Kopi Sontoloyo, Tongkrongan Unik Bernuansa Jawa Tradisional di Kota Batu - Tugujatim.id

Kopi Sontoloyo, Tongkrongan Unik Bernuansa Jawa Tradisional di Kota Batu

  • Bagikan
Suasana Kopi Sontoloyo yang dibentuk seperi joglo dan pendopo terbuat dari kayu. (Foto: Gufron)
Suasana Kopi Sontoloyo yang dibentuk seperi joglo dan pendopo terbuat dari kayu. (Foto: Gufron)

BATU, Tugujatim.id – Kota Batu banyak menyajikan tempat wisata dan tongkrongan unik yang begitu beragam. Namun, kedai kopi bernama Kopi Sontoloyo ini mungkin bakal menyajikan suasana berbeda dan tak didapatkan di tempat lain.

Beralamat di Desa Bulukerto, Kecamatan Beji, Kota Batu, Kopi Sontoloyo menyajikan suasana bangunan dan tempat dengan nuansa tradisional masyarakat Jawa Kuno dengan balutas khas pedesaan.

Namun, jangan anggap kata ‘sontoloyo’ yang dipakai nama warung kopi ini memiliki konotasi negatif seperti layaknya umpatan yang kerap dilontarkan dan tak asing di telinga. Justru, warkop ini memiliki misi salah satunya agar kata sontoloyo ini sendiri kembali memiliki arti positif.

“Selain agar mudah diingat, juga untuk merubah persepsi orang karena arti sebenarnya dari kata sontoloyo itu sendiri adalah penggembala bebek bukan kata-kata umpatan atau hinaan,” ungkap sang barista di Kopi Sontoloyo, Genta

Genta menambahkan bahwa penggunaan nama sontoloyo agar mengubah mindset masyarakat terkait kata itu.

Gambaran Suasana Tongkrongan Unik Bernama Kopi Sontoloyo

Tampak depan warung Kopi Sontoloyo di Kota Batu yang bertuliskan Sugeng Rawuh atau selamat datang dalam bahasa Jawa. (Foto: Gufron)
Tampak depan warung Kopi Sontoloyo di Kota Batu yang bertuliskan Sugeng Rawuh atau selamat datang dalam bahasa Jawa. (Foto: Gufron)

Mulai dari bangunan kayu dengan bentuk seperti joglo, Kopi Sontoloyo di Batu ini juga menghadirkan suasana tradisional lain. Salah satunya yakni dengan adanya patung Punokawan (tokoh pewayangan Jawa) di beberapa sudut lokasi warkop, wayang kulit, gamelan, kentongan, mesin tik, hingga perabotan jadul (zaman dahulu, red) lainnya.

“Konsep kita memang tradisional khususnya tradisional Jawa. Selain konsep alam, yang menarik bagi saya adalah tempat ini dulunya adalah tempat para sontoloyo (penggembala bebek, red) ngangon (bergembala, red) bebek,” lanjut remaja 16 tahun yang masih duduk di bangku SMA itu.

Kopi Sontoloyo ini sendiri mulai buka dari jam 9:00 – 20:00 WIB. Di mana pihaknya banyak menawarkan pemandangan alam yang indah. Udara sejuk khas pegunungan, sesekali diselingi suara hewan, hembusan angin yang beradu dengan pepohonan, yang sangat cocok dinikmati sembari mencicipi sajian khas kedai tersebut.

“Kita menyajikan kopi sontoloyo, kopi bubuk khas sontoloyo sendiri. Ada juga wedang susu ketan, campuran ketan hitam, susu, dan sedikit sirup. Untuk makanan khas, kita ada nasi paru yang menggunakan paru sapi, juga banyak makanan lain,” jelasnya.

Suasana Kopi Sontoloyo yang dibentuk seperi joglo dan pendopo terbuat dari kayu. (Foto: Gufron)
Suasana Kopi Sontoloyo yang dibentuk seperi joglo dan pendopo terbuat dari kayu. (Foto: Gufron)

Kopi Sontoloyo ini banyak dikunjungi dari berbagai daerah seperti Sidoarjo, Pasuruan dan Surabaya terutama ketika weekend. Tak jarang, pengunjung terkadang juga tidak kebagian tempat duduk.

Namun kalian tidak usah khawatir, karena Kopi Sontoloyo ini juga menerapkan sistem reservasi melalui nomor khusus yang tertera di akun Instagram @kopi_sontoloyo.

“Kita buatkan waiting list nya, terutama bagi pengunjung dari luar kota. Kan kasihan kalau jauh-jauh ke sini terus tempatnya penuh,” paparnya.

Bagi kalian penikmat kopi, perantau yang rindu kampung halaman, warkop ini sangat recommended khususnya kalian yang eksis di media sosial yang membutuhkan tempat yang Instagramable. Menarik bukan? (Gufron/gg)

  • Bagikan