MOJOKERTO, Tugujatim.id – Komnas PA Jatim (Komnas Perlindungan Anak Jawa Timur) menyoroti predikat Kota Layak Anak kategori Nindya yang diraih Kota Mojokerto. Torehan ini dinilai tidak selaras dengan masih maraknya kasus kekerasan terhadap anak.
Sekjen Komnas PA Jawa Timur, Jaka Prima mengatakan, pihaknya masih mengantongi data bahwa anak di bawah umur mengalami kekerasan baik fisik maupun psikis, termasuk banyak anak yang menjadi pengamen dan pengemis.
“Masih adanya kondisi itu menjadi sorotan utama kami,” tandasnya, Minggu (10/08/2025).
Jaka mencontohkan dugaan kasus pencabulan terhadap anak di bawah umur masih dijumpai di Kota Mojokerto. Mirisnya, kasus tersebut diduga kuat dilakukan oknum sekuriti sekolah di Mojokerto terhadap salah satu siswi. Jaka sediri mengaku telah mendatangi salah satu sekolah dasar di Kota Mojokerto atas kasus tersebut.
“Sudah kami datangi untuk memastikan kasus tersebut serta komitmen kami mendampingi korban,” ungkapnya.
Modus pelaku pelecehan adalah bertingkah seolah-olah menjadi orang tua dari seorang anak. Terduga pelaku oknum sekuriti sekolah ini sudah belasan tahun tidak mempunyai momongan. Maka, tidak banyak pihak yang curiga akan gerak-gerik terduga pelaku hingga berujung tindakan pelecehan.
“Terduga pelaku mendekati korban, menawarkan bermain ponsel. Namun, ternyata berujung pada perbuatan yang kurang baik,” ujarnya.
Hasil penelusuran Komnas Perlindungan Anak Jawa Timur mencatat, ada dua korban yang sementara ini diketahui. Modus yang dilakukan juga sama, tapi korban pertama tidak melapor ke polisi karena terduga pelaku menandatangani surat pernyataan tidak mengulangi perbuatannya.
Tapi, surat pernyataan tersebut ternyata dilanggar oleh terduga pelaku. Orang tua korban kedua langsung bertindak atas perbuatan terduga pelaku pasca sang anak buka suara.
“Puncaknya, bulan Juli lalu, korban melaporkan terduga pelaku ke Polres Kota Mojokerto atas perbuatan yang sama, namun korbannya berbeda. Jadi ada dua korban. Yang satu sudah laporan, satunya saksi,” urai Jaka.
Dari contoh tersebut, Jaka meminta upaya-upaya konkret dari pemerintah daerah agar status Kota Layak Anak seturut dengan kenyataan yang sebenarnya. “Libatkan masyarakat juga, serta DPRD setempat,” tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Hanif Nanda Zakaria
Editor: Darmadi Sasongko








