramadan dia mendapat tawaran Mas Dani dari Pit-Stop kopi, namun itu masih Wacana.

“Setelah lebaran baru momennya pas dengan tawaran dari teman di Jogja tadi yang menawarkan aku main di Warung kopi. Sehingga aku berpikir untuk menjadikan ini sebagai rangkaian tour. Akhirnya, niat baik kawan-kawan itu terealisasi, diawali dengan diskusi daring guna menentukan tanggal tepatnya. Untuk yang di Malang ini mas Dani menginfokan pada mas Daus, sehingga saya bisa berlabuh juga di sini,” terangnya.

Fajar Merah ditemani dua musisi lokal yaitu Ismam Saurus, dan TK Nol Kecil (Afif). (Foto: Dokumen/Fajar Merah)
Fajar Merah ditemani dua musisi lokal yaitu Ismam Saurus, dan TK Nol Kecil (Afif) ketika hadir di Ekologie, Kota Malang. (Foto: Dokumen/Fajar Merah)

Pada dasarnya tour ini bisa terlaksana berkat hubungan pertemanan yang akhirnya menjadi serangkain. Tour ini juga sebagai pengenalan dua single terbaru milik Fajar Merah yang sekaligus nanti akan masuk pada album solo pertama dengan judul Tribute To Widji Thukul.

Bagi Fajar Merah, Suasana di kota Malang, khususnya kopi Ekologie ini sangat apresiatif. Hal tersebut menjadi obat kerinduan dari kebiasaan manggung sebelum pandemi. “Aku berharap bisa mampir di sini lagi. Meski aku juga harus mengakui kalau selama ini lama tidak manggung jadi merasa sedikit gugup,” ungkap Fajar Merah sembari tersenyum.

Penampilan Fajar Merah yang sangat berkesan ditutup dengan single terbarunya berjudul Puisi Untuk Adik yang juga merupakan musikalisasi puisi dari puisi Widji Thukul.

“Aku sangat berterima kasih kepada teman teman yang sudah membantu dan bersedia untuk menampung aku dengan niat baik kawan kawan tersebut,” ungkap Putra bungsu mendiang Widji Thukul tersebut.

  • Bagikan