SURABAYA, Tugujatim.id – Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Perekonomian sekaligus Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Said Abdullah berpesan pelaksanaan Konferda-Konfercab PDIP Jatim bukan sekadar agenda rutin organisasi.
Konferensi Daerah (Konferda) dan Konferensi Cabang (Konfercab) serentak PDIP Jawa Timur digelar selama dua hari di Hotel Shangri-La Surabaya, Sabtu–Minggu, 20–21 Desember 2025. Ajang ini disebut sebagai momentum penting untuk memperkuat konsolidasi partai sekaligus mengubah arah politik agar lebih membumi dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.
“Konferda dan Konfercab ini adalah fondasi konsolidasi jangka panjang PDIP Jawa Timur. Bukan hanya soal struktur, tapi juga arah politik ke depan,” kata Said kepada awak media, Sabtu (20/12/2025)
Said menjelaskan, rangkaian sidang dimulai dengan laporan pertanggungjawaban kepengurusan, pembahasan di komisi-komisi, hingga pengumuman keputusan DPP terkait struktur kepengurusan DPD PDIP Jatim. Setelah itu, agenda berlanjut ke tingkat DPC di 38 kabupaten/kota se-Jawa Timur.
BACA JUGA: Inilah Struktur Pengurus DPD PDIP Jawa Timur Masa Bakti 2025–2030
“Sebagian agenda berjalan hingga malam ini, sisanya dilanjutkan besok. Kami berharap paling lambat Minggu sekitar pukul 12.30 seluruh rangkaian Konferda dan Konfercab sudah tuntas,” jelasnya.
Lebih jauh, Said menekankan bahwa forum ini tidak boleh dimaknai sebatas pergantian kepengurusan atau hitung-hitungan elektoral menuju 2029. PDIP, kata dia, justru tengah mendorong regenerasi dan konsolidasi yang sungguh-sungguh sebagai partai ideologis.
“PDIP tidak boleh lagi menjalankan politik jargonistik atau politik salon. Politik yang sibuk berhias diri tanpa empati sudah tidak relevan dengan kondisi masyarakat hari ini,” ucap Said.
Menurutnya, seluruh jajaran partai, mulai dari DPD hingga DPC, harus menjadi pendengar yang baik terhadap aspirasi rakyat, terutama generasi muda seperti Gen Z dan Gen Alpha.
Said menilai, generasi muda bukan anti-partai politik, melainkan jenuh terhadap praktik politik yang tidak otentik dan jauh dari realitas sosial.
BACA JUGA: Said Abdullah Kembali Pimpin PDIP Jatim 2025–2030
Untuk menjembatani hal tersebut, PDIP Jawa Timur telah menggelar berbagai forum diskusi terarah (FGD) hingga program “Red Talks” guna menjaring aspirasi Gen Z secara terbuka.
“Masukannya luar biasa banyak. Bahkan sebelum Konferda ini, kami sudah menggelar pra-komisi untuk mengartikulasikan suara Gen Z menjadi sikap politik partai,” ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, Said juga mengingatkan seluruh kader bahwa Konferda dan Konfercab bukan ajang kepentingan personal atau perebutan kekuasaan yang berpotensi memecah soliditas partai.
Seluruh proses, kata dia, telah melalui mekanisme berjenjang mulai dari PAC, anak ranting, DPC, hingga DPD, termasuk tahapan psikotes bagi calon pengurus.
“Semua calon diproses secara objektif dan diputuskan melalui rapat pleno. Penilaian juga terdokumentasi dalam sistem aplikasi internal partai,” jelasnya.
Adapun sosok Ketua, Sekretaris, dan Bendahara (KSB) terpilih, lanjut Said, harus memiliki rekam jejak kuat, kapasitas kepemimpinan yang teruji, serta keberpihakan nyata kepada rakyat.
“Bagi kami, kepemimpinan bukan soal jabatan, melainkan soal rekam jejak, kapasitas, dan keberpihakan pada rakyat,” pungkas Said.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Layla Aini
Editor: Darmadi Sasongko








