• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
kopi asmoro tugu jatim

Suyanto di kebun kopinya, pada Sabtu (25/2/2023). Foto: Adi Sucipto

Kopi Asmoro, Kopi Khas Produksi Petani Mojokerto

Lizya Kristanti by Lizya Kristanti
3 years ago
in Bisnis
0
Share on FacebookShare on Twitter

MOJOKERTO, Tugujatim.id – Selain makanan onde-onde, letak geografis bagian selatan Mojokerto yang diliputi wilayah pegunungan dengan kondisi tanah subur menyimpan potensi pertanian yang tak kalah besar. Salah satunya komoditas kopi.

Produk kopi dari Mojokerto salah satunya bernama kopi asmoro. Kopi tersebut merupakan salah satu produk unggulan dari Rejosari, Jatirejo, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Kopi tersebut adalah produksi dari kelompok tani hutan (KTH) Bina Warga.

You might also like

Rajut

Produk Rajut Ernawati Lolos Kurasi, Masuk Display Gerai Ritel Fashion Asal Jepang, Kini Tembus Pasar Internasional

20/07/2026 3:30 PM
GBC ke-74

GBC ke-74 Coach Fahmi Dimulai di Malang, 80 Pengusaha dari Berbagai Daerah Ikuti Pelatihan Bisnis

14/07/2026 1:52 PM

Kopi yang tumbuh subur di lereng kaki Gunung Anjasmoro itu diakui punya cita rasa yang khas. Sebagian pecinta kopi menyebut rasa kopi asmoro yang pahit, manis, dan asam berpadu menjadi satu.

kopi asmoro tugu jatim
Kopi asmoro. Foto: Adi Sucipto

Produk kopi asmoro terbuat dari campuran biji kopi asisah dan robusta. Sedangkan nama asmoro diambil dari Gunung Anjasmoro yang menjadi lokasi perkebunan kopi ini.

Mantan ketua KTH Bina Warga sekaligus petani kopi Rejosari, Jatirejo, Suyanto mengatakan bahwa dia sudah menjadi petani kopi sejak 2005. Awalnya, dia menanam kopi berjenis robusta lalu mulai menanam kopi asisah sejak 2019 lalu.

“Awalnya kopi robusta dan asisah ini saya jual ke pengepul kopi. Namun selanjutnya saya mencoba untuk memproduksi sendiri kopinya,” ucapnya, pada Minggu (26/2/2023).

Suyanto mengatakan bahwa akibat harga pasaran yang murah, warga asli Jatirejo itu memutuskan untuk mencoba memproduksi kopi sendiri.

Dia berharap produksi itu bisa memberi semangat para petani kopi dan meningkatkan kesejahteraan mereka ketika bisa memproduksi kopi sendiri.

Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa kopi asisah dan robusta di Rejosari mempunyai karakter yang unik bila dibandingkan dengan kopi asisah dan robusta dari daerah lainnya. ”Kopi-kopi di sini memiliki tingkat keasaman yang khas,” tambahnya.

Kopi asisah pada umumnya disebut juga dengan kopi excelsa. Ketua KTH Bina Warga, Adi Sucipto menjelaskan bahwa warga lokal biasa menyebutnya dengan kopi asisah, namun secara umum kopi ini dikenal dengan nama kopi excelsa.

“Kopi yang dihasilkan daerah sini memakai biji kopi asisah petik merah, dengan menggunakan teknik apung. Artinya, jika biji yang direndam mengapung artinya kualitasnya kurang baik, namun jika bijinya tenggelam itu baru kualitasnya terbaik,” jelas Adi.

Adi mengatakan, harga jual kopi asmoro sebenarnya relatif murah. Maksudnya harga bisa meningkat bahkan hingga dua kali lipat jika petani mau memperhatikan proses pasca panen dan perawatan.

”Harga itu relatif murah sebenarnya. Bila petiknya dicampur antara biji merah dan hijau maupun prosesnya, untuk kemasan per gram itu mulai kemasan 100 gram hingga 250 gram harganya itu bervariasi. Lha kalau untuk kemasan kiloan harganya mulai Rp70 ribu hingga Rp80 ribu per kilogram,” jelasnya.

Kopi asmoro terus berkembang seiring dengan diberikannya alat penggiling biji kopi (rosting) oleh CDK Nganjuk, yang bertujuan untuk meningkatkan hasil produksi petani kopi.

Tags: kopi khas mojokertokopi mojokertoMojokerto
Lizya Kristanti

Lizya Kristanti

Related Stories

Rajut

Produk Rajut Ernawati Lolos Kurasi, Masuk Display Gerai Ritel Fashion Asal Jepang, Kini Tembus Pasar Internasional

by Mochamad Abdurrochim
20/07/2026 3:30 PM
0

SIDOARJO, Tugujatim.id – Produk rajut milik Ernawati, pelaku UMKM asal Desa Candipari, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, berhasil lolos kurasi Dinas...

GBC ke-74

GBC ke-74 Coach Fahmi Dimulai di Malang, 80 Pengusaha dari Berbagai Daerah Ikuti Pelatihan Bisnis

by Mochamad Abdurrochim
14/07/2026 1:52 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Grounded Business Coaching (GBC) angkatan ke-74 resmi dimulai di Kota Malang, Selasa (14/07/2026). Pelatihan bisnis yang dikenal...

Gading Gajah

Polda Jatim Bongkar Penyelundupan Gading Gajah, Kupu-Kupu Langka dan Benih Lobster ke Luar Negeri

by Mochamad Abdurrochim
30/06/2026 12:15 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur mengungkap tiga kasus penyelundupan dan perdagangan ilegal sumber daya alam yang melibatkan...

Bawang Merah

Probolinggo Gandeng Kota Malang Pasok Bawang Merah, Sekaligus Perluas Pasar UMKM

by Mochamad Abdurrochim
05/06/2026 8:55 AM
0

PROBOLINGGO, Tugujatim.id – Kabupaten Probolinggo terus memperluas jaringan pemasaran komoditas unggulan daerah. Terbaru, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo menjalin kerja sama...

Next Post
senandung raya tugu jatim

Konser Musik Senandung Raya di Sidoarjo Gandeng Musisi Jalanan

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID