JEMBER, Tugujatim.id – Mengenal salah satu benda pusaka dari Kabupaten Jember yang menyimpan jejak sejarah hingga abad ke-2 masehi, yaitu Wedung Pace. Artefak bersejarah ini bukan sekadar alat tempur biasa, melainkan benda pusaka yang sarat makna spiritual dan nilai budaya mendalam.
Pakar kebudayaan setempat, Miftahul Rahman, mengungkapkan bahwa keberadaan senjata legendaris ini telah terdokumentasi dalam peninggalan arkeologi. Bukti konkret ditemukan pada relief yang terpahat di kompleks Situs Watu Lumbung, berlokasi di wilayah Desa Karangharjo, Silo.
“Relief kuno tersebut memperlihatkan gambaran pisau besar lengkap dengan wadahnya, yang diduga kuat merupakan representasi Wedung Pace. Meskipun pemetaan geografis masa silam sulit dipastikan, namun lokasi tersebut berada di kawasan Pace, Silo,” ungkap tokoh yang kerap dipanggil Cak Memet ini pada Sabtu (2/8/2025).
Lebih lanjut, Cak Memet menekankan bahwa pusaka ini memiliki dimensi sejarah dan kepercayaan yang sangat dalam. Fungsi utamanya adalah sebagai perlengkapan perang, bukan untuk keperluan sehari-hari atau aktivitas rumah tangga.
BACA JUGA: Ratusan Budayawan di Mojokerto Maknai Bulan Suro Lewat Kirab Agung Sri Linggar Kertaningrat
“Peruntukan utamanya memang untuk medan pertempuran. Tidak boleh digunakan untuk kebutuhan domestik seperti memotong ternak. Menurut kepercayaan turun-temurun, jika hewan dipotong menggunakan senjata ini, dagingnya akan mengalami pembusukan,” jelasnya.

Kepercayaan lain yang berkembang menyebutkan bahwa di masa lampau, kekuatan magis Wedung Pace begitu besar sehingga tidak perlu dihunus dari sarungnya. “Cukup diperlihatkan saja, lawan akan mundur ketakutan,” tambahnya.
Sementara itu, Bupati Jember Muhammad Fawait menegaskan, benda bersejarah seperti Wedung Pace merupakan modal besar bagi Kabupaten Jember. Pusaka yang telah mendapat pengakuan luas ini membuktikan bahwa Jember memiliki potensi untuk berkembang pesat.
“Jelas sekali, Jember merupakan daerah yang berpeluang maju karena memiliki jati diri yang kuat. Wedung Pace adalah salah satu identitas penting kami,” kata pemimpin daerah yang akrab disapa Gus Fawait.
BACA JUGA: Situs Klanceng: Warisan Prasejarah Tersembunyi di Antara Rumah Warga Jember
Dalam rangkaian acara arak-arakan pusaka dan ritual syukur bumi yang berlangsung beberapa waktu lalu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember menghadirkan Wedung Pace sebagai pusaka andalan. Kegiatan ini merupakan wujud komitmen dalam menjaga kelestarian tradisi.
“Kegiatan semacam ini menjadi dedikasi kami dalam mengenalkan dan melestarikan Wedung Pace kepada masyarakat melalui pagelaran pusaka atau kirab pusaka,” pungkas Gus Fawait.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Diki Febrianto
Editor: Darmadi Sasongko








