Lagi-Lagi Longsor di Malang, Dinding SDK Yayasan Ekklesia Selebar 20 Meter Ambrol!

  • Bagikan
Karena plengsengan sungai longsor, dinding SDK Yayasan Ekklesia Sukun Kota Malang ambrol. (Foto: Azmy/Tugu Jatim)
Karena plengsengan sungai longsor, dinding SDK Yayasan Ekklesia Sukun Kota Malang ambrol. (Foto: Azmy/Tugu Jatim)

MALANG, Tugujatim.id – Mengkhawatirkan! Bencana longsor di Kota Malang kembali terjadi. Terbaru, plengsengan sungai di wilayah Jalan S. Supriadi, RT 1, RW 2, Sukun, Kota Malang, longsor alias ambrol. Akibatnya, dinding milik SD Kristen Elim Yayasan Pendidikan Kemuliaan Allah (Ekklesia) selebar sekitar 20 meter ikut ambrol.

Diketahui, peristiwa ini terjadi pada Jumat (05/02/2021) sekitar pukul 08.00 WIB. Sulikah, 46, warga yang tinggal di belakang sekolah itu tak menduga jika bangunan ambrol saat hujan reda. Dia mengatakan, hujan sudah terjadi sejak Kamis sore (04/02/2021) hingga dini hari (05/02/2021).

“Kok nggak tahunya tadi pagi tiba-tiba mendengar suara bergemuruh. Gruduk…gruduk… gitu, ternyata saat dilihat bangunan sekolah belakang itu ambrol,” terangnya saat berada di lokasi kejadian.

Longsor kembali terjadi di pinggiran sungai di Kota Malang. (Foto: azm/Tugu Jatim)
Longsor kembali terjadi di pinggiran sungai di Kota Malang. (Foto: azm/Tugu Jatim)

Sementara itu, Kepala SMK di Yayasan Ekklesia Jonar Situmorang menerangkan, bangunan sekolah yang ambrol itu adalah tanah pekarangan dan kantin sekolah. Beruntung tidak ada aktivitas di sekolah ini sehingga tidak ada korban jiwa.

Jonar mengatakan, kejadian ini bukan kali pertama. Plengsengan sungai di sekolahnya juga pernah ambrol sekitar 8 tahun lalu. “Mungkin karena hujan deras kemarin, tekanan airnya juga kuat sehingga menggerus tanah plengsengannya,” terangnya.

Akibat kejadian ini, bangunan bertingkat di lokasi longsor langsung dikosongkan untuk mengantisipasi bencana susulan. Sejumlah barang berharga seperti di ruangan laboratorium juga sudah dipindahkan.

“Agak takut karena bangunannya juga saya lihat ada retakan-retakan. Saya sudah lapor ke pemborong untuk segera menindaklanjutinya. Itu yang bangunan belakang memang udah lama sejak 2004 silam,” ujarnya.

Saat ini petugas dan warga tengah melakukan pembersihan reruntuhan material longsor yang menutupi sungai agar nantinya saat hujan air tidak meluap ke kampung sebelah. Terlebih, masih banyak reruntuhan di beberapa bagian yang tampak menggantung. (azm/ln)

 

  • Bagikan