MOJOKERTO, Tugujatim.id – Banjir yang terjadi Tempuran, Sooko, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, membuat warga mulai terserang penyakit. Keluhan gatal-gatal hingga sesak napas mulai menjangkiti sebagian pengungsi korban banjir di Mojokerto. Sementara sebagian pengungsi terdiri dari kalangan lanjut usia (lansia) dan anak-anak.
Keluhan sesak napas sering dikeluhkan pengungsi korban banjir di Mojokerto kala matahari mulai terbenam. Terlebih, intensitas curah hujan saat malam hari pun masih terbilang tinggi. Suhu udara yang lembap diduga memicu mual, sesak napas, hingga masuk angin.
Baca Juga: 5 Alasan BMW E36 Bekas Tetap Jadi Favorit Anak Muda, Nomor Lima Tiada Tanding
“Sempat sesak napas. Tabung oksigen juga belum tersedia. Kami sampai sering kerokan,” beber salah satu warga, Miftakhul Jannah, Selasa (10/12/2024).
Selain keluhan sesak napas, gatal-gatal juga mendera sebagian pengungsi banjir di Mojokerto. Keluhan ini paling banyak terjadi pada anak-anak. Seperti penuturan salah satu warga, Fitri.
“Butuh obat-obatan dan kebutuhan bayi juga. Terutama bagi pengungsi yang masih punya anak kecil. Banyak yang mulai gatal-gatal karena banjir belum surut,” ujarnya.
Sementara itu, salah satu perawat yang sedang siaga di posko, Uswatun Hasanah mengatakan, banyak pengungsi mulai terkena gangguan kesehatan akibat banjir.
“Data yang masuk ke kami, mulai dari mbah-mbah (lansia) yang sesak napas, anak-anak biduren (gatal-gatal). Dari hasil check up juga terpantau beberapa penyakit bawaan juga,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Hanif Nanda Zakaria
Editor: Dwi Lindawati








