• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Silverman atau Manusia Silver di Kota Malang. (Foto: BEN/Tugu Malang/Tugu Jatim)

Silverman atau Manusia Silver di Kota Malang. (Foto: BEN/Tugu Malang/Tugu Jatim)

Kisah Manusia Silver di Malang, Menghirup Merkuri demi Sesuap Nasi

Redaksi by Redaksi
5 years ago
in Featured, News
0
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG, Tugujatim.id – Pandemi virus corona bikin seisi dunia kalang-kabut. Tak sedikit orang yang kena imbasnya, ekonomi surut hingga kehilangan pekerjaan. Di situasi serba sulit membuat seseorang melakukan apa saja, demi bertahan hidup. Seperti jadi Manusia Silver atau Perak alias Silverman yang dilakoni sejumlah orang.

Mengamen dengan cara ‘eksentrik’ ini sebenarnya sudah lazim dilihat di kota-kota besar lain seperti Bandung, Semarang atau Jakarta. Kini, orang-orang dengan sekujur tubuh berlumur cat perak ini mulai terlihat di sudut-sudut lampu merah Kota Malang.

You might also like

Surabaya

Dishub Surabaya Pasang Foto Jukir di Rambu Parkir Digital

04/06/2026 8:52 PM
Bayi Laki-laki

Penemuan Bayi Laki-laki Dalam Tas Gegerkan Warga Rengel Tuban

04/06/2026 3:30 PM

Tubuhnya memang mengkilat, tapi tidak nasibnya. Seperti dialami Erik Nur Harianto (29). Warga Kota Malang ini dulunya adalah supir. Gara-gara pandemi, orderannya pun ikut macet. Akhirnya, kata dia banting setir jadi manusia silver.

”Mau gimana lagi? Cari kerja dimana? Semua kena imbas pandemi. Kalau ada pekerjaan ya saya gak mungkin begini,” ujar Erik, sembari melukis karakter tokoh film Joker tersenyum lebar di wajahnya.

Tubuh mengkilat lantaran dilumuri cat berwarna perak. (Foto: BEN/Tugu Malang/Tugu Jatim)
Tubuh mengkilat lantaran dilumuri cat berwarna perak. (Foto: BEN/Tugu Malang/Tugu Jatim)

Dalam aksi seni jalanannya itu, Erik tak sendiri. Tapi juga ditemani Erpan Nuripandi (22), mantan kernet angkot yang peminatnya mulai sepi. Ada juga, Riyanto (48) yang dulu hari-hari punya penghasilan jadi tukang bangunan. Ketiganya bisa dibilang adalah Silverman pertama di Kota Malang.

Keterdesakan ekonomi membuat mereka merelakan tubuhnya dicat besi dan menjejak aspal tanpa alas kaki tiap harinya. Pekerjaan ini dilakoni mereka sejak Agustus 2019 silam. Seiring waktu, anggota mereka bertambah 11 orang. Semua punya latar belakang yang sama, kehilangan pekerjaan.

”Sampai ada cerita mas-mas ojol itu minta izin ke kita buat ikut turun jadi Silverman. Katanya sepeda rusak, gak bisa narik lagi. Yang lain juga nasibnya sama, ada yang tukang jahit, penjual asongan sampe buruh pabrik juga ada,” tutur Erik ditemui reporter, Minggu (14/3/2021).

Di sisi lain, mengamen dengan cara ini bukannya tanpa risiko. Kandungan logam dan kimia berbahaya pada cat besi yang mereka gunakan bisa saja mengancam kesehatan paru dan kulitnya.

”Ya sadar kalau ini bahaya, kita juga gak tau nanti efeknya gimana. Ya kembali lagi, Mas. Saya gak ada pilihan, cari kerja juga sudah gak dapat-dapat,” kata Erik, pasrah.

Tak hanya tubuh, bagian wajah Manusia Silver di Kota Malang ini juga dilukis dengan cat berwarna perak. (Foto: BEN/Tugu Malang/Tugu Jatim)
Tak hanya tubuh, bagian wajah Manusia Silver di Kota Malang ini juga dilukis dengan cat berwarna perak. (Foto: BEN/Tugu Malang/Tugu Jatim)

Ditambah lagi, mereka masih harus bermain petak umpet dengan aparat. Kata Erik, mereka sadar keberadaan mereka di jalan itu salah secara aturan. Mungkin juga, sebagian pengguna jalan juga menilai keberadaan Silverman di jalan itu menganggu.

Erik berharap, aparat berwajib bisa memberi sedikit peluang kepada mereka untuk mengais rezeki. Bagaimanapun, kata Erik, mereka juga tidak ingin selamanya menjadi Manusia Perak dengan berbagai risiko dan ancaman kesehatan, juga hukum.

”Saya harap Pak Satpol PP maklum. Toh ini juga sementara, kita juga gak ingin begini terus. Kalau memang kondisi membaik, kita ada pekerjaan juga pasti berhenti,” harapnya.

”Saya juga mohon maaf jika andaikan nanti ada mobil masyarakat yang mungkin kesenggol badan kami yang berlumur cat ini. Saya pastikan itu bisa langsung dihapus, pake tisu. Gak sampai permanen di body mobil, kok,” imbuhnya.

Manusia Silver di salah satu sudut di Kota Malang. (Foto: BEN/Tugu Malang/Tugu Jatim)
Manusia Silver di salah satu sudut di Kota Malang. (Foto: BEN/Tugu Malang/Tugu Jatim)
Kaki perak. (Foto: BEN/Tugu Malang/Tugu Jatim)
Kaki perak. (Foto: BEN/Tugu Malang/Tugu Jatim)
Manusia Silver di Malang. (Foto: BEN/Tugu Malang/Tugu Jatim)
Manusia Silver di Malang. (Foto: BEN/Tugu Malang/Tugu Jatim)
Manusia Silver paham akan risiko kesehatan penggunaan cat perak namun tak ada pilihan. (Foto: BEN/Tugu Malang/Tugu Jatim)
Manusia Silver paham akan risiko kesehatan penggunaan cat perak namun tak ada pilihan. (Foto: BEN/Tugu Malang/Tugu Jatim)

(azm/ben/gg)

Tags: Kota MalangMalangpandemi
Redaksi

Redaksi

Related Stories

Surabaya

Dishub Surabaya Pasang Foto Jukir di Rambu Parkir Digital

by Mochamad Abdurrochim
04/06/2026 8:52 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id- Sebagai upaya meningkatkan transparansi Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, memasang foto juru parkir (jukir) pada rambu parkir digital di...

Bayi Laki-laki

Penemuan Bayi Laki-laki Dalam Tas Gegerkan Warga Rengel Tuban

by Mochamad Abdurrochim
04/06/2026 3:30 PM
0

TUBAN, Tugujatim.id – Warga Desa Rengel, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban digegerkan dengan penemuan bayi laki-laki dalam kondisi meninggal dunia di...

Event tahunan di Banyuwangi.

Alasan Tak Pernah Sepi Wisatawan, 7 Event Tahunan di Banyuwangi Ini Selalu Jadi Magnet Pengunjung

by Dwi Linda
04/06/2026 1:57 PM
0

BANYUWANGI, Tugujatim.id – Event tahunan di Banyuwangi, Jatim, jadi salah satu magnet wisata yang selalu ramai dikunjungi wisatawan. Selain memiliki...

Jemaah haji Kabupaten Malang.

Update 2 Jemaah Haji Kabupaten Malang Wafat di Makkah, Sakit Sempat Dirawat di RS

by Dwi Linda
04/06/2026 1:00 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Kabar duka datang dari dua jemaah haji Kabupaten Malang yang meninggal dunia di Makkah, Arab Saudi. Mereka...

Next Post
Penampakan Tembok penahan tanah (TPT) di jembatan penghubung antar Kecamatan Dander dan Kecamatan Ngasem yang mengalami longsor pada Minggu (14/03/2021) sekitar pukul 01.30 WIB. (Foto : BPBD Bojonegoro)

5 Jam Hujan Lebat Guyur Bojonegoro, 1 Jembatan dan 1 Rumah Tersapu Longsor

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID