• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Relawan Medis

Relawan Medis RS Kapal Nusa Waluya II saat Operasi Pasien.

Kisah Relawan Medis RS Kapal: Dari Dihantam Ombak Saat Operasi Pasien Hingga Kiriman Hasil Bumi

Darmadi Sasongko by Darmadi Sasongko
11 months ago
in Featured, Kesehatan
0
Share on FacebookShare on Twitter

WAIGEO, Tugujatim.id – Josepha (28) memilih jalan yang berbeda untuk mengabdi sebagai perawat. Ia memutuskan untuk menjadi relawan medis dan bekerja di pedalaman Nusantara bersama Rumah Sakit Kapal Nusa Waluya II yang saat ini beroperasi di Waigeo Utara, Papua Barat Daya. Ia meninggalkan segala kenyamanan dan hiruk pikuk kota besar.

Kala memutuskan bekerja di atas kapal, tak pernah dibayangkan bahwa suatu hari akan mendampingi penanganan operasi di ruang bedah yang kerap bergoyang, akibat hantaman ombak di laut.

You might also like

Kota Blitar.

12.848 Warga Kota Blitar Alami Obesitas, 60 Persen Ternyata Perempuan Dewasa

09/06/2026 6:13 PM
Manfaat tomat mentah.

Sering Disisihkan saat Makan, Ini 10 Manfaat Tomat Mentah yang Jarang Diketahui

06/06/2026 9:04 AM

“Selama kami pelayanan kurang lebih sekitar 3 minggu itu kami dihantam dengan ombak,” ujar Josepha dalam keterangan tertulis PT Pertamina International Shipping (PIS) dan doctorSHARE, Sabtu (12/07/2025).

Josepha bercerita hantaman ombak bagi awak kapal dianggap sebagai alun, namun untuk pekerja medis itu menjadi tantangan sendiri dalam melaksanakan aktivitas pelayanan.

“Saat ada ombak, kami ada beberapa pasien operasi dan harus melakukan tindakan tersebut. Ini menjadi tantangan tersendiri bagi kami saat bekerja di atas kapal, yakni ombak yang harus kami hadapi,” lanjutnya.

Josepha telah bergabung menjadi relawan RS Kapal Nusa Waluya II selama 2 tahun. Ia memilih menjadi relawan untuk mengikuti panggilan hatinya melayani masyarakat yang kesulitan mendapatkan akses kesehatan.

Relawan Medis 1
Relawan Medis: Rumah Sakit Kapal Nusa Waluya II yang saat ini beroperasi di Waigeo Utara, Papua Barat Daya.

Pengalaman lain yang diingat adalah ketika harus merawat pasien berusia lanjut yang sudah tidak punya siapa-siapa.  Pasien tersebut datang sendirian, dan pastinya sudah harus berjuang untuk mencapai ke lokasi rumah sakit.

“Ada masalah di pernafasannya, dan pasien tidak punya keluarga sama sekali. Sebagai perawat, di sini saya terasa menjalani profesi saya sesungguhnya. Merawat pasien tersebut hingga akhirnya pasien bisa kembali sembuh,” ungkapnya.

Cerita lain juga datang dari Parlin (28), yang berprofesi sebagai apoteker. Datang jauh dari Jember, Jawa Timur, dan pertama kali menginjakkan Tanah Papua.

Bagi Parlin, mungkin kontribusinya kepada para pasien tidak sebesar jasa perawat dan dokter. Namun, ia tetap berusaha melayani sepenuh hati para pasien, yang rata-rata kesulitan berbahasa dan mengerti perawatan yang harus dilanjutkan.

Relawan Medis 2
Relawan Medis yang bekerja di pedalaman Nusantara bersama Rumah Sakit Kapal Nusa Waluya II.

“Kita harus menjelaskan kepada mereka dengan sabar dan perlahan, agar pengobatan yang diberikan bisa dimengerti,” katanya.

Kesabaran Parlin melayani pasien ini pun berbuah manis, secara harfiah. Karena pasien memberikan buah-buahan untuk mengucapkan rasa terima kasihnya.

“Ini apresiasi yang tidak pernah kita dapatkan sebelumnya di kota-kota. Jadi satu sisi ini sangat menyentuh bagi saya,” akunya.

Pemberian buah-buahan dan hasil bumi ini tidak sekali dan dua kali dilakukan para pasien kepada para relawan. Aneka buah dan sayur diberikan sebagai ucapan terima kasih, meski para pasien tidak perlu membayar biaya perawatan dan pengobatan. Sehingga mereka kerap kembali kunjungi RS kapal hanya untuk mengirimkan buah-buahan.

Inspirasi menjadi relawan di pedalaman juga menyentuh seorang dokter muda dari Jakarta, Gavriel Gregorio Singgih (26). Keinginan untuk mengabdi sudah dipendamnya sejak 2019.

Relawan Medis 3
Relawan Medis melayani pasien di pedalaman Nusantara bersama Rumah Sakit Kapal Nusa Waluya II.

“Waktu itu saya masih Koas kedokteran, dan melihat bagaimana RS kapal ini berlayar ke pelosok menghampiri masyarakat yang membutuhkan akses kesehatan. To reach and reachable menjadi motivasi saya bergabung,” katanya.

Josepha, Parlin, dan Gavriel adalah sebagian dari 35 relawan tenaga medis yang rela meninggalkan kenyamanan untuk mengabdi di RS Kapal. Termasuk di antaranya dokter spesialis, dokter umum, perawat, apoteker dan bidan.

Di tengah desiran angin laut dan debur ombak yang tak pernah berhenti, Josepha dan relawan lainnya belajar satu hal, bahwa pengabdian sejati kadang datang lewat perjalanan yang tidak tenang, namun penuh makna.

RS Kapal Nusa Waluya II hadir di Waigeo Utara, Papua Barat Daya dan beroperasi selama 60 hari, sejak 10 Juni 2025 hingga Agustus mendatang, dengan target melayani hingga sebanyak 10 Ribuan warga dari tujuh distrik di area tersebut tanpa biaya sama sekali. RS Kapal ini beroperasi dari hasil kolaborasi PT Pertamina International Shipping (PIS) dan doctorSHARE.

Relawan Medis 3
Relawan Medis Bersama Rumah Sakit Kapal Nusa Waluya II di Waigeo Utara, Papua Barat Daya.

“Ini merupakan kedua kali kami bekerja sama menghadirkan RS kapal ke pelosok Nusantara. Kerja sama ini berangkat dari keyakinan kami bahwa setiap orang, di manapun berada, berhak atas layanan akses kesehatan yang layak,” ujar Corporate Secretary PIS, Muhammad Baron, Jumat (11/07).

Bagi PIS, lanjutnya, program CSR yang berada di bawah payung ‘BerSEAnergi untuk Laut’ ini merupakan cerminan semangat perusahaan untuk senantiasa menyalurkan energi kebaikan ke penjuru negeri, melalui lautan.

“Kami percaya, untuk mendorong kemajuan bangsa tak hanya soal pelayanan logistik dan kapal untuk menggerakkan ekonomi. Tapi juga hadir secara nyata ke masyarakat, untuk memberikan pelayanan yang lebih baik dan bermanfaat bagi sesama,” kata Baron.

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

 

Editor: Darmadi Sasongko

Tags: doctorSHAREPapua Barat DayaPT Pertamina International ShippingWaigeo Utara
Darmadi Sasongko

Darmadi Sasongko

Related Stories

Kota Blitar.

12.848 Warga Kota Blitar Alami Obesitas, 60 Persen Ternyata Perempuan Dewasa

by Dwi Linda
09/06/2026 6:13 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Tren kelebihan berat badan atau obesitas di Kota Blitar menunjukkan statistik yang mengejutkan. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota...

Manfaat tomat mentah.

Sering Disisihkan saat Makan, Ini 10 Manfaat Tomat Mentah yang Jarang Diketahui

by Dwi Linda
06/06/2026 9:04 AM
0

Tugujatim.id – Manfaat tomat mentah ternyata jauh lebih banyak daripada yang dibayangkan sebagian orang. Selama ini tomat lebih sering dikenal...

Makan telur.

5 Manfaat Rutin Makan Telur Setiap Hari, Nomor Lima Jaga Kondisi Fit!

by Dwi Linda
02/06/2026 6:06 PM
0

Tugujatim.id - Telur jadi salah satu bahan makanan yang mudah ditemukan dan sering dikonsumsi sehari-hari. Selain praktis, makan telur juga...

Malang

Kakao Malang Diam-Diam Punya Varietas Premium Langka

by Mochamad Abdurrochim
29/05/2026 7:00 AM
0

MALANG, Tugujatim.id – Kabupaten Malang ternyata tidak hanya dikenal lewat sektor pertanian hortikultura maupun wisata alam. Di balik hamparan kebun...

Next Post
Inovasi Energi Terbarukan

UM Raih Penghargaan di IBEA 2025 Berkat Inovasi Energi Terbarukan

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID