MOJOKERTO, Tugujatim.id – Keterbatasan fisik tidak membuat semangat Sugeng Siswoyudhono lantas padam. Kehilangan separo kaki kanan akibat kecelakaan lalu lintas justru membuat jiwa sosial Sugeng semakin peka. Lewat perjuangan tidak kenal lelah, Sugeng berhasil membuat bengkel kaki palsu. Bagi dia, bengkel ini sebagai wujud kepedulian Sugeng kepada sesama penyandang difabel.
Kisah pedih Sugeng Siswoyudhono berawal dari kecelakaan lalu lintas yang menimpanya pada 1981. Sugeng yang semula bercita-cita ingin menjadi tentara terpaksa mengubur dalam-dalam impian masa kecilnya.
“Karena bapak saya tentara, saya jadi ingin jadi tentara juga. Tapi, takdir berkata lain,” kata Sugeng Siswoyudhono saat ditemui Tugu Jatim di bengkel kaki palsu miliknya yaitu Than Must Soegenk Mirtha Production, Rabu (02/08/2023).

Setelah kejadian pedih tersebut, Sugeng mendapat kaki palsu yang dibelikan oleh orang tuanya. Namun, kaki palsu tersebut akhirnya rusak. Sugeng lalu mendapat kaki palsu lagi hasil patungan saudara-saudaranya.
Kaki palsu kedua yang dipakai Sugeng juga rusak. Kenyataan ini memaksa Sugeng memutar otak karena harga kaki palsu saat itu terbilang mahal.
“Zaman dulu seharga motor kalau mau beli kaki palsu. Akhirnya saya belajar mandiri, otodidak bagaimana caranya membuat kaki palsu sendiri. Alhamdulillah, akhirnya bisa bikin sendiri,” terang Sugeng.

Pada 1995 atau selama 28 tahun, Sugeng mulai memberanikan diri membuat kaki palsu untuk penyandang difabel. Pada tahun tersebut, warga Kauman, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto, ini tidak menyediakan bahan sendiri.
“Awal dulu pada 1995 mulai membuatkan untuk saudara-saudara penyandang difabel. Mereka bawa sendiri bahannya. Waktu itu saya belum menyediakan bahan sendiri, hanya mau membuatkan,” tutur Sugeng.

Lambat laun, Sugeng mengajak beberapa orang untuk menerima pesanan pembuatan kaki palsu. Nah, kaki palsu yang dibuat oleh bengkel Sugeng awalnya untuk penyandang difabel di bawah lutut.
“Untuk yang bawah lutut, sudah bikin sejak lama. Baru-baru ini saja bikin yang di atas lutut. Soalnya butuh waktu lebih lama kalau di atas lutut,” tambah Sugeng.
Kini tidak kurang dari tiga orang bekerja di bengkel kaki palsu milik Sugeng. Bahan yang dipakai beraneka macam. Mulai dari kayu sampai fiber. Bahan tersebut juga menyesuaikan permintaan dari pemesan.
Perjuangan Sugeng ternyata dilirik oleh salah satu media nasional. Sugeng dianggap mempunyai visi luar biasa meski memiliki keterbatasan fisik.

“Pada 2007 itu diundang Kick Andy. Bahkan sampai sekarang masih nyambung. Presenter Kick Andy juga hadir ke rumah saat saya menikahkan anak saya,” ujar Sugeng.
Tidak hanya itu, Sugeng juga pernah menyabet penghargaan dari Tito Karnavian saat masih menjabat sebagai Kapolri. Meski demikian, Sugeng tidak silau dengan segala penghargaan yang diraihnya.
“Bagi saya, bagaimana caranya bisa memberi manfaat bagi sesama. Dan juga, bagaimana saudara-saudara difabel ini tetap berdaya meski memiliki kekurangan,” ujarnya.
Writer: Hanif Nanda Zakaria
Editor: Dwi Lindawati








