JEMBER, Tugujatim.id – Relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Jember menghadirkan keceriaan dan pemulihan psikologis kepada ratusan siswa sekolah dasar yang terkena dampak bencana di Sumatra Utara awal Januari ini.
Dalam rangkaian pelayanan psikososial selama minggu pertama tahun 2026, para sukarelawan PMI Jember menjangkau 234 anak di dua wilayah terdampak. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya mengembalikan kesejahteraan mental generasi muda pasca bencana.
Baca Juga: PMI Jember Siaga Maksimal, Aktif Hadapi Puncak Hujan Januari
Aksi pertama dilaksanakan pada 6 Januari di Kelurahan Aloban, Tapian Nauli. Lima relawan terlatih, Elvana, Rahmi, Dinda, Maya, dan Lidia, memfasilitasi aktivitas pemulihan untuk 75 anak di Lingkungan II.
Dua hari kemudian, giliran SDN 38 Sibolga yang kedatangan tim lebih besar guna melayani 159 siswa. Pendekatan yang diterapkan dirancang khusus sesuai kelompok umur untuk memaksimalkan dampak positif.
Pendekatan Berbasis Usia
Koordinator lapangan Elvana mengungkapkan strategi berbeda diterapkan untuk setiap tingkatan. Murid kelas rendah (1-3) difasilitasi dengan aktivitas seni mewarnai sebagai medium ekspresi diri.
Sementara siswa senior (4-6) diajak berpartisipasi dalam aneka permainan kelompok di luar ruangan yang mengedepankan kolaborasi dan kegembiraan.
Komponen penting lainnya adalah pemberian pengetahuan psikologis kepada tenaga pengajar dan pimpinan sekolah. Mereka diberi pemahaman tentang respons kejiwaan yang muncul pada murid setelah menghadapi kejadian luar biasa.
“Respons emosional yang terlihat merupakan reaksi wajar terhadap kondisi tidak wajar,” terang Elvana.
Baca Juga: Jamin Keselamatan, Tim Medis PMI Jember Siaga di Destinasi Wisata dan Gereja saat Nataru
Menurut dia, tugas pendidik yaitu menciptakan atmosfer aman di kelas supaya pembelajaran dapat berjalan efektif dan siswa mampu bersosialisasi seperti sedia kala.
Melengkapi program pemulihan jiwa, organisasi kemanusiaan ini turut menyalurkan peralatan sanitasi untuk institusi pendidikan. Pemberian ini dimaksudkan mendukung penerapan kembali kebiasaan hidup sehat di kawasan sekolah.
PMI Jember mengharapkan intervensi komprehensif ini dapat mencegah pengalaman pahit menghambat perkembangan anak-anak, sekaligus mempercepat normalisasi kehidupan komunitas pendidikan di Sibolga dan Tapanuli Tengah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Diki Febrianto
Editor: Dwi Lindawati








