Komisi D DPRD Kota Malang Pastikan Bansos Refocusing Rp 10,3 Miliar Tepat Sasaran - Tugujatim.id

Komisi D DPRD Kota Malang Pastikan Bansos Refocusing Rp 10,3 Miliar Tepat Sasaran

  • Bagikan
Salah satu warga yang menerima dana bansos di Kantor Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Selasa (03/08/2021). (Foto:Azmy/Tugu Jatim)
Salah satu warga yang menerima dana bansos di Kantor Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Selasa (03/08/2021). (Foto:Azmy/Tugu Jatim)

MALANG, Tugujatim.id – Anggota Komisi D DPRD Kota Malang Lelly Theresiawati memantau langsung pelaksanaan penyaluran bantuan sosial (bansos) dari refocusing anggaran legislatif sebesar Rp 10,3 miliar. Kali ini, penyaluran bansos menyasar warga Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang.

Penyaluran bansos dengan besaran Rp 300 ribu per orang ini dilakukan di Kantor Kecamatan Lowokwaru, Selasa (03/08/2021). Penerima manfaat di kecamatan ini mencapai 3.000 orang dari berbagai kalangan, khususnya warga menengah ke bawah.

Anggota Komisi D DPRD Kota Malang Lelly Theresiawati saat memantau penyaluran dana bansos di Kantor Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Selasa (03/08/2021). (Foto:Azmy/Tugu Jatim)
Anggota Komisi D DPRD Kota Malang Lelly Theresiawati saat memantau penyaluran dana bansos di Kantor Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Selasa (03/08/2021). (Foto:Azmy/Tugu Jatim)

Menurut Lelly, penyaluran bansos di wilayah dapilnya ini sudah tepat sasaran. Khususnya untuk para pekerja yang dirumahkan, karyawan yang di-PHK, dan warga kalangan menengah ke bawah.

”Alhamdulillah, penyaluran bansos hari ini lancar. Meski begitu, tetap ada catatan untuk evaluasi agar jangan sampai terjadi kerumunan dalam penyaluran bansos selanjutnya,” ungkap dia.

Seperti diketahui, penyaluran bansos selanjutnya akan menyasar warga Kecamatan Kedungkandang, Kecamatan Blimbing, dan Kecamatan Klojen. Sebelumnya, 2 kecamatan lain, yakni di Sukun dan Lowokwaru sudah dilakukan.

Perempuan yang juga tercatat sebagai ketua Relawan Nasional Malang Raya ini mengungkapkan, total penerima manfaat ini mencapai 10.459 orang di seluruh Kota Malang.

”Ini didapat dari refocusing anggaran DPRD, totalnya Rp 10,3 miliar. Itu dari pemangkasan anggaran perjalanan dinas, bimtek, pengadaan mobil dinas, dan lain-lainnya,” jelasnya.

Terlepas dari itu, Lelly mengakui, secara nominal memang bansos ini belum mencukupi atau tidak sebanding dengan beban yang harus ditanggung warga terdampak Covid-19 dan PPKM.

”Tapi, ini juga tidak bisa dipungkiri kalau seperti inilah situasinya. Pandemi cukup memengaruhi semua sektor tanpa terkecuali. Setidaknya, ini sudah jadi bentuk kehadiran pemerintah dan wakil rakyat,” jelas dia.

Salah satu petugas yang menyerahkan dana bansos kepada warga di Kantor Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Selasa (03/08/2021). (Foto:Azmy/Tugu Jatim)
Salah satu petugas yang menyerahkan dana bansos kepada warga di Kantor Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Selasa (03/08/2021). (Foto:Azmy/Tugu Jatim)

Lelly berpesan agar masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara ketat. Karena hanya itu satu-satunya senjata paling ampuh yang bisa dilakukan di tataran individu. Dengan begitu, mata rantai penularan Covid-19 bisa diputus.

”Saya pesan agar warga tetap semangat. Jangan sampai pandemi membuat kita lelah berbuat baik dan ibadah. Percayalah, di balik semua ini, pasti ada hikmahnya. Tetap semangat dan terus bertahan hidup. Semoga obatnya segera ditemukan,” ujarnya.

Terpisah, seorang penerima manfaat bernama Nanang, 34, warga Kelurahan Bukirsari, ini berterima kasih atas bantuan tersebut. Dia mengatakan, terus terang selama pandemi ini penghasilan dari pekerjaannya sebagai tukang parkir juga mulai tersendat.

”Terima kasih, ini bisa buat keperluan sehari-hari nanti. Saya baru dapat bansos 2 kali selama PPKM,” ucapnya.

 

  • Bagikan