• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Launching Digitalisasi Pasar Karangjati Ngawi, Senin (15/11/2021)./tugu jatim

Launching Digitalisasi Pasar Karangjati Ngawi, Senin (15/11/2021). (Foto: Dokumen)

KPw BI Kediri Launching Digitalisasi Pasar Karangjati Ngawi

Herlianto A by Herlianto A
5 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

NGAWI, Tugujatim.id – Upaya Perluasan transaksi keuangan menggunakan sistem non tunai atau digitaliasasi sistem pembayaran terus digencarkan Bank Indonesia. Salah satunya melalui Implementasi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) untuk E-Retribusi Pasar dan QRIS Pedagang Pasar.

Kali ini upaya percepatan digitalisasi pembayaran tersebut dilakukan Kantor Perwakilan Wilayah Bank Indonesia (KPw BI) Kediri di Pasar Karangjati Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Senin (15/11/2021).

You might also like

Surabaya

Dishub Surabaya Pasang Foto Jukir di Rambu Parkir Digital

04/06/2026 8:52 PM
Bayi Laki-laki

Penemuan Bayi Laki-laki Dalam Tas Gegerkan Warga Rengel Tuban

04/06/2026 3:30 PM

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kediri, C Tratmono Wibowo dalam sambutannya mengatakan, kegiatan bertajuk Launching Digitalisasi Pasar Karang Jati Ngawi merupakan wujud komitmen Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Ngawi bersama Bank Indonesia dalam mendorong Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (P2DD). Serta, mendukung upaya Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), hingga ke pasar tradisional.

Dalam Kesempatan tersebut, C Tratmono Wibowo juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Ngawi dan PT Bank Jatim Ngawi yang selangkah di depan, untuk mendorong pembayaran retribusi secara non tunai dengan menggunakan kartu ATM dan Mesin EDC.

IMG 20211115 WA0014 01
Suasana Pasar Karangjati Ngawi, saat lauching digitalisasi transaksi. (Foto: Dokumen)

“Kegiatan ini sebagai bukti bahwa Pemkab Ngawi berperan aktif mendorong transaksi non tunai di berbagai sektor mulai dari toko ritel sampai dengan pasar tradisional mengimplementasikan teknologi digital, sehingga dapat mendukung program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN),” kata Tratmono.

Penting untuk diketahui, QRIS membawa banyak manfaat, baik bagi pelaku UMKM maupun masyarakat. Bagi UMKM dan pedagang pasar, QRIS dapat mempercepat proses transaksi tanpa bersentuhan (contactless), semua transaksi tercatat dan langsung masuk ke rekening, membantu terbentuknya profil UMKM dan pedagang ketika mengajukan pembiayaan, ditambah tidak perlu lagi memikirkan uang kembalian dan risiko uang palsu.

“Transaksi QRIS memegang prinsip Cemumuah: Cepat, Mudah, Murah, Aman, dan Handal,” terangnya.

Dia juga mengatakan, kedepan diharapkan dengan QRIS E-Retribusi Pasar pastinya juga akan bermanfaat luas, yaitu mempermudah pedagang pasar untuk membayar retribusi, serta meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) hingga rata-rata sebesar 11-14 persen.

Hingga saat ini, terhitung sejak 5 November 2021, jumlah merchant QRIS di wilayah kerja KPwBI Kediri sebanyak 211.675. Sementara untuk Kabupaten Ngawi sendiri tercatat sebesar 11.243 merchant, khusus untuk pasar Karangjati ini terdapat 65 Bapak/Ibu pedagang di Kios/los Pasar Karangjati yang telah memiliki QRIS.

“Bank Indonesia saat ini juga mendorong digitalisasi dan penggunaan QRIS pada pelaku UMKM, jenis Pendapatan Asli Daerah lainnya, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), agen bank atau laku pandai, ekosistem pendidikan (pondok pesantren dan universitas), kantin/ koperasi, lingkungan Pemda dan Aparat Penegak Hukum (Apgakum), tenaga kesehatan (RSUD, Puskesmas, dan Apotek), tiket masuk obyek wisata, dan tempat ibadah, pungkasnya,” tutupnya.

Selain Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kediri C Tratmono Wibowo, turut hadir dalam kegiatan ini, Sekretaris Daerah Kabupaten Ngawi, Drs Mokh Sodiq Triwidiyanto MSi, Kepala Dinas Perdagangan Perindustrian dan Tenaga Kerja Ir Yusuf Rosyadi MSi, Pimpinan Cabang Bank Jatim Ngawi, Yetty Fitria Suprapto dan Forkopimca Karangjati.

Sebagai informasi, pertanggal 5 November 2021, Data Pengguna QRIS di Wilayah Kerja KPwBI Kediri mencapai 211,675, dengan rincian sebagai berikut: Kota Kediri 58,706, Kota Madiun 31,635, Kota Blitar 27,149, Kab. Tulungagung 24,983, Kab. Ponorogo 17,069, Kab. Nganjuk 13,760, Kab. Magetan 11,986, Kab. Ngawi 11,243, Kab. Trenggalek 8,012, Kab. Pacitan 7,132 dengan jumlah total 211,675.

Perlu diketahui, untuk kegiatan-kegiatan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kediri dalam hal pengembangan UMKM, pengendalian inflasi, layanan sistem pembayaran, dan upaya pemulihan ekonomi dapat dilihat dengan mengikuti akun Instagram @bank_indonesia_kediri dan Youtube Channel Bank Indonesia Kediri.

Tags: DigitalisasiKabupaten NgawiKPw BI
Herlianto A

Herlianto A

Related Stories

Surabaya

Dishub Surabaya Pasang Foto Jukir di Rambu Parkir Digital

by Mochamad Abdurrochim
04/06/2026 8:52 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id- Sebagai upaya meningkatkan transparansi Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, memasang foto juru parkir (jukir) pada rambu parkir digital di...

Bayi Laki-laki

Penemuan Bayi Laki-laki Dalam Tas Gegerkan Warga Rengel Tuban

by Mochamad Abdurrochim
04/06/2026 3:30 PM
0

TUBAN, Tugujatim.id – Warga Desa Rengel, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban digegerkan dengan penemuan bayi laki-laki dalam kondisi meninggal dunia di...

Event tahunan di Banyuwangi.

Alasan Tak Pernah Sepi Wisatawan, 7 Event Tahunan di Banyuwangi Ini Selalu Jadi Magnet Pengunjung

by Dwi Linda
04/06/2026 1:57 PM
0

BANYUWANGI, Tugujatim.id – Event tahunan di Banyuwangi, Jatim, jadi salah satu magnet wisata yang selalu ramai dikunjungi wisatawan. Selain memiliki...

Jemaah haji Kabupaten Malang.

Update 2 Jemaah Haji Kabupaten Malang Wafat di Makkah, Sakit Sempat Dirawat di RS

by Dwi Linda
04/06/2026 1:00 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Kabar duka datang dari dua jemaah haji Kabupaten Malang yang meninggal dunia di Makkah, Arab Saudi. Mereka...

Next Post
Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar, di Ruang Kerjanya saat menanggapi adanya aduan dari masyarakat, Senin (15/11).

Tanggapi Ijazah Ditahan Sekolah, Wali Kota Kediri: Tidak Boleh Ada Diskriminasi dalam Pendidikan

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID