• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Klenteng Eng An Kiong. (Foto: Frederikus Bintang Hayati/Maria Diana Kemba/Tugu Jatim)

Cagar budaya Klenteng Eng An Kiong Kota Malang. (Foto: Frederikus Bintang Hayati/Maria Diana Kemba/Tugu Jatim)

Klenteng Eng An Kiong Kota Malang, Cagar Budaya Berusia 197 Tahun Bergaya Tiongkok-Eropa

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
4 years ago
in News, Pendidikan
0
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG, Tugujatim.id – Kota Malang memiliki salah satu bangunan yang ikonik. Namanya Klenteng Eng An Kiong. Bangunan yang terletak di Jl R.E. Martadinata No 1, Kota Lama, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Jawa Timur, itu salah satu bangunan tua yang diperkirakan sudah ada sejak zaman Belanda. Selain itu, ikon ini dibangun dengan ciri khas Tiongkok yang memiliki daya tarik tersendiri bagi masyarakat.

Di bagian depan Klenteng Eng An Kiong, ada beberapa pilar yang dihiasi dengan ukiran-ukiran seperti naga yang juga menghiasi setiap sudut bangunan. Bahkan, lukisan dengan nilai tinggi dan memiliki makna yang mendalam ini berjajar rapi di beberapa sisi bangunan. Istimewanya, bangunan tersebut didominasi dengan gaya arsitektur Tiongkok dan Eropa.

You might also like

Muktamar

Pesantren Tambakberas Jombang Disterilkan, Golf Cart dan Becak Listrik Disiagakan untuk Muktamar NU

21/07/2026 11:17 AM
Jawa Timur

Cuaca Jawa Timur Hari Ini Bikin Waspada, Dari Kabut Pekat hingga Hujan dan Angin Kencang Mengintai

21/07/2026 10:00 AM

Ciri khas lain yang dimiliki bangunan ini dari warna yang menghiasinya, yaitu dominasi warna merah dan kuning. Arti warna merah itu adalah kehidupan, keberanian, dan kebahagiaan. Sedangkan makna warna kuning berarti keagungan.

Sementara itu, Ketua Yayasan Klenteng Eng An Kiong Kota Malang Rudi Phan mengatakan, tempat bersejarah sekaligus tempat ibadah itu sudah menjadi salah satu cagar budaya. Bukan hanya itu, Klenteng Eng An Kiong memiliki daya tarik tersendiri karena di dalamnya menaungi tiga penganut agama atau kepercayaan.

Klenteng Eng An Kiong. (Foto: Frederikus Bintang Hayati/Maria Diana Kemba/Tugu Jatim)
Ketua Yayasan Klenteng Eng An Kiong Kota Malang Rudi Phan. (Foto: Frederikus Bintang Hayati/Maria Diana Kemba/Tugu Jatim)

“Berdiri sejak 1825 atau 197 tahun, yayasan ini menaungi tiga agama yaitu Ji (Khonghucu), Too (Tao), dan Sik (Buddha),” katanya.

Dia mengatakan, bangunan tua yang sudah hampir dua abad atau tepatnya 197 tahun itu didirikan salah seorang letnan berkebangsaan China yang bekerja dengan orang Belanda.

“Pendirinya adalah Letnan Kwee Sam Hway, seorang warga China tapi bekerja dengan orang Belanda, dulunya kan perkebunan tebu di sini,” ujarnya.

Rudi menjelaskan, dengan memegang teguh Tri Dharma sehingga yayasan ini turut terlibat dalam membantu masyarakat yang kurang mampu.

Klenteng Eng An Kiong. (Foto: Frederikus Bintang Hayati/Maria Diana Kemba/Tugu Jatim)
Nuansa Klenteng Eng An Kiong. (Foto: Frederikus Bintang Hayati/Maria Diana Kemba/Tugu Jatim)

“Yayasan ini memiliki tiga visi dan misi. Pertama, agama kita tahu ini tempat ibadah, kedua kebudayaan, jadi kita masih melestarikan budaya Indonesia dan kebudayaan China. Ketiga misi sosial, di belakang sini ada puskesmas kami melayani warga sekitar yang kurang mampu” jelasnya.

Dia melanjutkan, sebelum pandemi merajalela di dunia, khususnya Indonesia. Jumlah pengunjung yang datang sangat banyak, bahkan dari mancanegara datang ke tempat ini.

“Kalau sebelum Covid-19, banyak wisatawan mancanegara yang datang. Karena ini termasuk tempat budaya. Turis-turis itu banyak, ada yang dari Jerman, Belanda, dan Prancis. Biasanya pada Juli-Oktober,” tutupnya.

Tags: bangunan cagar budayaBangunan ikonik Kota MalangBerita Kota Malangcagar budayaKlenteng Eng An KiongKlenteng Eng An Kiong Kota MalangKota MalangSejarah Klenteng Eng An Kiong
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Muktamar

Pesantren Tambakberas Jombang Disterilkan, Golf Cart dan Becak Listrik Disiagakan untuk Muktamar NU

by Mochamad Abdurrochim
21/07/2026 11:17 AM
0

JOMBANG, Tugujatim.id – Alih-alih kendaraan bermotor, panitia gelaran Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang...

Jawa Timur

Cuaca Jawa Timur Hari Ini Bikin Waspada, Dari Kabut Pekat hingga Hujan dan Angin Kencang Mengintai

by Mochamad Abdurrochim
21/07/2026 10:00 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jawa Timur pada Selasa (21/07/2026) bergerak dinamis dengan pola yang tidak merata di banyak daerah. Sejumlah...

Rumah doa.

DPRD Kabupaten Pasuruan Terima Aduan Warga Tolak Dugaan Rumah Doa Ilegal di Bangil

by Dwi Linda
20/07/2026 9:04 PM
0

PASURUAN, Tugujatim.id - Perwakilan warga Lingkungan Sukalipura, Kelurahan Dermo, Kecamatan Bangil, mendatangi kantor DPRD Kabupaten Pasuruan untuk audiensi pada Senin...

Sekolah terpencil di Sidoarjo.

Sekolah Terpencil di Sidoarjo Viral Disebut Tak Dapat Perhatian, Ini Penjelasan Dispendikbud

by Dwi Linda
20/07/2026 7:42 PM
0

SIDOARJO, Tugujatim.id – Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Kabupaten Sidoarjo Netti Lastiningsih angkat bicara setelah kondisi sekolah terpencil...

Next Post
Harlah NU. (Foto: Tangkapan layar channel TVNU/Tugu Jatim)

Puncak Harlah NU Ke-99 di Madura, Ma'ruf Amin Berharap Nahdlatul Ulama Jadi Lokomotif Gerakan Perbaikan

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID