• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Para pemulung mengais sampah yang bisa dimanfaatkan di TPA Supit Urang Kota Malang./tugu jatim

Para pemulung mengais sampah yang bisa dimanfaatkan di TPA Supit Urang Kota Malang. (Foto: M Sholeh)

Kota Malang Produksi Sampah 700 Ton Sehari

Herlianto A by Herlianto A
5 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG, Tugujatim.id – Kota Malang produksi ratusan ton sampah dalam sehari. Jumlah ini berdasarkan data dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang.

“Produksi sampah di Kota Malang sehari mencapai 700 ton. Kalau yang masuk di TPA sekitar 480 ton seharinya,” ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Wahyu Setiyanto, Senin (15/11/2021).

You might also like

Pasar Gadang.

Pembangunan Pasar Gadang Malang Dinilai Lambat, Warga Khawatir Pedagang Kembali ke Pinggir Jalan

13/06/2026 6:08 PM
Pemkot Malang.

Harga Pertamax Naik, Pemkot Malang Lirik Kendaraan Listrik Tekan Anggaran

13/06/2026 5:25 PM

Perbedaan jumlah ini, menurut Wahyu, karena sebelum masuk TPA sampah telah dipilah dan diambil oleh para pemulung. Pemilahan ini dilakukan di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) Kota Malang. Jadi, sekitar 220 ton sampah diambil oleh pemulung untuk dijual.

“Jadi yang masuk ke TPA itu mayoritas sudah sampah organik, yang organik sekitar 65 persen. Sisanya sampah non organik seperti plastik hingga kardus,” jelasnya.

Wahyu menambahkan bahwa, sampah organik diolah  lagi menjadi kompos dan yang non organik dicacah menjadi biji plastik. Pengolahan ini bisa dilakukan, karena ada mesin pencacah yang bisa digunakan.

Namun demikian, hasil cacahan sampah non organik masih menumpuk di TPA Supit Urang. Hal ini karena hasil cacahan itu tidak bisa langsung dimanfaatkan secara optimal.

“Sementara ini hasil cacahan kita belum bisa diapa-apakan. Regulasi kita kan yang mengatur hasil cacahan harus dikemanakan ini belum ada,” bebernya.

Karena itulah, pihaknya masih berkoordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup untuk merancang regulasi tentang pemanfaatan hasil cacahan sampah tersebut. Wahyu meyakini hasil cacahan sampah non organik yang mayoritas terdiri dari bahan plastik itu sebenarnya sangat bisa dimanfaatkan.

“Itu sebenarnya kalau dijual bisa menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) kita. Cuma sementara ini belum, ya kita tumpuk aja seperti itu. Makanya mudah-mudahan segera ada regulasinya,” paparnya.

Dia juga mengatakan bahwa saat ini pihaknya tengah mengembangkan sistem pengelolaan sampah melalui proyek sanitary landfill di TPA Supit Urang.

“Di sanitary landfill itu nanti sampah masuk kita timbang, sehari berapa ton. Setelah itu masuk ke tempat pensortiran. Di sana yang sampah organik langsung dibuat pupuk, yang non organik baru diproses di pencacahan,” jelasnya.

“Kalau ada sisa-sisa lagi dibuang ke lanfildnya, diendapkan di sana. Termasuk yang organik juga. Diendapkan, dikasih tanah, sehingga nanti cairan dari sampah akan keluar. Kemudian cairan itu akan diproses menghasilkan gas metan,” imbuhnya.

Dia menuturkan, proyek sanitary landfill tersebut sudah dioperasikan sejak sebulan yang lalu. Disebutkan, proses yang sudah dioperasikan di antaranya, pemroduksi kompos hingga pencacahan.

“Jadi tinggal pengoperasian yang pengepressan. Rencannya Insyaallah di 2022. Ini kan alat-alatnya dari Jerman sudah datang,” tambahnya.

Wahyu juga memastikan bahwa pemulung yang biasa mengais rezeki di TPA Supit Urang tetap bisa memulung di TPA tersebut meski sudah ada sanitary landfill.

“Kalau untuk pemulungnya masih bisa di TPA, bukan di sanitary lanfildnya. Jadi pemulungnya masih ada, kalau tanpa ada pemulung kita juga akan keberatan. Karena pengurangan sampah juga dari pemulung,” tandasnya.

Herlianto A

Herlianto A

Related Stories

Pasar Gadang.

Pembangunan Pasar Gadang Malang Dinilai Lambat, Warga Khawatir Pedagang Kembali ke Pinggir Jalan

by Dwi Linda
13/06/2026 6:08 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Warga Kota Malang mulai mempertanyakan kelanjutan proyek penataan Pasar Induk Gadang setelah proses relokasi pedagang dilakukan sejak...

Pemkot Malang.

Harga Pertamax Naik, Pemkot Malang Lirik Kendaraan Listrik Tekan Anggaran

by Dwi Linda
13/06/2026 5:25 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi mulai berdampak pada biaya operasional pemerintah daerah. Di tengah...

Cuaca di Jawa Timur.

Hujan Ringan dan Udara Kabur Dominasi Cuaca di Jawa Timur 13 Juni 2026, Waspadai Kelembapan Tinggi dan Jarak Pandang

by Dwi Linda
13/06/2026 8:58 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jawa Timur pada Sabtu (13/06/2026) didominasi hujan ringan, udara kabur, dan kondisi berawan di berbagai wilayah....

Santri

Terkendala Gelombang Tinggi, Pencarian Hari Kedua Santri Terseret Ombak di Blitar Nihil

by Mochamad Abdurrochim
12/06/2026 8:54 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Operasi pencarian terhadap santri asal Kabupaten Kediri yang terseret ombak di Pantai Pangi, Desa Tumpakkepuh, Kecamatan Bakung,...

Next Post
Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko saat memberikan keterangan soal rencana relokasi korban banjir bandang./tugu jatim

Waga Korban Banjir Bandang Tolak Rencana Relokasi Pemkot Batu

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID