• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Anak-anak sedang bermain hulahop, permainan tradisional yang sudah jarang dilakukan. (Foto:Dok/Kampoeng Dolanan/Tugu Jatim)

Anak-anak sedang bermain hulahop, permainan tradisional yang sudah jarang dilakukan. (Foto:Dok/Kampoeng Dolanan/Tugu Jatim)

Komunitas Kampoeng Dolanan; Permainan Tradisional yang Melatih Kejujuran dan Sportivitas

Redaksi by Redaksi
5 years ago
in Featured
0
Share on FacebookShare on Twitter

SURABAYA, Tugujatim.id – Tampak anak-anak sedang bermain di lahan kampung yang terletak di Jalan Kenjeran Gang IV-C Surabaya. Ada yang pakai sandal, ada juga yang “nyeker”. Kebetulan tanah itu masih dimiliki PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan menjadi kompleks lokomotif, tidak heran bila anak-anak itu sering bermain di antara rel kereta api, dan sesekali ada gerbong kereta yang melintas dengan kecepatan rendah.

Pendiri Kampoeng Dolanan Mustofa menjelaskan, prinsip yang dibawa komunitas ialah “Setiap Orang Adalah Guru, Setiap Waktu Adalah Belajar dan Alam Raya Adalah Sekolahnya”. Cak Mus, panggilan akrab Mustofa, belajar prinsip itu dari dua tokoh nasional, yaitu Ki Hadjar Dewantara dan Ki Hadi Sukatno.

You might also like

Teras Semeru.

Mengenal Muhammad Syafi’i, Santri Sukses Berdayakan Warga Kampung berkat Rumah Makan Teras Semeru Lumajang yang Viral

06/07/2026 5:13 PM
Blitar

Kisah Anak Buruh Setrika di Kota Blitar Menjemput Asa Lewat Sekolah Rakyat

26/06/2026 10:54 PM
Saat anak-anak belajar bersama di Kampoeng Dolanan Surabaya. (Foto: Dok/Kampoeng Dolanan Surabaya/ Tugu Jatim)
Saat anak-anak belajar bersama di Kampoeng Dolanan Surabaya. (Foto: Dok/Kampoeng Dolanan Surabaya/ Tugu Jatim)

“Anak-anak tidak mengenal permainan tradisional bukan karena mereka tidak ingin memainkannya. Tapi, justru karena mereka tidak teredukasi tentang permainan tradisional. Dua tokoh itu menjadi alasan kami untuk menerapkan nilai-nilai di Kampoeng Dolanan,” terang Cak Mus kepada Tugu Jatim pada Kamis (21/01/2021).

Banyak permainan tradisional yang dilestarikan di Kampoeng Dolanan. Misalnya seperti patil lele, holahop, egrang bambu, egrang batok kelapa, serta permainan tradisional lainnya. Semua permainan itu bisa dipakai untuk belajar, kawan bermain juga dapat dijadikan guru, serta lingkungan yang masuk di kawasan lokomotif itu pun layak dipakai tempat belajar anak-anak.

“Permainan tradisional bisa dijadikan sebagai tools untuk pendidikan dengan segala sektoral bidang. Mulai dari ekonomi, bisnis, dan pemberdayaan. Ke depan akan kami terus mengenai permainan tradisional, dikorelasikan sama ilmu pengetahuan,” lanjut lelaki yang menjadi founder Kampoeng Dolanan pada pewarta Tugu Jatim.

Anak-anak itu bermain dengan wajah yang semringah, bahagia, saling akrab satu sama lain, jumlah mereka banyak, sekitar 15-20 anak setiap bermain bersama. Usia mereka beragam, mulai dari 6 tahun, ada yang sudah sekolah menengah pertama (SMP) serta ada yang duduk di bangku sekolah menengah akhir (SMA). Tapi, rata-rata mereka masih sekolah dasar (SD). Kemudian, Cak Mus menjelaskan soal manfaat permainan tradisional bagi anak-anak.

“Saya ambil contoh tentang permainan tradisional itu ada pelatihan tentang sportivitas, kejujuran, team work, daya tahan tubuh, keseimbangan, mental, dan lain sebagainya. Sangat banyak yang bisa dibahas,” lanjut Cak Mus.

Cak Mus mengatakan, teknologi sudah masuk, jadi tidak bisa dihindari. Yang memakai teknologi kadang memiliki dualisme sifat yang berbeda, misal di media sosial ramai, tapi di dunia nyata pendiam. Satu hal yang tidak bisa hilang dari permainan tradisional, dapat berinteraksi secara langsung dan menjadi diri sendiri.

“Maka yang perlu dilakukan ialah bijak memakai teknologi. Namun, dengan permainan tradisional itu kita bisa menjadi diri sendiri karena bisa berinteraksi secara langsung dengan kawan-kawan saat bermain,” ujar Cak Mus.

Pengurus komunitas Kampoeng Dolanan yang masih aktif per tahun 2021 itu ada 10 orang. Dari berbagai latar belakang pendidikan, perguruan tinggi, dan usia. Intinya, semua orang adalah guru, setiap waktu ialah belajar, serta alam raya merupakan sekolahnya. (Rangga Aji/ln)

Tags: Kampoeng DolananKota Surabayapermainan tradisionalSurabayatradisional
Redaksi

Redaksi

Related Stories

Teras Semeru.

Mengenal Muhammad Syafi’i, Santri Sukses Berdayakan Warga Kampung berkat Rumah Makan Teras Semeru Lumajang yang Viral

by Dwi Linda
06/07/2026 5:13 PM
0

LUMAJANG, Tugujatim.id – Di balik meroketnya angka kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) di Kabupaten Lumajang selama libur Lebaran 2026, ada satu...

Blitar

Kisah Anak Buruh Setrika di Kota Blitar Menjemput Asa Lewat Sekolah Rakyat

by Mochamad Abdurrochim
26/06/2026 10:54 PM
0

"Sedih rasanya melihat teman-teman lain berseragam. Tapi saya harus sabar, menepi dulu demi bantu orang tua. Saya jualan es teh....

Sekolah Rakyat.

Menolak Padam, Asa Baru Silvia dan “The Invisible People” dari Bangku Sekolah Rakyat

by Dwi Linda
26/06/2026 5:47 PM
0

"Ada banyak pahlawan dalam kamus hidup Silvia Putri Cahyani, pelajar 14 tahun di Kota Batu, Jawa Timur. Paman dan bibinya,...

Bupati Sidoarjo.

Terharu! Bocah Usia 7 Tahun Luka Bakar 46 Persen, Bupati Sidoarjo Subandi Siapkan Pengobatan hingga Pekerjaan untuk sang Ayah

by Dwi Linda
16/06/2026 9:24 PM
0

SIDOARJO, Tugujatim.id – Bupati Sidoarjo H. Subandi menjenguk Izzan, 7, bocah yang mengalami luka bakar hingga 46 persen dan kini...

Next Post
Rizki Chandra Amalia, pengusaha muda sedang memamerkan produk usahanya yang diberi nama TumTim Cookies & Bakery yang terletak di Park Royal Regency H1 No 3, Sidoarjo. (Foto: Dok/Tugu Jatim)

Rizki Chandra Amalia, Pengusaha Muda yang Berhasil Ubah Garasi Jadi Outlet Kue Terkenal

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID