Buang Stigma Tempat Penyebaran Covid-19, Masjid Al Fattah Ali di Malang Bentuk "Masjid Peduli Covid" - Tugujatim.id

Buang Stigma Tempat Penyebaran Covid-19, Masjid Al Fattah Ali di Malang Bentuk “Masjid Peduli Covid”

  • Bagikan
Takmir Masjid Al Fattah Ali Kota Malang Prof Dr Ir Muhammad Bisri MS bersama beberapa pegiat sosial usai serah terima bantuan pada Selasa (03/08/2021). (Foto: M. Sholeh/Tugu Jatim)
Takmir Masjid Al Fattah Ali Kota Malang Prof Dr Ir Muhammad Bisri MS bersama beberapa pegiat sosial usai serah terima bantuan pada Selasa (03/08/2021). (Foto: M. Sholeh/Tugu Jatim)

MALANG, Tugujatim.id – Kegiatan ibadah di masjid telah dibatasi karena dianggap sebagai salah satu tempat penyebaran Covid-19. Menjawab stigma itu, Masjid Al Fattah Ali Kota Malang mulai membentuk “Masjid Peduli Covid” pada Selasa malam (03/08/2021).

Ketua Takmir Masjid Peduli Covid Prof Dr Ir Muhammad Bisri MS mengatakan, sejauh ini potensi masjid tak dimanfaatkan secara optimal untuk penanganan pandemi. Bahkan, masjid sampai ditutup dalam beberapa kebijakan penanganan pandemi.

Hal inilah yang kemudian memunculkan ide-ide dari beberapa pegiat sosial di Kota Malang untuk membentuk Masjid Peduli Covid. Selain sebagai tempat ibadah, masjid juga bisa menjadi tempat kegiatan kemanusiaan.

“Di sini, warga yang terdampak Covid-19 tidak sedikit. Banyak pedagang kecil yang gak bisa berdagang. Untuk itu, dengan adanya Masjid Peduli Covid ini bisa dimanfaatkan,” ujar Prof Bisri yang juga mantan Rektor UB itu, Selasa (03/08/2021).

Prof Bisri menyebutkan, gerakan Masjid Peduli Covid yang dimulai di Masjid Al Fattah Ali ini sudah mendapat antusias dan bantuan dari berbagai elemen masyarakat dan komunitas sosial di Kota Malang. Mulai dari tokoh perempuan Kota Malang Liza Min Nelly, Ketua LIRA Malang Raya Didik Achmadi, Koordinator Pengaduan Pelayanan Publik Malang Sudarno, Akademisi UIN Maliki Malang Zainal Habib, Direktur Jatim Times Lazuardi Firdaus, CEO Tugu Media Group Irham Thoriq, dan sejumlah tokoh lainnya.

“Kami akan rutin menyalurkan bantuan sosial (bansos) ini tidak hanya sekali. Kami akan carikan dana sosial, bahkan dana sedekah masjid akan kami keluarkan untuk masyarakat terdampak Covid-19 secara rutin sampai pandemi ini berkurang,” paparnya.

Menurut dia, gerakan ini juga sudah mendapat restu dari Wali Kota Malang Sutiaji untuk dijalankan di Masjid Al Fattah Ali. Jika nantinya gerakan ini bisa berjalan dengan baik, maka tidak menutup kemungkinan gerakan itu bisa menjadi replika di tempat ibadah lain.

Ketua Takmir Masjid Peduli Covid Prof Dr Ir Muhammad Bisri MS menyampaikan pemaparannya soal Masjid Peduli Covid pada Selasa (03/08/2021). (Foto: M. Sholeh/Tugu Jatim)
Ketua Takmir Masjid Peduli Covid Prof Dr Ir Muhammad Bisri MS menyampaikan pemaparannya soal Masjid Peduli Covid pada Selasa (03/08/2021). (Foto: M. Sholeh/Tugu Jatim)

“Catatannya, kalau masjid menjadi motor penggerak, harus ada kebersamaan dan harmonisasi dengan stakeholder lainnya. Mulai RT-RW hingga satgas, semuanya harus jadi satu dan jangan jalan sendiri-sendiri,” ucapnya.

Sementara itu, pegiat sosial Kota Malang Sutopo Dewangga, salah satu penggagas Masjid Peduli Covid, mengatakan, masjid dipilih karena memiliki potensi yang unggul. Salah satunya, manajemen takmir yang memiliki kepercayaan masyarakat lebih tinggi dari instansi atau lembaga lain.

“Kedua, transparansi pengelolaan keuangan yang ada di masjid itu tinggi jika dibandingkan dengan institusi atau lembaga apa pun. Namun, potensi itu selama ini tidak difungsikan. Bahkan, ada stigma jika tempat ibadah menjadi tempat penyebaran Covid-19,” bebernya.

Menurut dia, sejauh ini tak ada manajemen risiko dalam penanganan pandemi yang dilakukan pemerintah. Jadi, data target dari pemerintah pusat dan data realisasi di lapangan terkait penanganan pandemi tak sama.

Dengan adanya Masjid Peduli Covid ini, maka juga akan dilakukan pengelolaan, tracking, dan penentuan target terkait permasalahan pandemi. Sehingga kendala yang ada di lapangan dapat segera dipecahkan.

Dia berharap, Masjid Peduli Covid ini nantinya bisa memberikan manfaat dan meringankan beban masyarakat terdampak pandemi dan menjadi contoh tempat ibadah lain untuk melakukan gerakan kemanusiaan.

“Penanganan pandemi bukan sekadar soal virusnya, tapi dampak ekonominya. Orang tidak terpapar Covid-19, tapi tak bisa mencari nafkah. Maka ini menjadi tanggung jawab kita bersama,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Tim Pelaksana Masjid Peduli Covid Masjid Al Fattah Ali Drs H. Arif Sufianto mengatakan, beberapa bantuan yang sudah masuk seperti, beras, telur, susu, masker, oksimeter, hingga tabung oksigen akan segera disalurkan kepada masyarakat terdampak pandemi.

“Sejauh ini kebutuhan oksigen di masyarakat sekitar masih kekurangan, banyak yang kesulitan mencari oksigen. Banyak depo pengisian oksigen yang habis. Maka adanya bantuan oksigen ini, kami memiliki persediaan di sekretariat Masjid Al Fattah Ali untuk warga yang membutuhkan,” tuturnya.

 

  • Bagikan