MOJOKERTO, Tugujatim.id – Kota Mojokerto ternyata termasuk dalam daftar 10 besar peredaran narkoba skala nasional. Tidak hanya itu, Jawa Timur malah masuk dalam ranking dua besar secara nasional.
Hal ini membuat anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur Sumardi menggandeng Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Mojokerto untuk memasifkan edukasi bahaya narkoba. Selain itu, politikus Partai Golkar ini berencana membentuk badan narkotika di tingkat desa atau kelurahan.
Baca Juga: Pasutri Curi Motor demi Narkoba, Polres Mojokerto Kota Ungkap 21 TKP
Sumardi menganggap bahwa peredaran narkoba saat ini makin memprihatinkan. Terlebih barang haram tersebut telah menyasar pelosok-pelosok desa. Sementara yang dibidik adalah kalangan pelajar dan pemuda.
“Sebagai mitra, kami terus berkoordinasi dengan BNN, rencana ke depan ada badan khusus narkoba di tingkat kelurahan ya, setelah kami di Jombang sudah menggalang itu, karena pentingnya edukasi,” katanya, Sabtu (26/04/2025).
Berdasarkan keprihatinan ini pula, Sumardi ingin upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba dilakukan sesering mungkin. Upaya tersebut salah satunya dilakukan melalui edukasi bersama BNN hingga aparat penegak hukum (APH).
“Peredaran (narkoba) semakin memprihatinkan, edukasi itu sebagai komitmen, tidak cuma fokus menangani kasus tapi kami juga harus kuat melakukan upaya pencegahan,” sambung anggota Komisi A DPRD Jawa Timur ini.
Meski Instruksi Presiden tentang efisiensi anggaran berdampak pada cara edukasi masyarakat untuk memerangi narkoba, hal tersebut dapat diantisipasi dengan cara lain, seperti melakukan sinergi dengan berbagai pihak.
“Bagaimanapun kami ini sinergi dengan BNN, baik dari provinsi maupun kota, bagaimana walau ada efisiensi tapi kegiatan edukasi tetap jalan bersama-sama,” ujarnya.
Peredaran Narkoba Sasar Anak Muda
Senada dengan Sumardi, Penyuluh Narkoba Ahli Muda BNN Jombang Arum Palupi bahwa peredaran narkoba terkini menyasar anak-anak muda.
“Kami jelaskan pula modus operandinya, lalu sasarannya bandar itu anak-anak muda,” ujarnya.
Selain itu, upaya pencegahan seperti deteksi dini melalui tes urine kini diluaskan. Tidak hanya menyasar organisasi perangkat daerah atau OPD saja, namun perlahan sektor pendidikan hingga pengajian-pengajian juga didatangi oleh BNN.
“Sementara, data yang kami punyai, wilayah Prajurit Kulon itu masih tinggi, usia-usia muda itu dimanfaatkan sebagai kurir oleh bandar-bandar,” tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Hanif Nanda Zakaria
Editor: Dwi Lindawati







