MALANG, Tugujatim.id – Departemen Sastra Inggris Universitas Negeri Malang (UM) menjalin kerja sama dengan School of Culture, History & Language, the Australian National University (ANU) dalam sebuah penelitian kolaborasi di bidang linguistik dengan dukungan program Research Staff Exchange.
Program tersebut merupakan bagian dari World Class University (WCU) funding di Universitas Negeri Malang yang membiayai kerja sama penelitian dengan universitas ternama dunia yang masuk dalam Top Rank 100. Pada 2024, Universitas Negeri Malang mengirimkan 19 orang dosen/peneliti ke berbagai universitas yang memenuhi syarat yang ditentukan. Salah satu peneliti terpilih adalah Dr Nurenzia Yannuar dari Departemen Sastra Inggris Fakultas Sastra UM.

Dr Nurenzia Yannuar melakukan kolaborasi penelitian ini di ANU bersama Prof I Wayan Arka FASSA FAHA dari School of Culture, History, and Language. Dia adalah peneliti terkemuka di bidang linguistik yang meraih gelar FASSA, FAHA dari Australian Academy of the Social Sciences.
Anggota lain dari penelitian ini adalah Dr Nelly Martin-Anatias dari Massey University, Auckland. Dia telah menghasilkan banyak penelitian mengenai Covid-19 dari sisi bahasa, media, dan komunikasi. Mereka pernah melakukan presentasi bersama dalam simposium internasional dengan tema “Perspectives on Language, Health and Well-being in Asia and the Pacific” yang diselenggarakan oleh ANU.

Penelitian ini mengusung tema perilaku berbahasa selama pandemi di Indonesia. Perilaku berbahasa dalam konteks ini utamanya merujuk pada imbauan, pengumuman, informasi, dan semacamnya terkait Covid-19 yang ada di ruang publik. Hasil penelitian ini membawa manfaat nyata bukan hanya dari sisi linguistik, namun juga dari sisi kesehatan karena menyinggung strategi dan kebijakan penanggulangan pandemi.
Dengan mengamati papan-papan pengumuman di jalan umum, penelitian ini telah memetakan pesan mengenai petunjuk teknis tentang pola hidup sehat selama pandemi, memetakan pesan positif kepada masyarakat tentang kehidupan selama pandemi, mengkaji gabungan berbagai elemen semiotika dan peranan bahasa dalam kampanye hidup sehat, dan mengamati penggunaan bahasa (baik Bahasa Indonesia, bahasa daerah, maupun Bahasa Inggris) serta perubahan dari lanskap linguistik pada saat awal mula pandemi dan ketika pandemi berlangsung.

Hasil penelitian akan diterbitkan dalam jurnal internasional yang terindeks. Kegiatan meeting dan juga diskusi dengan Prof I Wayan Arka serta beberapa anggota grup penelitiannya telah memberikan wawasan dan juga peluang meningkatnya kualitas penelitian serta publikasi dosen UM. Selain itu, telah dirancang beberapa kerja sama penelitian di masa mendatang.
Australian National University (ANU) adalah universitas yang berada di ranking ke 34 dalam QS World Ranking level universitas. Pada subyek Linguistik, ANU berada dalam urutan ke-74. Kolaborasi penelitian ini mendukung dalam peningkatan peringkat UM di kancah internasional melalui penelitian dan publikasi, peluang UM untuk masuk peringkat 1.000 besar dunia pada 2024 sesuai dengan kontrak kementerian, serta pemenuhan capaian dan target kontrak kinerja dengan kementerian bahwa UM harus masuk peringkat 1.000 besar dunia, melalui program World Class University (WCU) EQUITY. (adv)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Editor: Dwi Lindawati








