Lepas Pengawasan, Bocah di Lawang Malang Terlindas Mobil hingga Meninggal

  • Bagikan
Saksi warga sekitar, Faisol (49) menunjukkan lokasi kejadian yang sudah ditabur bunga, Selasa (27/4/2021). (Foto: M Ulul Azmy/Tugu Malang/Tugu Jatim)
Saksi warga sekitar, Faisol (49) menunjukkan lokasi kejadian yang sudah ditabur bunga, Selasa (27/4/2021). (Foto: M Ulul Azmy/Tugu Malang/Tugu Jatim)

MALANG, Tugujatim.id – Peringatan bagi orang tua agar terus waspada dalam mengawasi sang anak. Baru-baru ini, viral di media sosial sebuah rekaman CCTV yang diunggah akun instagram @ngalamlop pada Senin (26/4/2021).

Video itu menunjukkan seorang anak kecil tertabrak hingga terlindas mobil yang datang dari arah utara dengan kecepatan sedang. Di situ, si anak tiba-tiba muncul dari barat mengarah ke jalan besar tanpa tolah-toleh terlebih dulu dengan mengendarai sepeda kayuh.

Anak kecil ini muncul dari gang perumahan yang menang tertutup tembok tinggi di kanan kirinya. Alhasil, tabrakan tragis itu pun tak terhindarkan.

Usut punya usut, lokasi kejadian itu benar terjadi, persisnya di Jalan Pandowo Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, Senin (26/4/2021) kemarin. Salah seorang saksi, Faisol (49) warga sekitar membenarkan kejadian itu.

Peristiwa itu teradi sekitar pukul 10.00 WIB, kemarin. Korban bernama Bilqis Anindita KJ. Usianya 7 tahun yang tiba-tiba muncul dengan bersepeda dari arah gang di sisi barat.

”Waktu itu saya pas di dalam rumah. Pas tau itu saya langsung lari manggil pengemudi mobil. Saya juga panik waktu itu. Akhirnya saya bopong tubuh anak ini saya minta pengemudi mobil antar ke rumah sakit,” kata dia pada awak media, Selasa (27/4/2021).

Saat kejadian itu, tutur dia, pengemudi mobil saat menabrak anak ini posisi mobil tetap melaju, bukannya malah bergenti. Sehingga terjadi adegan ban mobil depan belakang melindas tubuh si anak.

”Itu kalau samean liat video kan mobilnya terus jalan dan gak berhenti. Ada sekitar 30 meter itu mobil baru berhenti.

Kondisi anak itu saat dia bopong memang sudah menunjukkan kondisi kritis. Kepala berdarah dan dia menduga tulang punggung sudah patah. ”Pas saya gendong itu badannya sudah ndeglek (lunglai) kayaknya sudah patah. Kepalanya juga berdarah,” jelas dia.

Terpisah, orang tua korban Dedik Junaedi (41) mengaku ikhlas atas kematian anak kedua dari tiga bersaudaranya ini. Menurut dia ini sudah takdir dan kesalahan sepenuhnya tidak pada si supir. Kata dia, saat itu posisi ibu semula menemani ketiga anaknya di luar rumah.

Namun, anak ketiga yang paling kecil mengantuk dan sang ibu berinisiatif menidurkannya di dalam rumah. Di situ, tanpa sepengatahuan. Bilwis tiba-tiba meminjam sepeda temannya dan berlari keluar area perumahan. Di situlah peristiwa itu kemudian terjadi.

”Waktu itu, kami juga gak tau di lokasi sudah gak ada. Kami langsung ke rumah sakit di RSUD Lawang. Di situ saya diberitahu dokter jantung anak saya udah gak berdetak lagi,” tuturnya.

Meski begitu, dia mengaku ikhlas jika memang nasib anaknya seperti ini. Hanya saja, sampai sekarang dia tidak tahu menahu pelakunya. Padahal, jika tahu, dia tetap akan memaafkan.

”Saya gak akan menuntut, saya gak ingin ada yang disalahkan, semua ini takdir dan saya ikhlas,” katanya.

  • Bagikan