Liburan di Kampung Inggris Kediri, Forum Kampung Bahasa Waspadai Lembaga Kursus Siluman

Liburan di Kampung Inggris Kediri, Forum Kampung Bahasa Waspadai Lembaga Kursus Siluman

  • Bagikan
Ketua FKB Kampung Inggris, Pare, Arsyad Naufal Ngadiono.
Ketua FKB Kampung Inggris, Pare, Arsyad Naufal Ngadiono. (Foto: Rino/Tugu Jatim)

KEDIRI, Tugujatim.id– Menjelang libur sekolah tiba, Kampung Inggris, Pare, Kediri mulai dipadati pendatang yang ingin kursus Bahasa Inggris. Di balik keramaian itu ada kewaspadaan pembukaan kursus siluman di Kampung Inggris.

Menyikapi kemungkinan tersebut, Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Kediri dan Forum Kampung Bahasa (FKB) akan melakukan pengetatan pembukaan lembaga kursus di sana.

Ketua FKB Kampung Inggris, Arsyad Naufal Ngadiono, tak menampik adanya fenomena kursus siluman tersebut. Sehingga, pria yang akrab disapa Adi itu bersama anggota FKB membuat aturan dalam pengurusan lembaga kursus baru di Kampung Inggris.

“Mewaspadai adanya (kursus) yang siluman atau mengatasnamakan Kampung Inggris, kami memang minta mengisi surat pernyataan menjadi bagian dari Kampung Inggris. Tapi dalam prosesnya kami menunggu sampai satu tahun. Apakah selama satu tahun masih bertahan, maka dia kan jadi anggota Kampung Inggris, tapi kalau dua bulan yang itu kami tidak keluarkan izinnya. Terkait dengan lembaga baru, terutama izin. Dari wilayah desa, lalu izin operasional dari Dinas Pendidikan. Kami juga memfasilitasi untuk ke dinas,” beber Ketua Forum Kampung Bahasa (FKB) Pare tersebut.

Tak hanya itu, setelah adanya proses pemantauan, Adi menerangkan pihaknya berkoordinasi dengan desa terkait kedatangan calon siswa. Dikarenakan, hal itu perlu didata agar dapat terpantau secara detail.

“Dan pendataan kedatangan siswa, maka kami berkoordinasi dengan desa,” imbuhnya.

Potensi kerugiannya, lanjut Adi, apabila ada komplain tentang Kampung Inggris, hal itu membuat gaduh dan merusak nama baik Kampung Inggris yang dibangun Mr Kalend Osen.

“Biasanya begini, sebelum liburan guru ini menyurvei nyari tempat kontrakan atau rumah untuk mereka nginap disini, dan sambil mencari guru disini. Biasanya dari luar daerah, kerugiannya itu mengatasnamakan Kampung Inggris,” kata pria asal Lamongan ini.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri, Sujud Winarko.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri, Sujud Winarko. (Foto: Rino/Tugu Jatim)

Kasus ini terjadi mulai sebelum pandemi Covid-19, Adi menceritakan ada sebuah lembaga kursus baru yang tidak mengurus izin lalu langsung membuka program camp selama dua bulan saat liburan. Padahal, mereka hanya pendatang dari Makassar yang mencari kontrakan di Kampung Inggris.

“Akhirnya langsung kami pulangkan ke Makassar,” imbuhnya.

Bagaimana kondisi dan perizinan lembaga kursus yang ada sekarang di Kampung Inggris? Mendapatkan pertanyaan demikian, Adi menjelaskan bahwa sampai saat ini FKB mencatat ada 160 lembaga kursus yang aktif di Kampung Inggris. Dan tinggal 10 persen dari jumlah tersebut yang masih dalam pengurusan izin operasional.

“Insyallah 90 persen sudah punya semua, mulai Maret kami juga memfasilitasi akte pendirian lembaga sampai kita dampingi izin operasional,” imbuh Adi.

Terpisah, Kepala Disdik Kabupaten Kediri, Sujud Winarko menerangkan pihaknya terus mengawasi lembaga kursus di Kampung Inggris. Skema perizinan, kata Sujud, memang telah dibicarakan dengan FKB. Dengan demikian, Sujud berharap Kampung Inggris sebagai ikon Kabupaten Kediri di Indonesia dapat terjaga kualitas dan namanya.

“Untuk pendidikan nonformal di Kampung Inggris, kami tertibkan dengan adanya sanksi dan berkoordinasi dengan FKB. Setelah adanya catatan dari FKB, kami berikan izin operasional untuk lembaganya,” tegas Sujud.

 

 


Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugujatim , Facebook Tugu Jatim
Youtube Tugu Jatim ID , dan Twitter @tugujatim

 

 

  • Bagikan