Rizki Chandra Amalia, Pengusaha Muda yang Berhasil Ubah Garasi Jadi Outlet Kue Terkenal

  • Bagikan
Rizki Chandra Amalia, pengusaha muda sedang memamerkan produk usahanya yang diberi nama TumTim Cookies & Bakery yang terletak di Park Royal Regency H1 No 3, Sidoarjo. (Foto: Dok/Tugu Jatim)
Rizki Chandra Amalia, pengusaha muda sedang memamerkan produk usahanya yang diberi nama TumTim Cookies & Bakery yang terletak di Park Royal Regency H1 No 3, Sidoarjo. (Foto: Dok/Tugu Jatim)

Tugujatim.id – Memiliki hobi yang bisa menambah pundi-pundi tabungan kita, why not? Salah satu contoh yang menginspirasi kita adalah pengusaha kuliner yang satu ini, Rizki Chandra Amalia. Kiki, sapaan akrabnya, memiliki hobi membuat kue kering. Dan siapa sangka berawal dari hobinya itu, kini usahanya berhasil dan terus berkembang.

Bergelut dengan bisnis kuliner telah Kiki jalani sejak 2012, tapi dia mulai fokus menekuni usaha ini mulai 2015. Bahkan, untuk mengembangkan usahanya, dia menyulap garasi rumahnya menjadi outlet Kuliner TumTim Cookies & Bakery yang terletak di Park Royal Regency H1 No 3, Sidoarjo.

Sumbangan Kemanusiaan Gempa Malang

Dia juga menceritakan awal mula menekuni bisnis kuliner pasca suaminya mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK).

Rizki Chandra Amalia memperlihatkan salah satu proses pembuatan produk TumTim Cookies & Bakery. (Foto: Dok/Tugu Jatim)
Rizki Chandra Amalia memperlihatkan salah satu proses pembuatan produk TumTim Cookies & Bakery. (Foto: Dok/Tugu Jatim)

“Jadi, awalnya dari hobi saya pada 2012. Karena bisnis kuliner banyak diminati, waktu itu saya cuma made by order, bukan yang setiap hari memproduksi kue. Selain itu, membuka usaha kue ini juga karena the power of kepepet. Suami di-PHK. Akhirnya kami memutuskan untuk menekuni bisnis ini dan mulai mengurus surat perizinan hingga membuat label halalnya,” jelas Kiki.

Setiap hari, dia memproduksi kue sebanyak 5-10 kg. Kue yang ditawarkan pun cukup beragam. Di antaranya, kue basah, aneka cookies, dan bakery. Saat ini salah satu varian recommended yang banyak digandrungi masyarakat, yaitu bakery sobek rainbow.

Sedangkan untuk cookies yang tersedia di outlet sekitar 25 varian yang dibanderol mulai harga Rp 15 ribu-Rp 85 ribu. Kemudian untuk snack-nya dibanderol dengan harga Rp 15 ribu.

“Kalau untuk hari biasa saya memproduksi maksimal 10 kg. Tapi, kalau pas momen hari besar seperti Lebaran dan Natal itu ya sampai bikin 25 kg setiap harinya,” terangnya. Usaha yang bermula hanya dilakukan 2 orang pun saat ini berkembang memiliki 20 karyawan.

Bisnis kuliner TumTim Cookies & Bakery ini telah dikenal banyak masyarakat. Sebab, tak hanya dipasarkan di daerah Sidoarjo saja, tapi juga dikirim di beberapa daerah lain seperti ke Kalimantan, Bali, Jawa Tengah, dan lain-lainya. Tak pernah terpikirkan sebelumnya jika usaha yang dirintis dengan suaminya itu bisa berkembang pesat dan dapat dikenal masyarakat luas.

Meski usahanya telah berkembang secara pesat dan dikenal masyarakat, Kiki terus mengembangkan varian kuenya. Selain itu, dia memasarkan produknya melalui media sosial Instagram dengan akun @Tumtim.cookies dan @chotuchoti_official.

Selama ini Kiki menyakini jika semua hal besar pasti berawal dari hal yang kecil. Rencananya, untuk mengembangkan usahanya, Kiki akan membesarkan omzet dan membuka outlet yang lebih besar lagi.

“Semoga segera punya outlet yang lebih besar lagi dengan letak yang strategis berada di pinggir jalan ya,” harapnya.

Salah satu motivasi hidup Kiki dalam menjalani bisnis hingga seperti sekarang, yaitu yakin bahwa usaha yang dimulai dari hal kecil akan menambah semangat kita untuk membuatnya semakin besar. (rza/ln)

  • Bagikan