JEMBER, Tugujatim.id – Krisis Personel Medis Veteriner (kesehatan hewan) menjadi tantangan dalam upaya mewujudkan ketahanan pangan sektor peternakan di Kabupaten Jember.
Data dari Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Jember mengungkap kesenjangan yang mengkhawatirkan. Dengan populasi hewan ternak yang mencapai hampir setengah juta ekor tersebar di 31 wilayah kecamatan, tenaga medis yang tersedia hanya berkisar 100 orang, termasuk paramedis veteriner dan dokter hewan.
Widodo Julianto selaku Kepala DKPP Jember menyampaikan keprihatinannya. Menurutnya, rasio antara jumlah petugas kesehatan hewan dengan besarnya populasi ternak sangat tidak seimbang, sehingga menghambat pencapaian target program pangan berbasis protein hewani.
“Kondisi personel di lapangan masih jauh dari standar ideal mengingat besarnya cakupan wilayah dan jumlah peternak yang harus dilayani,” terangnya saat dikonfirmasi pada Sabtu (2/8/2025).
BACA JUGA: Jember Siapkan 36 Ribu Dosis Vaksin untuk Ternak Terinfeksi PMK
Permasalahan bertambah kompleks karena program reproduksi ternak seperti inseminasi buatan dan transfer embrio belum dapat dijalankan secara optimal. Kedua teknologi reproduksi ini sebenarnya memegang peranan krusial dalam mempercepat tingkat kelahiran dan ekspansi populasi ternak, khususnya sapi.
Kondisi tersebut diperkeruh oleh wabah yang menyerang hewan ternak, seperti penyakit mulut dan kuku (PMK) yang terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Jember. Widodo mengungkapkan bahwa wabah tersebut telah mengakibatkan penurunan populasi sapi hingga mencapai 30 persen.
“Kondisi ini menjadi tantangan besar yang memerlukan strategi tepat guna memulihkan jumlah populasi ternak,” jelasnya.
Di sisi lain, program imunisasi hewan ternak juga mengalami kendala signifikan. Setidaknya, di penghujung bulan Juli 2025 lalu, ketersediaan vaksin baru mencapai 50 persen dari keseluruhan hewan ternak di Jember. Hambatan utama berasal dari resistensi dan persepsi keliru di kalangan peternak.
BACA JUGA: Lebih dari 1.000 Sapi Terjangkit PMK di Jember, DPRD Desak Tindakan Cepat DKPP
“Masih terdapat pemahaman yang salah di masyarakat peternak bahwa vaksinasi justru dapat memperburuk kondisi kesehatan ternak. Jadi permasalahan ini memerlukan upaya edukasi secara terus menerus,” imbuhnya.
Ia berharap upaya serius dilakukan pemerintah, baik di tingkat daerah maupun pusat, dalam memperhatikan dan mengupayakan penambahan tenaga medis veteriner. Widodo juga menekankan bahwa tanpa dukungan SDM yang proporsional, target peningkatan ketahanan pangan melalui sektor peternakan akan sulit terealisasi.
“Bupati telah mengakui urgensi penambahan tenaga medis hewan ini sebagai prioritas yang tidak bisa ditunda lagi,” tutup Widodo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Diki Febrianto
Editor: Darmadi Sasongko








