MOJOKERTO, Tugujatim.id – Komnas PA Jatim menyoroti dapur untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Mojokerto yang mendadak berhenti beroperasi. Dari berbagai sumber yang diterima, banyak dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terpaksa libur sementara akibat kendala pencairan dana dari pemerintah.
Menariknya, dapur MBG di Mojokerto tersebut berhenti beroperasi tepat saat musim libur sekolah.
Baca Juga: Dana Tak Kunjung Cair, SPPG di Jember Terpaksa Hentikan MBG bagi 2.455 Pelajar
Sekjen Komnas PA Jatim Jaka Prima menuturkan, dampak program dapur MBG di Mojokerto jika berhenti untuk anak sekolah sangat signifikan, terutama bagi keluarga kurang mampu.
Jaka berpandangan bahwa tumbuh kembang anak bisa terganggu, termasuk kesehatan gizi anak, hingga beban pengeluaran rumah tangga ikut meningkat karena orang tua harus menyediakan makanan tambahan untuk anak-anak karena tidak lagi menerima MBG.
“Selain itu, tentu ekonomi lokal juga ikut terdampak karena UMKM dan petani lokal yang terlibat dalam penyediaan makanan untuk MBG akan kehilangan sumber penghasilannya,” terang Jaka, Jumat (26/12/2025).
Penghentian Program Memperburuk Kualitas SDM
Dalam jangka panjang, menurut Jaka, penghentian program dapur MBG di Mojokerto dapat memperburuk kualitas sumber daya manusia Indonesia dan menghambat pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan.
“Oleh karena itu, penting untuk memastikan keberlanjutan program ini, terutama bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu,” urai Jaka.
Terpisah, salah satu orang tua penerima MBG berinisial AZM mengatakan, anaknya tidak menerima MBG sejak Senin (22/12/2025). Pasalnya, dapur SPPG yang tiap hari memberikan MBG ke anak AZM yang berusia 3 tahun tiba-tiba berhenti beroperasi sementara.
Baca Juga: Kuota 220 Dapur Penuh, Jember Diproyeksikan Jadi Kabupaten Realisasi MBG Tercepat
“Dari info di WA grup itu bilangnya karena ada kendala pencairan dana gitu. Jadi ya libur, kami ndak nerima MBG kayak biasanya, untuk sementara gitu katanya,” tandasnya.
AZM tersebut mengaku terbantu dari adanya MBG yang sebelumnya rutin berjalan. Meski anak dari warga Gedeg, Kabupaten Mojokerto, tersebut baru 3 tahun, namun rutin mendapat MBG dengan beragam menu.
“Menunya macam-macam. Anak saya suka. Ini kebetulan libur jadinya ya kami keluar uang sendiri buat makan anak kami,” urainya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Hanif Nanda Zakaria
Editor: Dwi Lindawati








