Tugujatim.id – Era sekarang, penghasilan tidak hanya didapatkan dari gaji kantor atau hasil penjualan barang, tetapi banyak cara untuk menambah penghasilan bulanan. Mulai dari pekerjaan sampingan (side hustle) seperti freelancer sampai dengan passive income.
Menurut sahabat.pegadaian.co.id, passive income adalah aset kekayaan yang didapatkan dari aktivitas selain bekerja secara aktif. Memiliki passive income akan mendapat jaminan keuangan ketika menemui kondisi finansial yang tak terduga, seperti sakit, kecelakaan dan sebagainya.
Berikut 5 rekomendasi passive income dari Tugujatim.id yang dapat menambah keuangan Anda!
- Afiliasi
Banyak transaksi jual beli dilakukan di platform online seperti marketplace dan social media. Untuk meningkatkan penjualan, kebanyakan toko menerapkan sistem afiliasi. Yaitu kerja sama antara pemilik toko dengan orang lain untuk mempromosikan barang yang dijual.
Kerja sama ini terbilang cukup mudah dilakukan. Pihak yang menjalin kerja sama tersebut akan mempromosikan barang yang dijual dengan membagikan tautan toko ke media sosial. Ketika terdapat orang lain yang meng-klik tautan serta membeli barang tersebut, pihak yang membagikan tautan akan diberikan komisi dari penjualannya.
Komisi dari afiliasi cukup beragam, seperti contoh besaran persentase afiliasi tiktok yang dikutip dari jobstreet.com berkisar sebesar 5 – 10% dari penjualan.
- Obligasi Pemerintah
Salah satu cara investasi yang paling aman dan menguntungkan adalah obligasi pemerintah. Obligasi ini akan memberikan dua pilihan imbalan kupon, kupon bunga tetap (fixed rate) atau kupon bunga mengambang (floating rate) kepada pembelinya.
Imbalan kupon yang diberikan juga beragam tergantung pada produk obligasi mana yang dipilih, seperti contoh Obligasi Ritel Indonesia (ORI). Dilansir dari kemenkeu.co.id besaran imbalan dari ORI026T3 untuk tenor 3 tahun sebesar 6,30% p.a dan ORI026T6 untuk tenor 6 tahun sebesar 6,40% p.a. Kupon ini akan dibagikan setiap tanggal 15 desember setiap bulannya.
Keuntungan kupon yang diberikan obligasi pemerintah adalah pasti setiap periode pemberian kupon, karena hal ini sudah diatur dalam UU. Jadi, sudah dipastikan aman berinvestasi pada obligasi pemerintah.
- Dropshipping
Dropshipping adalah salah satu sumber passive income yang tidak perlu modal untuk melakukannya. Hal pertama yang perlu diambil oleh dropshipper adalah mencari supplier produk online. Kemudian, tugas dropshipper adalah mempromosikan produk kepada calon pelanggan. Dropshipper akan memberi tahu supplier untuk mengirimkan barang ke alamat yang dimaksud setelah mendapatkan pelanggan.
Hampir mirip seperti afiliasi, namun perbedaan dari keduanya adalah dropshipper menjual barang seolah-olah itu barang dia. Berbeda dari afiliasi yang biasanya hanya menyebarkan tautan toko.
- Saham
Berikutnya adalah saham. Saham adalah bukti kepemilikan seseorang kepada perusahaan. Membeli saham berarti memiliki kepemilikan terhadap perusahaan tersebut, meskipun persentase kepemilikan sangatlah kecil. Pembelian saham dapat dilakukan pada sekuritas.
Besaran minimal pembelian saham tergantung pada harga per lembar saham yang ditawarkan. Harga saham bersifat fluktuatif tergantung permintaan dan penawaran di pasar.
Membeli saham dapat memberikan dua keuntungan, yaitu capital gain dan dividen. Capital gain merupakan selisih dari pembelian dan penjualan saham. Misal ketika membeli saham Bank BCA (kode saham BBCA) pada harga 8000 pada januari lalu. Kemudian pada bulan Oktober meningkat menjadi 10.650, selisih dari harga beli dan harga jual tersebut dinamakan capital gain.
Berbeda dengan dividen. Dividen merupakan keuntungan perusahaan yang dibagikan kepada pemegang saham setiap periode pembagian dividen. Terdapat emiten yang membagikan dividen tiap tahunnya, ada juga yang tidak pernah membagikan dividen sama sekali. Besaran dividen yang dibagikan bergantung pada RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham) tiap tahunnya. Investasi saham bersifat high risk high return, yang dimana tingkat pengembaliannya bisa sangat besar, namun juga mengandung resiko yang tinggi.
- Penyewaan properti
Passive income yang cukup menguntungkan dan sustainable yaitu penyewaan properti. Padatnya penduduk di Indonesia menyebabkan lahan semakin berkurang. Hal ini yang menjadikan investasi di bidang properti cukup menjanjikan. Dilansir dari macrotends tingkat kelahiran di Indonesia pada 2024 sebesar 16.608 kelahiran per 1000 orang.
Penyewaan properti ini meliputi sewa apartemen, kontrakan, dan kost. Omzet dari penyewaan properti ini bisa mencapai puluhan per juta dalam sebulan. Seperti kisah dari Chica Amalia yang saya kutip pada CNBC Indonesia. Ia berhasil mendapatkan hingga 90 juta per bulan dengan menyewakan kamar kost di daerah kebayoran baru, Jakarta dengan kisaran harga 2 – 3 jutaan per bulan.
Keuntungan besar tentu diikuti dengan resiko besar pula. Mulai dari perawatan tiap bulan, komplain dari penghuni, permintaan menurun dan sebagainya. Modal yang harus dikeluarkan untuk awal bisnis kost juga tidaklah murah. Namun, properti yang sudah dimiliki akan menjadi aset berharga di masa depan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Penulis : Reihan Ali Ramadhan Fajariansyah/ Magang
Editor: Darmadi Sasongko








