• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Suasana anak-anak ketika bermain di Kampoeng Dolanan Surabaya yang terletak di pinggir rel kereta api. (Foto: Rangga Aji/Tugu Jatim) Kampoeng dolanan tugu jatim

Suasana anak-anak ketika bermain di Kampoeng Dolanan Surabaya yang terletak di pinggir rel kereta api. (Foto: Dokumen/Kampoeng Dolanan Surabaya)

Komunitas Kampoeng Dolanan Surabaya: Kala Permainan Tradisional Dipadu dengan Pendidikan Moral

Menengok Komunitas Kampoeng Dolanan Surabaya (Bagian 1 dari 2)

Redaksi by Redaksi
5 years ago
in News, Featured, Pendidikan
0
Share on FacebookShare on Twitter

SURABAYA, Tugujatim.id – Ada ribuan komunitas di Surabaya. Salah satunya komunitas ‘Kampoeng Dolanan’, didirikan untuk menjaga berbagai macam permainan tradisional dan mendidik anak-anak kampung dalam penguatan moral, etika dan tata krama dalam menjalani kehidupan sehari-harinya.

Kampoeng Dolanan dibentuk pada 13 Desember 2016, lokasinya di Jalan Kenjeran IV-C No. 15 Surabaya, merupakan kompleks lokomotif Sidotopo Dipo Surabaya. Komunitas unik ini dibentuk untuk mengembangkan masyarakat yang terdiri dari anak-anak dan orang tua, pedagang, pemuda melalui permainan tradisional.

You might also like

Jalan Menuju Surga.

Jalan Menuju Surga di Kota Malang Viral Bikin Penasaran, Ternyata Dibangun untuk Antar Jenazah

18/07/2026 6:15 PM
Polres Blitar Kota.

Berkali-kali Tersandung Narkoba, Polisi Senior di Polres Blitar Kota Dipecat

18/07/2026 5:00 PM

“Bermain itu pendidikan. Dulu pertama kali dibentuk karena ada kasus tentang ‘attitude’ seorang mahasiswa pada dosennya, pakai komunikasi yang tidak sopan. Lalu si dosen curhat di medsos, ternyata ada kejadian sama di berbagai lokasi. Yang hilang itu, tidak ada teguran secara langsung dari si dosen,” jelas Mustofa, akrab dipanggil Cak Mus, pendiri komunitas Kampoeng Dolanan pada pewarta Tugu Jatim, Kamis (21/01/2021).

Para anggota komunitas Kampoeng Dolanan Surabaya. (Foto: Dokumen/Kampoeng Dolanan Surabaya) tugu jatim
Para anggota komunitas Kampoeng Dolanan Surabaya. (Foto: Dokumen/Kampoeng Dolanan Surabaya)

Konsep yang dipakai Kampoeng Dolanan, kata Cak Mus, untuk mendidik anak-anak kampung dalam soal moral dan etika ialah melalui proses bermain itu sendiri. Saling mengingatkan antara pemain yang satu dengan pemain yang lain.

“Misalkan, ada anak yang mau mengajak kawannya bermain. Dia memanggil di depan rumah, ‘Dimas, ayo bermain!’. Tapi, yang keluar ibunya. Otomatis anak-anak ini harus bicara dengan sopan ke Ibu Dimas. Dalam hal itu saja, sudah ada etika dan moral yang perlu dipelajari anak-anak saat akan bermain,” terang Cak Mus.

Cak Dolan mengatakan, bermain engkle, kelereng, tarik tambang dan pelbagai dolanan tradisional lain memiliki peraturan atayu ‘rules’. Bila bermain dan ada salah satu yang melanggar, otomatis pemain lain akan mengingatkan kesalahan itu. Dari proses saling mengingatkan itu timbul proses belajar pada anak-anak kampung tersebut.

“Saat kita menginjak garis tetapi kita tidak tahu, pemain lain akan menegur (saat bermain engkle, red). Artinya, saat bermain bersama teman-teman, walau kamu tidak melihat kesalahanmu pun, tetap ada yang Maha Melihat,” lanjut lelaki yang lebih suka disapa dengan sebutan Cak Mus itu.

Program yang dijalankan komunitas Kampoeng Dolanan meliputi: Pendidikan, progam itu bernama Semesta Belajar dan Workshop Permainan Tradisional; Kebudayaan, Sambang Sekolah, Sambang Kampoeng, Sambang Dalan, Sambang Event dan Sambang Komunitas; Ekonomi, Outbond, Dakon’s Catering, Sinome Buk Pah; Industri Kreatif, Produk Daur Ulang; dan Jurnalistik, Tabloid dan Website. (Rangga Aji/gg)

Tags: berita Surabayaberita Surabaya hari iniJawa TimurKomunitasKota SurabayaSurabaya
Redaksi

Redaksi

Related Stories

Jalan Menuju Surga.

Jalan Menuju Surga di Kota Malang Viral Bikin Penasaran, Ternyata Dibangun untuk Antar Jenazah

by Dwi Linda
18/07/2026 6:15 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Sebuah gang kecil di Kelurahan Pandanwangi, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, belakangan viral di media sosial karena memiliki...

Polres Blitar Kota.

Berkali-kali Tersandung Narkoba, Polisi Senior di Polres Blitar Kota Dipecat

by Dwi Linda
18/07/2026 5:00 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Seorang anggota Polres Blitar Kota berinisial Aiptu EW resmi dijatuhi sanksi Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) karena...

Parkir digital di Surabaya.

82 Persen Wajib Pajak Sudah Beralih Parkir Digital di Surabaya, 500 Titik Masih Belum Berizin

by Dwi Linda
18/07/2026 4:04 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berupaya menata sektor perparkiran dengan penerapan pembayaran non tunai atau digital secara perlahan...

Lapor Cak Eri.

Lapor Cak Eri Terima 9.217 Aduan Warga, Masalah Parkir Jadi Keluhan Terbanyak

by Dwi Linda
18/07/2026 2:06 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Sejak diluncurkan pada pada 11 Mei 2026 lalu, antusiasme warga yang memanfaatkan hotline “Lapor Cak Eri” semakin...

Next Post
Kondisi pascagempa M 6,2 yang terjadi di Sulawesi Barat, Jumat (15/1/2021) lalu. (Foto: Dokumen/BNPB) tugu jatim

2021 Baru Berjalan 3 Pekan, BNPB Catat Indonesia Sudah Dilanda 185 Bencana

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID