Kisah Munadi, Kakek 99 Tahun yang Meninggal Dunia akibat Gempa Malang - Tugujatim.id

Kisah Munadi, Kakek 99 Tahun yang Meninggal Dunia akibat Gempa Malang

  • Bagikan
Anggota TNI saat diterjunkan untuk membereskan puing-puing sisa Gempa Malang, Sabtu (10/4/2021) lalu. (Foto: Rizal Adhi Pratama/Tugu Malang/Tugu Jatim)
Anggota TNI saat diterjunkan untuk membereskan puing-puing sisa Gempa Malang, Sabtu (10/4/2021) lalu. (Foto: Rizal Adhi Pratama/Tugu Malang/Tugu Jatim)

MALANG, Tugujatim.id – Gempa dengan M 6,1 di Malang Selatan Sabtu (10/4/2021) lalu meninggalkan bekas duka tersendiri bagi keluarga Sukri yang beralamat di Desa Wirotaman, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang.

Pasalnya Sukri harus kehilangan seorang ayah, Munadi, yang kini usianya sudah menginjak 99 tahun akibat tertimpa puing-puing bangunan.

Saat itu, Sukri bercerita jika dirinya berada di Ladang untuk bekerja seperti hari-hari biasanya.

“Saat itu istri saya (menantu Munadi) bersama cucu (Munadi) dan cicitnya sedang berada di rumah, kebetulan kami memang satu rumah,” terangnya saat dikonfirmasi pada Minggu (11/04/2021).

Ketika akhirnya gempa M 6,1 tersebut menggoyang Malang Selatan tak terkecuali wilayah Ampelgading, Sukri hanya mampu menyelamatkan anak-anak dan cucunya.

“Saya sama istri menyelamatkan anak-anak kecil dulu. Dan belum sempat bisa menolong beliau (Munadi), bangunan sudah roboh duluan,” ungkapnya dengan mata berkaca-kaca.

Munadi sendiri yang kini berusia 99 tahun diketahui memang sedang dalam keadaan sakit dan tidak bisa bergerak cepat untuk menghindari robohnya puing-puing bangunan.

Ketika bangunan rumah tersebut menimpa Munadi, Sukri dan istrinya sempat berteriak minta tolong. Namun, karena jarak rumah yang jauh membuat warga tidak ada yang mendengar.

“Beberapa saat kemudian akhirnya ada warga yang datang untuk menolong bapak, tapi saat warga mencoba mengeluarkan bapak dari puing-puing sudah terluka dan meninggal,” kenangnya haru.

“Akhirnya bapak langsung dimakamkan kemarin Sabtu (10/04/2021) pukul 16.00 WIB,” imbuhnya.

Kini, sudah tidak ada lagi yang terlihat utuh dari rumah Sukri, semuanya rata dengan tanah akibat guncangan dari gempa yang berpusat di 90 Km sebelah barat daya Kabupaten Malang dan dengan dengan kedalaman 25 Km.

Sukri serta istri, anak dan cucunya kini hanya bisa mengungsi ke kerabat terdekat hingga rumahnya kembali dibangun. Syukur, ia mendapatkan bantuan berupa sembako dan uang Rp 100 juta dari Bupati Malang, Muhammad Sanusi.

  • Bagikan