Kisah Perjuangan dr Bedah Caesar Ayuda, 11,5 Tahun Tempuh Pendidikan Dokter meski Relakan Masa Mudanya - Tugujatim.id

Kisah Perjuangan dr Bedah Caesar Ayuda, 11,5 Tahun Tempuh Pendidikan Dokter meski Relakan Masa Mudanya

  • Bagikan
Caesar Ayuda. (Foto: IG @ces_ayuda/Tugu Jatim)
dr Caesar Ayuda, dokter bedah muda yang selalu tampil fashionable. (Foto: IG @ces_ayuda)

GRESIK, Tugujatim.id – Banyak orang yang bilang menempuh pendidikan kedokteran itu tidaklah mudah. Mulai dari biaya yang dikeluarkan cukup menguras hingga waktu tempuh pendidikannya yang terbilang begitu panjang. Proses demi proses harus dilalui untuk mengejar gelar sebagai seorang dokter. Lika-liku perjuangan itu ternyata juga dialami salah satu dokter lulusan Universitas Airlangga (Unair) Surabaya dr Caesar Ayuda MKed Klin SpB yang kini bekerja sebagai dokter bedah di Rumah Sakit Petrokimia Gresik.

Terlahir dari keluarga sederhana pada 12 Juli 1986 silam, cita-citanya menjadi seorang dokter yang dianggap hanya akan menjadi sebuah khayalan, tapi kini mampu dia wujudkan atas dorongan kerja keras, tekad, dan dukungan dari keluarganya. Menjadi seorang dokter bedah adalah anugerah yang luar biasa bagi dokter kelahiran Gresik ini.

“Menjadi seorang dokter bedah saat ini jadi anugerah yang sangat besar bagi saya dan amanah yang harus dijaga dengan baik,” ujar dr Caesar pada Rabu (06/04/2022).

Caesar Ayuda. (Foto: IG @ces_ayuda/Tugu Jatim)
dr Caesar Ayuda (kiri) bersama ibunda (tengah) dan saudara kembarnya yang selalu mendukung karirnya sebagai seorang dokter bedah. (Foto: IG @ces_ayuda)

Pria yang memiliki saudara kembar ini menceritakan perjuangannya sebagai dokter bedah memang tidaklah mudah. Pendidikan yang harus dia tempuh membuatnya harus menahan keinginannya untuk bersenang-senang di masa muda.

“Teman-teman saya yang tidak mengambil atau meneruskan sebagai seorang dokter sudah memiliki keluarga, atau pergi ke luar negeri untuk jalan-jalan, hingga memiliki jabatan yang tinggi di kantornya. Sedangkan saya harus merelakan untuk tetap mengabdi sebagai seorang dokter,” katanya.

Kala itu dia harus menempuh pendidikan selama 11,5 tahun, yaitu pendidikan dokter umum selama 6 tahun dan dokter spesialis 5,5 tahun sebelum akhirnya menjadi dokter bedah di RS Petrokimia Gresik pada 2020. Tapi, dr Caesar selalu menikmati proses yang dia jalani.

“Jika diberi kesempatan apakah ingin mengubah jalan hidup, saya akan memilih jalan hidup seperti ini saja. Karena ternyata dengan jalan ini adalah passion saya untuk lebih bahagia dan berguna untuk orang lain,” tutur alumnus Universitas Negeri Jember ini.

Menurut dia, perjuangan setiap orang memang berbeda-beda. Tapi dari versinya menjadi dokter bedah, di mana pun tempatnya adalah sebuah perjuangan yang berat. Selain harus jauh dari keluarga, dia harus merelakan waktu untuk merawat pasien di hari-hari penting sehingga terkadang harus mengorbankan kepentingan dirinya sendiri.

Tidak hanya itu, menurut dia, menjadi dokter bedah juga harus menjaga kedisiplinan yang tinggi, menjaga komitmen, menjaga Sumpah Hippokrates, dan menjaga nama baik. Namun justru kekuatan mental, jiwa, dan raga akan menjadikan seorang dokter bedah yang bisa diandalkan.

Caesar Ayuda. (Foto: IG @ces_ayuda/Tugu Jatim)
dr Caesar Ayuda, dokter bedah muda yang selalu ingin mengabdi kepada masyarakat. (Foto: IG @ces_ayuda)

Perjuangan itu tidak berhenti hanya ketika sudah dinobatkan sebagai dokter. Perjuangan akan terus berlanjut seumur hidup ketika mengabdi sebagai seorang dokter, yaitu bagaimana membuat pasien mendapatkan pelayanan terbaik.

“Saya berharap pasien itu merasa beruntung saya rawat dan saya berhasil memberikan pelayanan yang baik untuk mereka. Itu adalah apresiasi yang sangat besar buat saya,” ungkap dokter yang ramah ini.

Keberhasilannya saat ini tentu tak luput dari dukungan orang-orang terkasihnya, terutama keluarga.

“Dalam doa saya juga selalu meminta untuk diberikan rezeki yang melimpah. Tidak hanya untuk saya, tapi akan saya bagikan bagi orang yang membutuhkan untuk membalas jasa budi yang berjasa dan berperan dalam kelangsungan kesuksesan saya saat ini,” ujarnya.

Dia berharap, di kemudian hari dapat menginspirasi anak-anak muda yang bercita-cita menjadi dokter bedah, bahwa menjadi seorang dokter bedah penuh perjuangan dan pengorbanan. (ads)

 


Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugujatim , Facebook Tugu Jatim
Youtube Tugu Jatim ID , dan Twitter @tugujatim

 

 

  • Bagikan